Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Toyota janji perketat pengawasan sertifikasi kendaraan guna hindari skandal pengujian kendaraan terulang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota janji perketat pengawasan sertifikasi kendaraan setelah banyaknya skandal pengujian yang menimpa model mereka. Perusahaan memastikan bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang di masa depan.
Berdasarkan keterangan resmi disampaikan bahwa Toyota telah menerima teguran dari Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT). Mereka mereka menyadari bahwa manajemen tidak cukup terlibat dalam proses sertifikasi.
Pabrikan pun berkomitmen memperbaiki proses sertifikasi mulai dari sistem manajemen data, penetapan aturan hingga memperjelas prosedurnya.
Perusahaan juga akan meninjau ulang mekanisme serta sistem yang dirancang untuk menerapkan proses sertifikasi. Mereka bakal mencari ketidaksesuaian dan segera mengambil tindakan guna mengatasinya.
Sementara untuk program jangka menengah dan panjang, melalui Toyota Production System (TPS) perusahaan akan memperjelas alur kerja. Mulai dari perencanaan, pengembangan, sertifikasi hingga memasukkan kaizen Toyota ke proses pengujian.
Seluruh perbaikan dilaporkan ke MLIT setiap tiga bulan sekali.
Perlu diketahui bahwa Toyota Motor Corp telah mengakui adanya kesalahan pada pengujian. Termasuk di dalamnya penggunaan data tidak memadai hingga keliru saat pengetesan airbag.
Meski demikian mereka menegaskan bahwa kesalahan itu tidak mempengaruhi keselamatan kendaraan yang sudah ada di jalan. Sehingga pemilik tidak perlu mengambil tindakan apapun.
Walau begitu, kejadian ini tetap saja membuat nama baik perusahaan tercoreng. Pasalnya mereka selalu membanggakan para pekerjanya dalam memastikan kualitas produk.
“Banyak hal harus diperbaiki ketika proses sertifikasi seperti sistem menajemen data, penerapan aturan hingga prosedur operasi,” ungkap Toyota.
Tak hanya itu, mereka juga menghentikan sementara produksi untuk beberapa model. Akibatnya, jumlah kendaraan yang mereka buat tahun ini kemungkinan akan menurun sebesar 500.000 unit dibandingkan tahun lalu.
Salah satu model terdampak adalah Toyota Voxy. Mobil tersebut dikabarkan terlibat skandal dan sempat dihentikan produksinya.
“Toyota Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami ingin menginformasikan bahwa masalah ini tidak berdampak apapun pada kualitas maupun safety kendaraan dan pemiik bisa terus menggunakan mobilnya seperti biasa,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor pada KatadataOTO (04/08).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027