Ada 45 Motor dan Mobil yang Bisa Dicoba di GIIAS Semarang 2026
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Pada kuartal pertama tahun fiskal 2022, keuntungan Toyota turun sebesar 45 persen dan saham ikut anjlok
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota mengumumkan bahwa keuntungan mereka mengalami penurunan sebesar 42 persen. Penurunan tersebut terjadi pada kuartal pertama tahun fiskal 2022 yang berakhir pada 30 Juni.
Pada kuartal pertama, pabrikan asal Jepang tersebut hanya berhasil meraup keuntungan sebesar 578.66 milyar Yen atau setara Rp64.66 triliun. Jumlah ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 997.4 milyar Yen atau Rp111.45 triliun.
Sejatinya para analis saham telah mengantisipasi keuntungan Toyota turun khususnya di kuartal pertama tahun fiskal 2022. Namun mereka hanya memperkirakan bahwa penuruhan keuntungan hanya sebesar 15 persen.
Selisih jauh antara perkiraan dengan kenyataan pun berdampak besar pada harga saham kendaraan. Saat ini harga saham telah anjlok 3 persen.
Ada banyak penyebab terjadinya penurunan keuntungan. Salah satu yang menjadi penyebab utama adalah tidak bisa memproduksi kendaraan sesuai kebutuhan.
Toyota telah 3 kali menutup pabrik hanya dalam 3 bulan pertama tahun fiskal 2022. Kondisi tersebut membuat produksi kendaraan mengalami penurunan sebesar 10 persen ditambah dengan adanya kelangkaan cip semikonduktor sehingga keadaan makin berat.
“Kami tidak mampu memproduksi banyak, sementara konsumen secara global menunggu kendaraan mereka dikirimkan,” tegas Toyota dalam siaran persnya.
Untungnya, pembatasan mobilitas di China karena Covid-19 telah dicabut dan masalah kepegawaian di pabrik pun diperkirakan telah teratasi. Setidaknya Toyota optimis bahwa produksi dapat meningkat di paruh kedua tahun ini.
Sayangnya Toyota memiliki beberapa tantangan lain seperti inflasi. Diperkirakan biaya material di masa depan akan meningkat 17 persen sehingga berdampak pada keuntungan.
Meski demikian Toyota tetap optimis untuk bisa memperbaiki kondisinya. Mereka juga tetap terus mengejar agar dapat memproduksi sedikitnya 9.7 juta mobil pada tahun fiskal 2022.
Perlu diketahui bahwa pada 2021 Toyota berhasil menjual sedikitnya 10.5 juta unit di seluruh dunia. Jumlah tersebut merupakan jumlah dari seluruh perusahaan di bawah bendera mereka seperti Daihatsu, Lexus dan Hino.
Berkat banyaknya jumlah kendaraan yang terjual, Toyota pun berhak untuk menjadi pabrikan mobil terbesar di dunia. Jauh meninggalkan Volkswagen di peringkat kedua dengan mencatatkan penjualan sebesar 8.9 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
09 Oktober 2026, 14:54 WIB
Teknologi keselamatan berkendara dan GPS dari Geotab membantu keamanan operasional armada transportasi
09 Oktober 2026, 12:21 WIB
Pameran modifikasi IMX 2026 jadi wadah kreativitas dan hiburan, digelar lebih luas di tiga hall ICE BSD
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Fermin Aldeguer turut merayakan kemenangan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade diberlakukan, kebijakan Ganjil Genap Jakarta menjadi sorotan banyak pihak akan efektivitasnya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, masyarakat masih bisa memanfaatka keberadaan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan masa berlaku kartu
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta