Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Toyota janji perketat pengawasan sertifikasi kendaraan guna hindari skandal pengujian kendaraan terulang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota janji perketat pengawasan sertifikasi kendaraan setelah banyaknya skandal pengujian yang menimpa model mereka. Perusahaan memastikan bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang di masa depan.
Berdasarkan keterangan resmi disampaikan bahwa Toyota telah menerima teguran dari Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT). Mereka mereka menyadari bahwa manajemen tidak cukup terlibat dalam proses sertifikasi.
Pabrikan pun berkomitmen memperbaiki proses sertifikasi mulai dari sistem manajemen data, penetapan aturan hingga memperjelas prosedurnya.
Perusahaan juga akan meninjau ulang mekanisme serta sistem yang dirancang untuk menerapkan proses sertifikasi. Mereka bakal mencari ketidaksesuaian dan segera mengambil tindakan guna mengatasinya.
Sementara untuk program jangka menengah dan panjang, melalui Toyota Production System (TPS) perusahaan akan memperjelas alur kerja. Mulai dari perencanaan, pengembangan, sertifikasi hingga memasukkan kaizen Toyota ke proses pengujian.
Seluruh perbaikan dilaporkan ke MLIT setiap tiga bulan sekali.
Perlu diketahui bahwa Toyota Motor Corp telah mengakui adanya kesalahan pada pengujian. Termasuk di dalamnya penggunaan data tidak memadai hingga keliru saat pengetesan airbag.
Meski demikian mereka menegaskan bahwa kesalahan itu tidak mempengaruhi keselamatan kendaraan yang sudah ada di jalan. Sehingga pemilik tidak perlu mengambil tindakan apapun.
Walau begitu, kejadian ini tetap saja membuat nama baik perusahaan tercoreng. Pasalnya mereka selalu membanggakan para pekerjanya dalam memastikan kualitas produk.
“Banyak hal harus diperbaiki ketika proses sertifikasi seperti sistem menajemen data, penerapan aturan hingga prosedur operasi,” ungkap Toyota.
Tak hanya itu, mereka juga menghentikan sementara produksi untuk beberapa model. Akibatnya, jumlah kendaraan yang mereka buat tahun ini kemungkinan akan menurun sebesar 500.000 unit dibandingkan tahun lalu.
Salah satu model terdampak adalah Toyota Voxy. Mobil tersebut dikabarkan terlibat skandal dan sempat dihentikan produksinya.
“Toyota Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami ingin menginformasikan bahwa masalah ini tidak berdampak apapun pada kualitas maupun safety kendaraan dan pemiik bisa terus menggunakan mobilnya seperti biasa,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor pada KatadataOTO (04/08).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E