Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Pabrik Toyota Indonesia dapat menyelesaikan proses produksi kendaraan mobil baru hanya dalam waktu 1,8 menit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia telah menjadi salah satu pabrik kendaraan terbesar di Tanah Air. Kapasitas produksinya pun terbilang besar karena mampu membuat ratusan ribu mobil dalam satu tahun.
Berdasarkan data Gaikindo, jumlah kendaraan yang mereka buat dari Januari hingga Agustus 2025 sudah mencapai 336.362 unit. Angka tersebut setara dengan 44,4 persen dari total produksi nasional yang sebesar 757.220 unit.
“Sekarang rata-rata waktu produksi di TMMIN adalah 1,8 menit per unit. Jumlah ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan konsumen,” ungkap Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia beberapa waktu lalu.
Kendaraan yang mereka buat kebanyakan dijual untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Meski demikian, jumlah ekspor ke berbagai negara lain juga tidak bisa dibilang sedikit.
Berdasarkan data Gaikindo, Toyota sudah mengirim sedikitnya 114.280 unit ke berbagai negara lain. Angka tersebut cukup untuk membuat mereka menjadi eksportir mobil terbesar di Indonesia dengan market share sebesar 34,1 persen.
Jika dihitung secara keseluruhan sejak pertama kali melakukan ekspor di 1987 maka mereka sudah mengirim sedikitnya 2,8 juta unit kendaraan. Bahkan angka 3 juta unit diperkirakan bakal tercapai tahun ini.
Walau dalam proses produksi Toyota sudah menggunakan beberapa teknologi tinggi berupa sistem robotik, mereka masih terus berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa sektor masih dikerjakan secara manual.
“Bagi kami automasi bersifat mendukung kinerja terutama untuk menjaga kualitas, meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Sehingga persentase automasi dari masing-masing fasilitas produksi Toyota bervariasi,” ungkapnya kemudian.
Meski demikian, Bob Azzam mengungkap bahwa dengan sistem automasi tetap akan membutuhkan SDM terampil. Pasalnya peran manusia tetap tidak bisa ditinggalkan.
“Penambahan automasi tidak serta-merta mengurangi tenaga kerja. Fokus dari automasi adalah meningkatkan keselamatan kerja dan pada pekerjaan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” tegasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang