Ganjil Genap Jakarta 17 April 2026, Tetap Berjalan Meski ASN WFH
17 April 2026, 06:00 WIB
Siswa TK di Jepang diajarkan Blind Spot mobil guna menghindari terjadinya kecelakaan saat mereka bermain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu beredar sebuah video yang menunjukkan siswa TK diajarkan tentang Blind Spot atau titik buta pengemudi saat mengemudikan kendaraan. Mereka diajarkan betapa berbahayanya bermain di sekitar mobil.
Video itu diunggah oleh @DiaryJapan dalam feed mereka. Kegiatan tersebut diklaim merupakan program pemerintah yang menitik beratkan pada pembentukan karakter ketimbang membaca, menulis dan berhitung.
“Sekolah TK di Jepang berfokus untuk melatih moral sekaligus dikembangkan rasa tanggung jawab. Mereka tidak mesti berkompetisi dalam hal akademik di usia belia,” tulisnya dalam caption.
Kegiatan itu pun mendapat perhatian dari Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Menurutnya kegiatan tersebut memang belum dilakukan di Indonesia meski merupakan dasar pengetahuan.
“Ilmu keselamatan berlalu lintas itu sebenarnya dasar sekali sementara di Indonesia masih sebatas formalitas atau sisipan,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Kondisi tersebut menurutnya membuat ilmu tidak terekam dengan baik dalam benak anak-anak sehingga berdampak pada tingginya angka kecelakaan di kemudian hari.
“Anak-anak di Jepang diajarkan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga setiap bulan bertambah ilmunya. Sedangkan anak-anak Indonesia lebih banyak belajar dari kondisi lalu lintas yang terlihat mata,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif terhadap kebiasaan mengemudi di Tanah Air. Terlebih saat ini banyak anak-anak diberikan kendaraan bermotor meski usianya masih anak-anak.
“Usia memang menjadi tolak ukur seorang pengemudi sudah kompeten atau belum. Tidak semua tapi rata-rata seperti itu karena banyak sekali yang harus dipelajari terutama kemampuan mengontrol diri,” tambahnya.
Perlu diketahui bahwa angka kecelakaan di Indonesia memang terbilang cukup tinggi. Dari Januari hingga akhir Desember 2023, tercatat telah terjadi 148.307 insiden atau naik 0,06 persen dibanding 2022 sebanyak 140.248 kejadian.
Dari jumlah itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kecelakaan terbanyak yaitu 31.992 insiden. Sementara posisi kedua diisi oleh Jawa Tengah karena mencapai 31.581 kejadian.
Ada banyak yang menjadi penyebab kecelakaan seperti kepadatan arus lalu lintas serta kondisi jalan. Selain itu kurang waspadanya pengemudi juga dinilai sebagai awal dari insiden.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 April 2026, 06:00 WIB
16 April 2026, 06:00 WIB
15 April 2026, 06:00 WIB
14 April 2026, 06:00 WIB
13 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang