BYD Catat Sejarah Baru, Produksi 15 Juta Mobil Elektrifikasi
23 Desember 2025, 08:00 WIB
Produksi mobil Toyota alami penurunan dan jauh meleset dari target sebelumnya yaitu 800.000 unit per bulan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Jumlah produksi mobil Toyota alami penurunan sebesar 8.6 persen pada Juli 2022 bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Ini adalah bulan keempat secara berturut pabrikan asal Jepang tersebut meleset dari target.
Alasannya pun beragam, mulai dari pandemi Covid-19, cuaca buruk hingga krisis cip semikonduktor yang masih mengganggu pembuatan kendaraan. Dilansir dari Antara, bukan tidak mungkin Toyota global akan melakukan revisi target tahunannya.
Berdasarkan data yang disampaikan, Toyota Motor Corporation hanya mampu memproduksi sebanyak 706.547 kendaraan di seluruh dunia bulan lalu. Jumlah ini turun dari target 800.000 unit dan Juli 2021 yaitu 773.135 unit.
Secara keseluruhan, produksi dalam empat bulan pertama tahun fiskal yang dimulai pada bulan April telah turun 10.3 persen dari rencana awal. Padahal kekurangan cip semikonduktor dan pembatasan ketat di China sudah mulai melonggar.
Sayangnya, lini produksi di Jepang justru mengalami kendala karena munculnya kembali Covid-19 di pabrik mereka. Bahkan mereka telah mengalami penurunan 28.2 persen sementara di negara lain perfomanya justru membaik 4.5 persen.
Kondisi tersebut diyakini telah membaik pada Agustus 2022. Hal ini disampaikan oleh Seiji Sugiura, analis senior di Tokai Tokyo Research Institute yang mengatakan bahwa pada Agustus Toyota sanggup memproduksi 700.000 unit, jauh meningkat dibandingkan periode serupa tahun lalu dengan jumlah 530.000 kendaraan.
Tak hanya itu, ada optimisme pada September jumlah pembuatan kendaraan meningkat drastis menjadi 850.000 unit di seluruh dunia. Bila tercapai maka akan menjadi rekor tersendiri bagi pabrikan asal Jepang itu.
Tentu diperlukan sebuah langkah besar agar harapan itu dapat tercapai, terlebih masih banyak waktu untuk melakukan perbaikan. Bahkan bisa saja salah satu pabrikan terbesar di dunia tersebut berhasil menjawab tantangan.
Namun Sugiura pesimis target tahunan dapat tercapai karena Toyota belum keluar dari masalah. Walau kondisinya sudah membaik, pasokan cip semikonduktor masih tidak stabil sehingga akan sulit bagi perusahaan mengejar target produksi 9.7 juta unit.
“Dalam hal pemulihan dari situasi pada paruh pertama tahun ini, saya percaya bahwa perusahaan akan menetapkan produksi bulanan 800.000 atau 850.000 unit per bulan. Jika melebihi 800.000 unit dalam satu bulan, itu akan menjadi rekor," pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Desember 2025, 08:00 WIB
22 Desember 2025, 07:00 WIB
19 Desember 2025, 11:00 WIB
02 Desember 2025, 13:00 WIB
29 September 2025, 08:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 20:00 WIB
Aturan baru MotoGP 2027 mencakup penurunan kapasitas mesin, Dani Pedrosa ungkap keunggulannya buat pembalap
05 Januari 2026, 19:40 WIB
Produk baru dari Penta Prima diklaim memiliki sejumlah keunggulan, harga kompetitif dengan kualitas terjamin
05 Januari 2026, 17:33 WIB
Chery TIggo 7 CSH berpeluang mengisi lini kendaraan ramah lingkungan PT CSI di dalam negeri, ini wujudnya
05 Januari 2026, 16:41 WIB
Ferarri F40 disematkan wide body milik Fully Leaded
05 Januari 2026, 15:29 WIB
Hongqi punya sejumlah model kendaraan mewah yang menarik dan berpeluang dihadirkan di Indonesia tahun ini
05 Januari 2026, 14:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid diharapkan bisa sampai ke konsumen sebelum momentum libur Lebaran pada Maret 2026
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Penurunan harga BMW di pasar Cina sudah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2026 dengan besaran bervariasi
05 Januari 2026, 12:00 WIB
Melihat ketidakpastian insentif tahun ini, ekonom yakin penjualan mobil baru belum bisa tembus 1 juta unit