Toyota Kurangi Target Produksi di Oktober 2022

Toyota kurangi target produksi di Oktober 2022 karena karena masih mengalami krisis cip semikonduktor

Toyota Kurangi Target Produksi di Oktober 2022
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 27 September 2022 | 06:16 WIB

TRENOTO – Toyota kurangi target produksi kendaraannya secara global di Oktober 2022 menjadi hanya 800.000 mobil. Jumlah tersebut berkurang sekitar 100.000 unit dari rencana awal.

Pengurangan jumlah target disebabkan oleh adanya kelangkaan cip semikonduktor yang berdampak pada produksi kendaraan di Toyota Motor Corporation. Kondisi tersebut tentunya memang sangat mengkhawatirkan karena telah beberapa kali terjadi dan telah menghambat penjualan.

Padahal semester 2 tahun fiskal 2022 dianggap menjadi periode yang sangat penting bagi kebangkitan pembuatan mobil Toyota. Pasalnya sepanjang semester pertama sudah beberapa kali mereka mengurangi jumlah produksinya.

Photo : Carscoops

Adanya pengurangan rupanya tidak membuat pabrikan asal Jepang tersebut menyesuaikan target jumlah produksinya. Mereka tetap yakin dapat menghasilkan sedikitnya 9.7 juta unit hingga Maret 2023.

Bulan lalu Toyota mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk dapat memproduksi rata-rata 900.000 unit per bulan. Jumlah tersebut diharapkan berhasil tercapai sepanjang September hingga November 2022.

Namun kini mereka hanya mengharapkan untuk membuat rata-rata 850.000 unit per bulan dari Oktober hingga Desember 2022. Namun kegiatan 10 line pada 7 pabrik di Jepang akan ditangguhkan selama 12 hari di Oktober.

Sebagai catatan tambahan, sepanjang Oktober 2021, mereka hanya mampu memproduksi 627.452 unit kendaraan di seluruh dunia. Angka itu berhasil dicapai ketika pandemi Covid-19 tengah mengganggu pasokan suku cadang di Asia Tenggara.

Photo : Mobil123

Toyota sebenarnya pernah mengklaim sudah dapat mengatasi krisis cip semikonduktor melalui beragam cara. Tapi faktanya hingga kini masih terjadi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan di tengah perbaikan industri.

Tutup Pabrik di Rusia

Tak hanya menghadapi tantangan dari kelangkaan cip semi konduktor, Toyota juga terpaksa menutup secara permanen pabrik di Rusia. Langkah ini dilakukan karena tidak dapat lagi mendapatkan bahan dan suku cadang utama dalam pembuatan mobil.

Kesulitan ini lebih disebabkan karena invasi Rusia kepada Ukraina sehingga sejumlah negara melakukan embargo perdagangan. Akibatnya membuat kendaraan pun menjadi semakin sulit.

Padahal sebelumnya Toyota hanya menutup sementara fasilitas produksi sejak Maret 2022. Sayangnya kondisi tidak juga membaik sehingga diputuskanlah untuk hengkang dari negara beruang merah.


Terkini

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Weekend Hari Ini, 10 Juli 2026

Jangan sampai terlambat, SIM keliling Jakarta dibuka di lokasi yang lebih terbatas setiap akhir pekan

news
SIM Keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Beroperasi Sejak Pagi Hari Ini, 10 Juli 2026

Jangan sampai salah mendatangi lokasi SIM keliling Bandung, karena setiap hari tempatnya berbeda-beda

mobil
Deepal S07

Changan Deepal S07, eSUV Tuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga Masa Kini

SUV praktis, efisien dan memiliki teknologi tinggi seperti Deepal S07 banyak dicari keluarga modern di RI

motor
Honda Rebel 1100

Harga dan Spesifikasi Honda Rebel 1100, Kini Ada Warna Baru

PT AHM baru-baru ini menghadirkan pilihan warna baru untuk Honda Rebel 1100, harga mulai Rp 400 jutaan

mobil
VinFast VF 2

VinFast VF 2 Ramaikan Pasar EV Mungil, Pesaing Baru Wuling Air ev

Mobil listrik VinFast VF 2 hadir meramaikan persaingan pasar EV mungil, harga mulai dari Rp 120 jutaan

motor
Honda WN7

Motor Listrik Sport Honda WN7 Mulai Dijual, Harga Rp 304 Jutaan

Honda melengkapi lini elektrifikasinya dengan kehadiran WN7, motor listrik versi produksi dari EV Fun Concept

otosport
Ducati

Masa Depan Ducati di MotoGP Masih Aman, Walau Ada Isu Dijual

Ducati memastikan aktivitas tim balap MotoGP mereka tidak terganggu karena sudah mampu berdiri sendiri

mobil
Chery

Tiggo Cross CSH Terbakar di Bandung, Ternyata Begini Reaksi Chery

Chery Sales Indonesia telah melakukan peyelidikan terkait peristiwa terbakarnya Tiggo Cross CSH di Bandung