Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Pabrik Toyota Indonesia dapat menyelesaikan proses produksi kendaraan mobil baru hanya dalam waktu 1,8 menit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia telah menjadi salah satu pabrik kendaraan terbesar di Tanah Air. Kapasitas produksinya pun terbilang besar karena mampu membuat ratusan ribu mobil dalam satu tahun.
Berdasarkan data Gaikindo, jumlah kendaraan yang mereka buat dari Januari hingga Agustus 2025 sudah mencapai 336.362 unit. Angka tersebut setara dengan 44,4 persen dari total produksi nasional yang sebesar 757.220 unit.
“Sekarang rata-rata waktu produksi di TMMIN adalah 1,8 menit per unit. Jumlah ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan konsumen,” ungkap Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia beberapa waktu lalu.
Kendaraan yang mereka buat kebanyakan dijual untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Meski demikian, jumlah ekspor ke berbagai negara lain juga tidak bisa dibilang sedikit.
Berdasarkan data Gaikindo, Toyota sudah mengirim sedikitnya 114.280 unit ke berbagai negara lain. Angka tersebut cukup untuk membuat mereka menjadi eksportir mobil terbesar di Indonesia dengan market share sebesar 34,1 persen.
Jika dihitung secara keseluruhan sejak pertama kali melakukan ekspor di 1987 maka mereka sudah mengirim sedikitnya 2,8 juta unit kendaraan. Bahkan angka 3 juta unit diperkirakan bakal tercapai tahun ini.
Walau dalam proses produksi Toyota sudah menggunakan beberapa teknologi tinggi berupa sistem robotik, mereka masih terus berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa sektor masih dikerjakan secara manual.
“Bagi kami automasi bersifat mendukung kinerja terutama untuk menjaga kualitas, meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Sehingga persentase automasi dari masing-masing fasilitas produksi Toyota bervariasi,” ungkapnya kemudian.
Meski demikian, Bob Azzam mengungkap bahwa dengan sistem automasi tetap akan membutuhkan SDM terampil. Pasalnya peran manusia tetap tidak bisa ditinggalkan.
“Penambahan automasi tidak serta-merta mengurangi tenaga kerja. Fokus dari automasi adalah meningkatkan keselamatan kerja dan pada pekerjaan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” tegasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih