Komunitas Motor RoRI Rayakan Satu Dekade, Siap Touring ke Malino
15 April 2026, 17:01 WIB
Royal Enfield Buat Film Dokumenter Tentang Pengrajin Tusuk Konde dengan teknik Patri Tiup yang telah hampir punah
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Royal Enfield kembali menunjukkan komitmennya terhadap misi sosialnya yaitu ‘Responsible Travel’. Kali ini, mereka memperlihatkan video dokumenter berjudul “Mendokumentasikan Generasi Terakhir Pengrajin Tusuk Konde dengan Teknik Patri Tiup”.
Selama ini Royal Enfield memang dikenal sebagai perusahaan sepeda motor yang ingin melindungi serta melestarikan aset alam dan lingkungan hidup masyarakat. Guna mewujudkan cita-cita tersebut, beragam kegiatan telah mereka lakukan.
Salah satunya adalah kampanye sosial #LeaveEveryPlaceBetter. Kampanye tersebut bertujuan untuk mempromosikan budaya berkendara secara bertanggung jawab di antara komunitas Royal Enfield di seluruh dunia.
Hasil dari kampanye yang terkenal adalah menghindari penggunaan botol plastik sekali pakai, serta tidak meninggalkan sampah selama kegiatan berkendara. Namun perusahaan sepeda motor tertua di dunia tersebut ingin agar kampanyenya terus ditingkatkan ke level lebih tinggi dari saat ini.
Khusus di Indonesia, mereka melakukannya melalui pembuatan video dokumenter mengenai pembuatan tusuk konde Jawa dengan teknik Patri Tiup. Kegiatan erupakan penegasan dari Royal Enfield mengenai pelestarian warisan budaya dan otentisitas, sambil terus mempromosikan misi sosial mereka.
“Pembuatan video dokumenter mengenai pengrajin yang menggunakan teknik Patri Tiup merupakan langkah kecil dengan harapan besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengarsipkan secara visual warisan budaya Indonesia,” ungkap Vimal Sumbly, Business Head for APAC Markets, Royal Enfield.
Proses pembuatan video dokumenter teknik Patri Tiup dikerjakan oleh Bonfilio Yosafat, pendiri Nusantara Documentary. Ia mengendarai Royal Enfield 500 ke tempat tinggal Pak Bardian di Kotagede untuk mengarsip secara visual proses pembuatan tusuk konde Jawa dengan teknik tradisional Patri Tiup.
Teknik tersebut sudah hampir punah karena saat ini hanya dikerjakan oleh Pak Bardian yang berusia 67 tahun. Pengerajin modern sudah meninggalkan teknik Patri Tiup karena ada metode lain yang dianggap lebih efisien.
“Mengetahui kisah Patri Tiup dan Pak Bardian, saya kemudian mengajak Royal Enfield untuk membantu melestarikan warisan budaya ini dengan video dokumenter. Syukur Royal Enfield bersedia untuk berkolaborasi bersama Nusantara Documentary,” ungkap Bonfilio Yosafat, pendiri Nusantara Documentary.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 April 2026, 17:01 WIB
27 April 2025, 12:00 WIB
25 April 2025, 20:00 WIB
17 April 2025, 11:09 WIB
11 Maret 2025, 16:05 WIB
Terkini
03 Agustus 2026, 15:00 WIB
Perkuat kehadirannya di RI, Wincos hadirkan tiga produk baru dan lanjutkan kolaborasi dengan Garasi Drift dan HRI
03 Agustus 2026, 14:00 WIB
Ajang pameran otomotif GIIAS 2026 menjadi waktu yang tepat untuk para pemilik mobil-mobil bermerek Suzuki
03 Agustus 2026, 13:00 WIB
Tekiro memamerkan pencapaian terbarunya dengan berhasil memecahkan rekor dunia dalam hal kompetisi mekanik
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Aletra akhirnya membuka selubung produk terbarunya di pasar otomotif Indonesia dan dipasarkan Oktober 2026
03 Agustus 2026, 11:00 WIB
Ford RMA Indonesia merilis model-model terbarunya untuk pasar otomotif Tanah Air, termahal Rp 1,2 miliar
03 Agustus 2026, 10:00 WIB
Konsep desain Suzuki XBee berpeluang diadopsi untuk model-model Suzuki lain yang sudah ada di pasar Indonesia
03 Agustus 2026, 09:00 WIB
Toyota terus berusaha menggoda para pencinta offroad, seperti dengan memberikan penyegaran pada Land Cruiser
03 Agustus 2026, 08:00 WIB
Konsumen bisa menikmati berbagai keuntungan menarik apabila melakukan pembelian mobil Daihatsu di GIIAS 2026