Produksi Toyota Global September 2023 Naik Tipis

Produksi Toyota global pada September 2023 capai 900.919 unit, naik tipis dibanding periode yang sama tahun lalu

Produksi Toyota Global September 2023 Naik Tipis

TRENOTO – Produksi Toyota global September 2023 naik menjadi 900.919 unit dari sebelumnya hanya 887.733 unit di periode yang sama tahun lalu. Ini artinya terjadi peningkatan sebesar 13.186 unit atau sekitar 1.5 persen.

Dilansir dari Reuters, peningkatan tidak lepas dari tingginya permintaan di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Bahkan khusus untuk Jepang, permintaannya menyumbang lebih dari sepertiga kendaraan yang diproduksi pada bulan itu.

Sayangnya hasil positif tidak diraih di China. Pada pasar otomotif terbesar di dunia tersebut Toyota justru mengalami penurunan produksi hingga 7 persen dibandingkan September 2022.

Pabrik Toyota kembali beroperasi
Photo : Reuters

Secara total, Toyota telah memproduksi lebih dari 7.4 juta unit atau naik 10.1 persen dibanding tahun lalu. Jumlah itu terbilang cukup besar dan masih berpotensi untuk mencapai target mereka yaitu 10.2 juta unit di akhir 2023.

Kemudian penjualan secara global juga diklaim mengalami kenaikan 11.6 persen selama dibandingkan September 2022. Total Toyota telah berhasil melepas sedikitnya 921.308 unit termasuk dari merek Lexus.

Jumlah itu disebabkan adanya beberapa negara yang mengalami peningkatan permintaan. Penjualan di Jepang misalnya mengalami peningkatan 20.5 persen sementara di Amerika Sekitar naik 14 persen dan Eropa tumbuh 18.1 persen.

Angka tersebut menutupi hasil negatif yang diraih oleh beberapa negara seperti Thailand, Indonesia dan Vietnam. Ketiga negara itu diklaim mengalami koreksi pasar karena adanya tantangan ekonomi.

Jika diakumulasi dari Januari hingga September 2023 maka Toyota sudah menjual sedikitnya 7.5 juta unit, termasuk brand Lexus.

Janjikan Banyak Teknologi

Toyota perkenalkan 4 mobil konsep
Photo : TrenOto

Selain meraih hasil yang baik pada produksi dan penjualan, Toyota juga berhasil memukau banyak orang di Japan Mobility Show 2023. Pabrikan asal Jepang tersebut membawa banyak mobil konsep berteknologi baru.

Mereka bahkan menjanjikan bahwa kendaraan tersebut terus dikembangkan lebih serius agar bisa dinikmati masyarakat di masa depan. Beberapa model pun dipastikan akan menggunakan teknologi elektrifikasi guna menjawab kebutuhan masyarakat.

Diharapkan mereka bisa lebih bersaing dengan beberapa pabrikan yang sudah lebih dulu hadir di persaingan mobil listrik.


Terkini

mobil
Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun

otosport
Aprilia

Aprilia Disebut Siap Kudeta Ducati pada MotoGP 2026

Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi

mobil
Wuling Almaz Darion

Wuling Almaz Darion Makin Dekat ke Indonesia, Desainnya Terdaftar

Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560

mobil
Mobil Listrik

Manufaktur Mobil Listrik Cina Disebut Belum Serap Komponen Lokal

GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen

mobil
Baterai Mobil Listrik

Cina Rancang Aturan Baru soal Keamanan Baterai Mobil Listrik

Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak

news
Bus Damri

Manuver Berbahaya Dua Bus Damri di Jalan Tol, Sopir Diberi Sanksi

Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain

mobil
Mobil Bekas

Tren Mobil Bekas di 2026, MPV dan LCGC Tetap Jadi Favorit

Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan

news
Bantuan yang Diperlukan Buat Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga

Bantuan yang Diperlukan Buat Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga

Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025