BBM Shell Bakal Bisa Dibeli Lagi, Pertamina Sudah Kirim Pasokan
06 Desember 2025, 11:00 WIB
Harga BBM non subsidi naik disebabkan berkurangnya jumlah produksi minyak di sejumlah negara eksportir
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Tepat 1 Oktober 2023, harga BBM non subsidi di Indonesia mengalami peningkatan yang bervariasi. Situasi tersebut tidak hanya terjadi pada Pertamina saja tetapi juga perusahaan penyalur swasta.
Kenaikan tersebut disebabkan oleh lonjakan harga minyak dunia yang telah berada di level USD90 per barel. Dilansir Katadata, minyak jenis Brent dibanderol USD92 per barel sementara West Texas Intermediate dibanderol USD90.79.
Naiknya harga ini disebabkan oleh Arab Saudi mengurangi produksi hingga 1 juta barel per hari (bpd). Kebijakan tersebut mereka lakukan sampai akhir 2023.
Bila melihat ke belakang, langkah ini juga mereka lakukan pada September-Desember 2022. Dampaknya pun sama yaitu peningkatan harga minyak dunia.
Namun situasi kali ini diperparah oleh Rusia yang melakukan langkah serupa. Mereka mengurangi minyak untuk ekspor hingga 300.000 bpd sampai akhir tahun mendatang.
Dilansir Antara, banderol minyak dunia memegang 55-60 persen dari pembentukan harga BBM. Sementara sisa 40 persennya adalah biaya pengiriman, pengolahan di kilang sampai margin semua rantai bisnis, termasuk pajak-pajak baik PPN atau Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
“Bila harga ditahan tentu sangat berat kecuali bila kenaikan ada pada komponen lain seperti pajak,” ungkap Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute (29/09).
Sementara itu Ali Ahmudi Achyak, Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) mengatakan bahwa kenaikan harga BBM tersebut terbilang wajar. Pasalnya BBM non subsidi memang mengikuti mekanisme pasar.
“Itu hal yang wajar agar tak menimbulkan kerugian bagi perusahaan penyedia BBM, khususnya PT Pertamina (Persero)," kata Ali.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Desember 2025, 11:00 WIB
01 Desember 2025, 10:25 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
01 November 2025, 13:00 WIB
01 November 2025, 05:42 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 13:00 WIB
Jaecoo J5 EV mulai didistribusikan ke konsumen, masuk tiga besar mobil listrik terlaris pada November 2025
11 Desember 2025, 12:00 WIB
Salah satu diskon motor matic Honda yang bisa dimanfaatkan jelang Nataru adalah untuk pembelian Vario 160
11 Desember 2025, 11:00 WIB
Penjualan mobil baru di 2026 diprediksi tak lebih dari 800 ribu unit tanpa insentif otomotif dari pemerintah
11 Desember 2025, 10:00 WIB
Mitsubishi Fuso Canter menjadi andalan PT Superior Prima Sukses untuk mendistribusikan hasil produksi mereka
11 Desember 2025, 09:00 WIB
Kemenhub menghadirkan program mudik gratis untuk menurunkan risiko kecelakaan yang biasa terjadi di jalan
11 Desember 2025, 08:00 WIB
Penjualan Polytron yang hanya ratusan unit membuat mereka lebih realistis dalam menjual mobil listrik
11 Desember 2025, 07:00 WIB
BYD Atto 1 masih jadi mobil terlaris November 2025 dengan wholesales mencapai 8.333 unit, unggul dari Toyota Avanza
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Tidak ada dispensasi apabial terlambat, SIM dapat diperpanjang di layanan SIM keliling Jakarta hari ini