Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa disapa AHY memastikan bahwa program zero ODOL masih berjalan sesuai rencana
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Rencana untuk menerapkan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) di Indonesia dipastikan berjalan sesuai rencana. Pelaksanaannya masih akan dilakukan pada awal 2027 dengan beragam pengawasan ketat.
Hal ini disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI beberapa waktu lalu. Ia mengungkap situasi ODOL di Indonesia sudah terlalu berat.
Bahkan dirinya menerima laporan saat berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan bahwa ada jembatan rubuh akibat ODOL. Situasi itu tentunya membahayakan buat masyarakat saat hendak melintas.
“Jadi akan kami kawal agar bisa efektif di Januari 2027. Sejumlah tahapan sudah dilakukan dengan melibatkan stakeholder dan lembaga untuk melakukan edukasi,” ungkapnya kemudian.
Ia mengungkap bahwa nanti pengawasan tidak hanya akan dilakukan ke pengemudi tetapi juga pemilik kendaraan. Sehingga diharapkan kepatuhan bisa lebih optimal.
“Kita tidak hanya mengejar pengemudi karena mereka hanya menjalankan tugasnya. Tapi pemilik kendaraan yang melakukan modifikasi agar truk menjadi ODOL dan bermuatan besar juga harus bertanggung jawab,” tambahnya.
Selain berbahaya, truk ODOL terbukti telah membuat infrastruktur menjadi lebih cepat. Sehingga merugikan masyarakat yang butuh lalu lintas aman serta nyaman.
“Jadi jalan yang masa pakainya seharusnya bisa belasan tahun jadi cuma 3-4 tahun. Ini harus kita cegah agar tidak terulang,” tambahnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan data Korlantas pada 2024, terdapat 150.906 kasus kecelakaan. Lalu korban meninggal sampai 26.839 orang.
Dari data di atas, 10,5 persen di antaranya melibatkan kendaraan angkutan barang atau truk ODOL. Kementerian Perhubungan pun telah Menyusun tim untuk mempercepat penanganan truk Odol sejak akhir 2025.
Meski demikian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan menghilangkan kendaraan ODOL bukan perkaran mudah. Hal ini karena adanya beberapa tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya adalah tulang punggung sistem rantai pasok logistik sekarang 98 persen berbasis jalan. Tantangan ini seharusnya bisa dibagi dengan moda transportasi lain seperti kereta barang maupun kapal.
Kemudian tarif angkutan barang juga dinilai lebih murah. Sehingga pemerintah harus melakukan intervensi agar pelaku usaha tertarik untuk berganti moda transportasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
05 Agustus 2026, 10:00 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan