Toyota Nilai Kenaikan Harga BBM Jadi Kesempatan Baru

Toyota nilai kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi kesempatan baru bagi kendaraan ramah lingkungan melejit

Toyota Nilai Kenaikan Harga BBM Jadi Kesempatan Baru
Adi Hidayat

TRENOTO – Toyota nilai kenaikan harga BBM non subsidi jadi kesempatan baru untuk mengoptimalkan penjualan kendaraan ramah lingkungan. Pasalnya masyarakat akan mencari mobil yang lebih hemat atau bahkan tak memerlukan bensin sama sekali.

Dengan demikian kenaikan harga BBM tidak akan menjadi suatu kekhawatiran bagi mereka. Hal ini diungkapkan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor pada TrenOto.

“Mungkin akan terjadi perpindahan permintaan ke model yang lebih ramah lingkungan. Karena bagaimana pun bahan bakar merupakan fix cost terbesar serta menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan kendaraan,” ungkapnya (02/10).

Toyota bZ4X dipakai selama KTT ASEAN
Photo : Toyota

Oleh karena itu, ia pun memperkirakan akan ada peningkatan di segmen kendaraan elektrifikasi seperti Hybrid, Plug-In Hybrid atau bahkan Battery EV. Pasalnya teknologi tersebut memang dikenal hemat bahan bakar.

“Selain itu model-model Internal Combustion Engine (ICE) yang hemat bahan bakar seperti LCGC pun bisa menjadi pilihan,” tegasnya kemudian.

Anton pun menambahkan bahwa kenaikan harga BBM sebenarnya bukanlah hal yang aneh dan masyarakat sudah cukup terbiasa. Oleh karena itu dirinya yakin situasi ini tidak akan memberi dampak signifikan.

“Penyesuaian harga bukan yang pertama kali jadi rasanya sudah cukup biasa. Bila melihat sejarahnya, dampak langsung terhadap pembelian mobil tidak signifikan karena biasanya konsumen telah merencanakannya lama dan faktor ini tidak memberi pengaruh besar,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi sudah dilakukan sejak 1 Oktober 2023 dengan besaran berbeda di masing-masing jenis. Langkah ini diambil setelah melonjaknya banderol minyak mentah dunia sejak September.

Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah produksi minyak yang dilakukan Arab Saudi. Langkah tersebut pun akan mereka lakukan hingga akhir 2023.

Toyota Agya GR Sport
Photo : Istimewa

Kebijakan tersebut pun pernah mereka lakukan pada September hingga Desember 2022 sehingga membuat harga minyak kala itu melonjak. Namun diperkirakan kondisinya akan lebih buruk dibanding sebelumnya.

Pasalnya Rusia juga mengurangi jumlah ekspor minyak mentah mereka. Akibatnya negara-negara importir seperti Indonesia terkena imbasnya.


Terkini

mobil
Honda Tanggapi Maraknya EV Murah: Belum Akan Gantikan Pasar LCGC

Honda Sebut EV Murah Belum Bisa Gantikan Peran LCGC

Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah

mobil
Changan Nevo Q05

Penjualan Changan di Indonesia Agustus 2026, Persaingan Ketat

Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026

mobil
BYD Atto 2

BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut

Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran

news
SIM Keliling Bandung

Jangan Salah 2 Lokasi SIM Keliling Bandung 22 September 2026

SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang

news
Ganjil genap Jakarta

Puluhan Titik Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 22 September 2026

Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk

mobil
Daihatsu

Peminat Mobil Daihatsu Bertumbuh 9,1 Persen saat Pasar Lesu

Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026

mobil
Hyundai

Hyundai dan Shell Kembali Berkolaborasi Layani Konsumen

Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan

review
Toyota Lan Cruiser

Toyota Land Cruiser 300 HEV, Test di Medan Mini Dakar

KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir