Penjualan Truk Februari 2026 Kembali Alami Penurunan
23 Maret 2026, 09:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa disapa AHY memastikan bahwa program zero ODOL masih berjalan sesuai rencana
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Rencana untuk menerapkan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) di Indonesia dipastikan berjalan sesuai rencana. Pelaksanaannya masih akan dilakukan pada awal 2027 dengan beragam pengawasan ketat.
Hal ini disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI beberapa waktu lalu. Ia mengungkap situasi ODOL di Indonesia sudah terlalu berat.
Bahkan dirinya menerima laporan saat berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan bahwa ada jembatan rubuh akibat ODOL. Situasi itu tentunya membahayakan buat masyarakat saat hendak melintas.
“Jadi akan kami kawal agar bisa efektif di Januari 2027. Sejumlah tahapan sudah dilakukan dengan melibatkan stakeholder dan lembaga untuk melakukan edukasi,” ungkapnya kemudian.
Ia mengungkap bahwa nanti pengawasan tidak hanya akan dilakukan ke pengemudi tetapi juga pemilik kendaraan. Sehingga diharapkan kepatuhan bisa lebih optimal.
“Kita tidak hanya mengejar pengemudi karena mereka hanya menjalankan tugasnya. Tapi pemilik kendaraan yang melakukan modifikasi agar truk menjadi ODOL dan bermuatan besar juga harus bertanggung jawab,” tambahnya.
Selain berbahaya, truk ODOL terbukti telah membuat infrastruktur menjadi lebih cepat. Sehingga merugikan masyarakat yang butuh lalu lintas aman serta nyaman.
“Jadi jalan yang masa pakainya seharusnya bisa belasan tahun jadi cuma 3-4 tahun. Ini harus kita cegah agar tidak terulang,” tambahnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan data Korlantas pada 2024, terdapat 150.906 kasus kecelakaan. Lalu korban meninggal sampai 26.839 orang.
Dari data di atas, 10,5 persen di antaranya melibatkan kendaraan angkutan barang atau truk ODOL. Kementerian Perhubungan pun telah Menyusun tim untuk mempercepat penanganan truk Odol sejak akhir 2025.
Meski demikian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan menghilangkan kendaraan ODOL bukan perkaran mudah. Hal ini karena adanya beberapa tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya adalah tulang punggung sistem rantai pasok logistik sekarang 98 persen berbasis jalan. Tantangan ini seharusnya bisa dibagi dengan moda transportasi lain seperti kereta barang maupun kapal.
Kemudian tarif angkutan barang juga dinilai lebih murah. Sehingga pemerintah harus melakukan intervensi agar pelaku usaha tertarik untuk berganti moda transportasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Maret 2026, 09:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
28 Februari 2026, 11:00 WIB
24 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
04 April 2026, 09:00 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
04 April 2026, 07:38 WIB
Warna baru Honda Stylo 160 yakni Burgundy tampil mewah, ada sejumlah pembaruan pada bagian desain bodi
03 April 2026, 18:43 WIB
Yamaha Gear Ultima kini hadir dalam tiga varian di Indonesia, telah dilengkapi dengan Smart Key System
03 April 2026, 15:39 WIB
Kondisi tol Trans Jawa yang baik diklaim telah menjadi salah satu faktor lancarnya arus mudik Lebaran 2026
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh