Cara Ford Dukung Aktivitas Pelanggan di Tengah Kenaikan Harga BBM
08 Mei 2026, 19:00 WIB
Toyota nilai kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi kesempatan baru bagi kendaraan ramah lingkungan melejit
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota nilai kenaikan harga BBM non subsidi jadi kesempatan baru untuk mengoptimalkan penjualan kendaraan ramah lingkungan. Pasalnya masyarakat akan mencari mobil yang lebih hemat atau bahkan tak memerlukan bensin sama sekali.
Dengan demikian kenaikan harga BBM tidak akan menjadi suatu kekhawatiran bagi mereka. Hal ini diungkapkan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor pada TrenOto.
“Mungkin akan terjadi perpindahan permintaan ke model yang lebih ramah lingkungan. Karena bagaimana pun bahan bakar merupakan fix cost terbesar serta menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan kendaraan,” ungkapnya (02/10).
Oleh karena itu, ia pun memperkirakan akan ada peningkatan di segmen kendaraan elektrifikasi seperti Hybrid, Plug-In Hybrid atau bahkan Battery EV. Pasalnya teknologi tersebut memang dikenal hemat bahan bakar.
“Selain itu model-model Internal Combustion Engine (ICE) yang hemat bahan bakar seperti LCGC pun bisa menjadi pilihan,” tegasnya kemudian.
Anton pun menambahkan bahwa kenaikan harga BBM sebenarnya bukanlah hal yang aneh dan masyarakat sudah cukup terbiasa. Oleh karena itu dirinya yakin situasi ini tidak akan memberi dampak signifikan.
“Penyesuaian harga bukan yang pertama kali jadi rasanya sudah cukup biasa. Bila melihat sejarahnya, dampak langsung terhadap pembelian mobil tidak signifikan karena biasanya konsumen telah merencanakannya lama dan faktor ini tidak memberi pengaruh besar,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi sudah dilakukan sejak 1 Oktober 2023 dengan besaran berbeda di masing-masing jenis. Langkah ini diambil setelah melonjaknya banderol minyak mentah dunia sejak September.
Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah produksi minyak yang dilakukan Arab Saudi. Langkah tersebut pun akan mereka lakukan hingga akhir 2023.
Kebijakan tersebut pun pernah mereka lakukan pada September hingga Desember 2022 sehingga membuat harga minyak kala itu melonjak. Namun diperkirakan kondisinya akan lebih buruk dibanding sebelumnya.
Pasalnya Rusia juga mengurangi jumlah ekspor minyak mentah mereka. Akibatnya negara-negara importir seperti Indonesia terkena imbasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Mei 2026, 19:00 WIB
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
19 April 2026, 11:05 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini