PLN Ungkap Jumlah Pemakaian SPKLU Saat Libur Lebaran 2026 Naik
02 April 2026, 17:00 WIB
Siswa TK di Jepang diajarkan Blind Spot mobil guna menghindari terjadinya kecelakaan saat mereka bermain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu beredar sebuah video yang menunjukkan siswa TK diajarkan tentang Blind Spot atau titik buta pengemudi saat mengemudikan kendaraan. Mereka diajarkan betapa berbahayanya bermain di sekitar mobil.
Video itu diunggah oleh @DiaryJapan dalam feed mereka. Kegiatan tersebut diklaim merupakan program pemerintah yang menitik beratkan pada pembentukan karakter ketimbang membaca, menulis dan berhitung.
“Sekolah TK di Jepang berfokus untuk melatih moral sekaligus dikembangkan rasa tanggung jawab. Mereka tidak mesti berkompetisi dalam hal akademik di usia belia,” tulisnya dalam caption.
Kegiatan itu pun mendapat perhatian dari Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Menurutnya kegiatan tersebut memang belum dilakukan di Indonesia meski merupakan dasar pengetahuan.
“Ilmu keselamatan berlalu lintas itu sebenarnya dasar sekali sementara di Indonesia masih sebatas formalitas atau sisipan,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Kondisi tersebut menurutnya membuat ilmu tidak terekam dengan baik dalam benak anak-anak sehingga berdampak pada tingginya angka kecelakaan di kemudian hari.
“Anak-anak di Jepang diajarkan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga setiap bulan bertambah ilmunya. Sedangkan anak-anak Indonesia lebih banyak belajar dari kondisi lalu lintas yang terlihat mata,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif terhadap kebiasaan mengemudi di Tanah Air. Terlebih saat ini banyak anak-anak diberikan kendaraan bermotor meski usianya masih anak-anak.
“Usia memang menjadi tolak ukur seorang pengemudi sudah kompeten atau belum. Tidak semua tapi rata-rata seperti itu karena banyak sekali yang harus dipelajari terutama kemampuan mengontrol diri,” tambahnya.
Perlu diketahui bahwa angka kecelakaan di Indonesia memang terbilang cukup tinggi. Dari Januari hingga akhir Desember 2023, tercatat telah terjadi 148.307 insiden atau naik 0,06 persen dibanding 2022 sebanyak 140.248 kejadian.
Dari jumlah itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kecelakaan terbanyak yaitu 31.992 insiden. Sementara posisi kedua diisi oleh Jawa Tengah karena mencapai 31.581 kejadian.
Ada banyak yang menjadi penyebab kecelakaan seperti kepadatan arus lalu lintas serta kondisi jalan. Selain itu kurang waspadanya pengemudi juga dinilai sebagai awal dari insiden.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 April 2026, 17:00 WIB
02 April 2026, 06:00 WIB
01 April 2026, 06:00 WIB
31 Maret 2026, 06:00 WIB
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini