Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Pada kuartal pertama tahun fiskal 2022, keuntungan Toyota turun sebesar 45 persen dan saham ikut anjlok
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota mengumumkan bahwa keuntungan mereka mengalami penurunan sebesar 42 persen. Penurunan tersebut terjadi pada kuartal pertama tahun fiskal 2022 yang berakhir pada 30 Juni.
Pada kuartal pertama, pabrikan asal Jepang tersebut hanya berhasil meraup keuntungan sebesar 578.66 milyar Yen atau setara Rp64.66 triliun. Jumlah ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 997.4 milyar Yen atau Rp111.45 triliun.
Sejatinya para analis saham telah mengantisipasi keuntungan Toyota turun khususnya di kuartal pertama tahun fiskal 2022. Namun mereka hanya memperkirakan bahwa penuruhan keuntungan hanya sebesar 15 persen.
Selisih jauh antara perkiraan dengan kenyataan pun berdampak besar pada harga saham kendaraan. Saat ini harga saham telah anjlok 3 persen.
Ada banyak penyebab terjadinya penurunan keuntungan. Salah satu yang menjadi penyebab utama adalah tidak bisa memproduksi kendaraan sesuai kebutuhan.
Toyota telah 3 kali menutup pabrik hanya dalam 3 bulan pertama tahun fiskal 2022. Kondisi tersebut membuat produksi kendaraan mengalami penurunan sebesar 10 persen ditambah dengan adanya kelangkaan cip semikonduktor sehingga keadaan makin berat.
“Kami tidak mampu memproduksi banyak, sementara konsumen secara global menunggu kendaraan mereka dikirimkan,” tegas Toyota dalam siaran persnya.
Untungnya, pembatasan mobilitas di China karena Covid-19 telah dicabut dan masalah kepegawaian di pabrik pun diperkirakan telah teratasi. Setidaknya Toyota optimis bahwa produksi dapat meningkat di paruh kedua tahun ini.
Sayangnya Toyota memiliki beberapa tantangan lain seperti inflasi. Diperkirakan biaya material di masa depan akan meningkat 17 persen sehingga berdampak pada keuntungan.
Meski demikian Toyota tetap optimis untuk bisa memperbaiki kondisinya. Mereka juga tetap terus mengejar agar dapat memproduksi sedikitnya 9.7 juta mobil pada tahun fiskal 2022.
Perlu diketahui bahwa pada 2021 Toyota berhasil menjual sedikitnya 10.5 juta unit di seluruh dunia. Jumlah tersebut merupakan jumlah dari seluruh perusahaan di bawah bendera mereka seperti Daihatsu, Lexus dan Hino.
Berkat banyaknya jumlah kendaraan yang terjual, Toyota pun berhak untuk menjadi pabrikan mobil terbesar di dunia. Jauh meninggalkan Volkswagen di peringkat kedua dengan mencatatkan penjualan sebesar 8.9 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini
24 Agustus 2026, 06:12 WIB
SIM keliling Bandung tetap beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat di Kota Kembang dari dua lokasi
24 Agustus 2026, 06:11 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasi dan syaratnya
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Ipone tunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia di Indonesia Custom Show 2026