Suzuki e Sky Terdaftar di Indonesia yang Tengah Ramai EV Mungil
17 September 2026, 13:00 WIB
Mengakomodir kebutuhan konsumen terkhusus BinguoEV dan Cloud EV, Wuling akan bangun 100 SPKLU tipe GBT
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wuling baru saja meluncurkan lini mobil listrik terbaru buat konsumen Indonesia yakni Cloud EV. Sama seperti BinguoEV, soket charging Wuling pakai standar GB/T untuk AC dan DC charging.
Sebagai informasi saat ini soket pengisian daya cepat di Indonesia umumnya menggunakan tipe CCS2 atau CHAdeMo.
Karena beda standar, maka Cloud EV tidak bisa diisi daya di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) selain tipe GB/T. Untuk itu Wuling akan bangun 100 SPKLU khusus konsumen.
Dian Asmahani, Sales & Marketing Director Wuling Motors Indonesia mengatakan standar GB/T sendiri digunakan karena merupakan Global Platform termasuk buat Cloud EV.
Ia mengklaim saat ini GB/T sebagai soket charging Wuling tak menjadi satu halangan berarti bagi konsumen yang sudah memiliki BinguoEV.
Wuling sendiri sekarang memiliki tujuh titik SPKLU yang dukung pengisian daya charging standar GB/T dan ditargetkan terus bertambah sepanjang 2024.
“Kalau kita bicara ekosistem tidak hanya public charging, tapi ada home. 90 persen konsumen kita charge di rumah, tapi bukan berarti kita tidak punya komitmen untuk infrastruktur publik,” ungkap Dian di Jakarta Selatan, Rabu (15/5).
Dian menjelaskan bahwa ketika konsumen melakukan pembelian mobil listrik Wuling, ini termasuk pemasangan gratis Home Charging serta instalasinya dan penambahan daya.
Mengingat kebanyakan konsumen lebih senang melakukan pengisian daya di rumah, infrastruktur publik terbatas saat ini bukan jadi halangan.
“Tapi kita komitmen ada 100 titik public charging GB/T eksklusif untuk mobil Wuling,” tegas Dian.
Home Charging juga memiliki beragam keunggulan. Salah satunya adalah menjaga umur atau masa pakai baterai.
Seperti disampaikan Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors Indonesia. Karena SPKLU terkhusus fast charging dapat mengakibatkan suhu baterai tinggi dan berpotensi kurangi usia baterai.
Maka opsi paling sehat dan aman untuk baterai adalah Home Charging. Karena baterai diisi dengan aliran daya normal meski memakan waktu lebih lama.
“Kita ingin konsumen selain nyaman dan mudah men-charge di rumah, itu juga yang di mobil listrik jadi kebiasaan normal dan sehat,” ungkap Danang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
09 September 2026, 20:14 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
Terkini
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi