Mengenal IDRS, Inisiasi Pemeringkatan Keselamatan Motor di RI
11 Juni 2026, 09:30 WIB
ASEAN NCAP menilai bahwa standar keselamatan berkendara Indonesia kalah dari Malaysia dari berbagai aspek
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – ASEAN NCAP mengakui bahwa standar keselamatan berkendara Indonesia kalah dari Malaysia khususnya untuk sepeda motor. Negara ini tertinggal karena kurang cepat dalam mengadopsi acuan dan teknologi dibandingkan negara lain.
Hal ini disampaikan Adrianto S Wiyono, Technical Committee ASEAN NCAP pada media beberapa waktu lalu. Akibatnya jumlah kecelakaan dan fatalitas di Indonesia khususnya yang melibatkan sepeda motor sangat tinggi.
“Ada beberapa fitur keselamatan di luar negeri termasuk Malaysia sudah terapkan tetapi di Indonesia tidak. Padahal produksi kendaraannya dari sini,” ungkapnya (21/06).
Salah satu yang menurutnya paling mudah adalah aturan penggunaan reflektor mata kucing. Menurutnya di Malaysia dan negara-negara sudah mewajibkan untuk dipasang sementara Indonesia tidak diperlukan.
“Padahal harganya tidak mahal tetapi bisa membantu meningkatkan keselamatan,” ungkapnya.
Selain itu standar helm di Malaysia juga diklaim lebih tinggi dibanding Indonesia. Pasalnya di negeri tersebut kaca depan helm harus lulus uji tembak untuk melindungi pengendara dari serpihan yang terbang di jalan.
“Mereka memang punya alasan karena sepeda motor bisa masuk tol sehingga ada risiko batu terbang dengan kecepatan tinggi. Dan itu memang sangat berisiko,” ungkapnya.
Malaysia juga sudah mulai mengadopsi ISO 39001 tentang Road Traffic Safety Management System sebagai standar keselamatan berkendara. Dengan demikian semua standar keselamatan bisa lebih terarah.
“Sementara Indonesia yang ikut membahas ISO 39001 belum mengadopsinya. Padahal itu sudah lama, sejak 2015,” tambahnya.
Kurangnya cepatnya Indonesia dalam bergerak tentunya berdampak negatif pada keselamatan berkendara. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya angka kecelakaan khususnya sepeda motor.
Berdasarkan data dari Korlantas Polri, jumlah kecelakaan di Indonesia pada 2022 mencapai 137.851 kasus. Jumlah ini naik bila dibandingkan tahun 2021 yang mencatatkan 103.645 kasus dan 2020 dengan 100.028 kasus.
Ironisnya lagi, lebih dari 70 persen kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan sepeda motor. Padahal itu adalah alat transportasi paling banyak dimiliki masyarakat Indonesia.
Saat ini populasi sepeda motor di Indonesia hingga Juni 2023 mencapai lebih dari 130 juta unit atau setara dengan 83.45 persen dari total kepemilikan kendaraan pribadi. Oleh karenanya perlu kesadaran berlalu lintas agar tingkat keselamatan meningkat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Juni 2026, 09:30 WIB
22 Januari 2026, 14:10 WIB
07 Januari 2026, 13:00 WIB
18 November 2025, 11:00 WIB
15 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah