Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Pabrik Toyota Indonesia dapat menyelesaikan proses produksi kendaraan mobil baru hanya dalam waktu 1,8 menit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia telah menjadi salah satu pabrik kendaraan terbesar di Tanah Air. Kapasitas produksinya pun terbilang besar karena mampu membuat ratusan ribu mobil dalam satu tahun.
Berdasarkan data Gaikindo, jumlah kendaraan yang mereka buat dari Januari hingga Agustus 2025 sudah mencapai 336.362 unit. Angka tersebut setara dengan 44,4 persen dari total produksi nasional yang sebesar 757.220 unit.
“Sekarang rata-rata waktu produksi di TMMIN adalah 1,8 menit per unit. Jumlah ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan konsumen,” ungkap Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia beberapa waktu lalu.
Kendaraan yang mereka buat kebanyakan dijual untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Meski demikian, jumlah ekspor ke berbagai negara lain juga tidak bisa dibilang sedikit.
Berdasarkan data Gaikindo, Toyota sudah mengirim sedikitnya 114.280 unit ke berbagai negara lain. Angka tersebut cukup untuk membuat mereka menjadi eksportir mobil terbesar di Indonesia dengan market share sebesar 34,1 persen.
Jika dihitung secara keseluruhan sejak pertama kali melakukan ekspor di 1987 maka mereka sudah mengirim sedikitnya 2,8 juta unit kendaraan. Bahkan angka 3 juta unit diperkirakan bakal tercapai tahun ini.
Walau dalam proses produksi Toyota sudah menggunakan beberapa teknologi tinggi berupa sistem robotik, mereka masih terus berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa sektor masih dikerjakan secara manual.
“Bagi kami automasi bersifat mendukung kinerja terutama untuk menjaga kualitas, meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Sehingga persentase automasi dari masing-masing fasilitas produksi Toyota bervariasi,” ungkapnya kemudian.
Meski demikian, Bob Azzam mengungkap bahwa dengan sistem automasi tetap akan membutuhkan SDM terampil. Pasalnya peran manusia tetap tidak bisa ditinggalkan.
“Penambahan automasi tidak serta-merta mengurangi tenaga kerja. Fokus dari automasi adalah meningkatkan keselamatan kerja dan pada pekerjaan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” tegasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
04 Juni 2026, 19:34 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)