Dishub Siapkan 36 Kantong Pakir Car Free Night Jakarta
31 Desember 2025, 09:00 WIB
Siswa TK di Jepang diajarkan Blind Spot mobil guna menghindari terjadinya kecelakaan saat mereka bermain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu beredar sebuah video yang menunjukkan siswa TK diajarkan tentang Blind Spot atau titik buta pengemudi saat mengemudikan kendaraan. Mereka diajarkan betapa berbahayanya bermain di sekitar mobil.
Video itu diunggah oleh @DiaryJapan dalam feed mereka. Kegiatan tersebut diklaim merupakan program pemerintah yang menitik beratkan pada pembentukan karakter ketimbang membaca, menulis dan berhitung.
“Sekolah TK di Jepang berfokus untuk melatih moral sekaligus dikembangkan rasa tanggung jawab. Mereka tidak mesti berkompetisi dalam hal akademik di usia belia,” tulisnya dalam caption.
Kegiatan itu pun mendapat perhatian dari Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Menurutnya kegiatan tersebut memang belum dilakukan di Indonesia meski merupakan dasar pengetahuan.
“Ilmu keselamatan berlalu lintas itu sebenarnya dasar sekali sementara di Indonesia masih sebatas formalitas atau sisipan,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Kondisi tersebut menurutnya membuat ilmu tidak terekam dengan baik dalam benak anak-anak sehingga berdampak pada tingginya angka kecelakaan di kemudian hari.
“Anak-anak di Jepang diajarkan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga setiap bulan bertambah ilmunya. Sedangkan anak-anak Indonesia lebih banyak belajar dari kondisi lalu lintas yang terlihat mata,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif terhadap kebiasaan mengemudi di Tanah Air. Terlebih saat ini banyak anak-anak diberikan kendaraan bermotor meski usianya masih anak-anak.
“Usia memang menjadi tolak ukur seorang pengemudi sudah kompeten atau belum. Tidak semua tapi rata-rata seperti itu karena banyak sekali yang harus dipelajari terutama kemampuan mengontrol diri,” tambahnya.
Perlu diketahui bahwa angka kecelakaan di Indonesia memang terbilang cukup tinggi. Dari Januari hingga akhir Desember 2023, tercatat telah terjadi 148.307 insiden atau naik 0,06 persen dibanding 2022 sebanyak 140.248 kejadian.
Dari jumlah itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kecelakaan terbanyak yaitu 31.992 insiden. Sementara posisi kedua diisi oleh Jawa Tengah karena mencapai 31.581 kejadian.
Ada banyak yang menjadi penyebab kecelakaan seperti kepadatan arus lalu lintas serta kondisi jalan. Selain itu kurang waspadanya pengemudi juga dinilai sebagai awal dari insiden.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 08:00 WIB
31 Desember 2025, 06:00 WIB
30 Desember 2025, 06:00 WIB
29 Desember 2025, 06:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang