Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Toyota nilai kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi kesempatan baru bagi kendaraan ramah lingkungan melejit
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota nilai kenaikan harga BBM non subsidi jadi kesempatan baru untuk mengoptimalkan penjualan kendaraan ramah lingkungan. Pasalnya masyarakat akan mencari mobil yang lebih hemat atau bahkan tak memerlukan bensin sama sekali.
Dengan demikian kenaikan harga BBM tidak akan menjadi suatu kekhawatiran bagi mereka. Hal ini diungkapkan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor pada TrenOto.
“Mungkin akan terjadi perpindahan permintaan ke model yang lebih ramah lingkungan. Karena bagaimana pun bahan bakar merupakan fix cost terbesar serta menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan kendaraan,” ungkapnya (02/10).
Oleh karena itu, ia pun memperkirakan akan ada peningkatan di segmen kendaraan elektrifikasi seperti Hybrid, Plug-In Hybrid atau bahkan Battery EV. Pasalnya teknologi tersebut memang dikenal hemat bahan bakar.
“Selain itu model-model Internal Combustion Engine (ICE) yang hemat bahan bakar seperti LCGC pun bisa menjadi pilihan,” tegasnya kemudian.
Anton pun menambahkan bahwa kenaikan harga BBM sebenarnya bukanlah hal yang aneh dan masyarakat sudah cukup terbiasa. Oleh karena itu dirinya yakin situasi ini tidak akan memberi dampak signifikan.
“Penyesuaian harga bukan yang pertama kali jadi rasanya sudah cukup biasa. Bila melihat sejarahnya, dampak langsung terhadap pembelian mobil tidak signifikan karena biasanya konsumen telah merencanakannya lama dan faktor ini tidak memberi pengaruh besar,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi sudah dilakukan sejak 1 Oktober 2023 dengan besaran berbeda di masing-masing jenis. Langkah ini diambil setelah melonjaknya banderol minyak mentah dunia sejak September.
Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah produksi minyak yang dilakukan Arab Saudi. Langkah tersebut pun akan mereka lakukan hingga akhir 2023.
Kebijakan tersebut pun pernah mereka lakukan pada September hingga Desember 2022 sehingga membuat harga minyak kala itu melonjak. Namun diperkirakan kondisinya akan lebih buruk dibanding sebelumnya.
Pasalnya Rusia juga mengurangi jumlah ekspor minyak mentah mereka. Akibatnya negara-negara importir seperti Indonesia terkena imbasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir