Hindari Puncak Arus Balik, Jangan Sembarangan Pilih Tanggal
01 April 2025, 15:00 WIB
Siswa TK di Jepang diajarkan Blind Spot mobil guna menghindari terjadinya kecelakaan saat mereka bermain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu beredar sebuah video yang menunjukkan siswa TK diajarkan tentang Blind Spot atau titik buta pengemudi saat mengemudikan kendaraan. Mereka diajarkan betapa berbahayanya bermain di sekitar mobil.
Video itu diunggah oleh @DiaryJapan dalam feed mereka. Kegiatan tersebut diklaim merupakan program pemerintah yang menitik beratkan pada pembentukan karakter ketimbang membaca, menulis dan berhitung.
“Sekolah TK di Jepang berfokus untuk melatih moral sekaligus dikembangkan rasa tanggung jawab. Mereka tidak mesti berkompetisi dalam hal akademik di usia belia,” tulisnya dalam caption.
Kegiatan itu pun mendapat perhatian dari Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Menurutnya kegiatan tersebut memang belum dilakukan di Indonesia meski merupakan dasar pengetahuan.
“Ilmu keselamatan berlalu lintas itu sebenarnya dasar sekali sementara di Indonesia masih sebatas formalitas atau sisipan,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Kondisi tersebut menurutnya membuat ilmu tidak terekam dengan baik dalam benak anak-anak sehingga berdampak pada tingginya angka kecelakaan di kemudian hari.
“Anak-anak di Jepang diajarkan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga setiap bulan bertambah ilmunya. Sedangkan anak-anak Indonesia lebih banyak belajar dari kondisi lalu lintas yang terlihat mata,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif terhadap kebiasaan mengemudi di Tanah Air. Terlebih saat ini banyak anak-anak diberikan kendaraan bermotor meski usianya masih anak-anak.
“Usia memang menjadi tolak ukur seorang pengemudi sudah kompeten atau belum. Tidak semua tapi rata-rata seperti itu karena banyak sekali yang harus dipelajari terutama kemampuan mengontrol diri,” tambahnya.
Perlu diketahui bahwa angka kecelakaan di Indonesia memang terbilang cukup tinggi. Dari Januari hingga akhir Desember 2023, tercatat telah terjadi 148.307 insiden atau naik 0,06 persen dibanding 2022 sebanyak 140.248 kejadian.
Dari jumlah itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kecelakaan terbanyak yaitu 31.992 insiden. Sementara posisi kedua diisi oleh Jawa Tengah karena mencapai 31.581 kejadian.
Ada banyak yang menjadi penyebab kecelakaan seperti kepadatan arus lalu lintas serta kondisi jalan. Selain itu kurang waspadanya pengemudi juga dinilai sebagai awal dari insiden.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2025, 15:00 WIB
01 April 2025, 06:43 WIB
31 Maret 2025, 06:00 WIB
30 Maret 2025, 08:00 WIB
29 Maret 2025, 06:30 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik