Penjualan Mobil Februari 2026 Terdongkrak Permintaan Fleet
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Pabrik Toyota Indonesia dapat menyelesaikan proses produksi kendaraan mobil baru hanya dalam waktu 1,8 menit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia telah menjadi salah satu pabrik kendaraan terbesar di Tanah Air. Kapasitas produksinya pun terbilang besar karena mampu membuat ratusan ribu mobil dalam satu tahun.
Berdasarkan data Gaikindo, jumlah kendaraan yang mereka buat dari Januari hingga Agustus 2025 sudah mencapai 336.362 unit. Angka tersebut setara dengan 44,4 persen dari total produksi nasional yang sebesar 757.220 unit.
“Sekarang rata-rata waktu produksi di TMMIN adalah 1,8 menit per unit. Jumlah ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan konsumen,” ungkap Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia beberapa waktu lalu.
Kendaraan yang mereka buat kebanyakan dijual untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Meski demikian, jumlah ekspor ke berbagai negara lain juga tidak bisa dibilang sedikit.
Berdasarkan data Gaikindo, Toyota sudah mengirim sedikitnya 114.280 unit ke berbagai negara lain. Angka tersebut cukup untuk membuat mereka menjadi eksportir mobil terbesar di Indonesia dengan market share sebesar 34,1 persen.
Jika dihitung secara keseluruhan sejak pertama kali melakukan ekspor di 1987 maka mereka sudah mengirim sedikitnya 2,8 juta unit kendaraan. Bahkan angka 3 juta unit diperkirakan bakal tercapai tahun ini.
Walau dalam proses produksi Toyota sudah menggunakan beberapa teknologi tinggi berupa sistem robotik, mereka masih terus berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa sektor masih dikerjakan secara manual.
“Bagi kami automasi bersifat mendukung kinerja terutama untuk menjaga kualitas, meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Sehingga persentase automasi dari masing-masing fasilitas produksi Toyota bervariasi,” ungkapnya kemudian.
Meski demikian, Bob Azzam mengungkap bahwa dengan sistem automasi tetap akan membutuhkan SDM terampil. Pasalnya peran manusia tetap tidak bisa ditinggalkan.
“Penambahan automasi tidak serta-merta mengurangi tenaga kerja. Fokus dari automasi adalah meningkatkan keselamatan kerja dan pada pekerjaan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” tegasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Maret 2026, 09:00 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Terkini
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di sejumlah lokasi yang kerap terjadi kemacetan lalu lintas
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir bulan, SIM keliling Bandung tetap melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
30 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali dioperasikan seperti biasa di awal pekan, simak lokasi serta persyaratannya
30 Maret 2026, 03:55 WIB
Marco Bezzecchi memenangkan MotoGP Amerika 2026 ditemani rekan segarasinya, Jorge Martin di urutan kedua
29 Maret 2026, 16:08 WIB
Mobil listrik Denza Z bakal mengisi kelas yang sama dengan Porsche 911, gandeng Daniel Craig untuk promosinya
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kecelakaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diklaim mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2