Tak Cuma Beli, Chery Pertimbangkan Skenario Lain Buat Miliki Pabrik
02 Desember 2025, 13:00 WIB
Produksi mobil Toyota alami penurunan dan jauh meleset dari target sebelumnya yaitu 800.000 unit per bulan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Jumlah produksi mobil Toyota alami penurunan sebesar 8.6 persen pada Juli 2022 bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Ini adalah bulan keempat secara berturut pabrikan asal Jepang tersebut meleset dari target.
Alasannya pun beragam, mulai dari pandemi Covid-19, cuaca buruk hingga krisis cip semikonduktor yang masih mengganggu pembuatan kendaraan. Dilansir dari Antara, bukan tidak mungkin Toyota global akan melakukan revisi target tahunannya.
Berdasarkan data yang disampaikan, Toyota Motor Corporation hanya mampu memproduksi sebanyak 706.547 kendaraan di seluruh dunia bulan lalu. Jumlah ini turun dari target 800.000 unit dan Juli 2021 yaitu 773.135 unit.
Secara keseluruhan, produksi dalam empat bulan pertama tahun fiskal yang dimulai pada bulan April telah turun 10.3 persen dari rencana awal. Padahal kekurangan cip semikonduktor dan pembatasan ketat di China sudah mulai melonggar.
Sayangnya, lini produksi di Jepang justru mengalami kendala karena munculnya kembali Covid-19 di pabrik mereka. Bahkan mereka telah mengalami penurunan 28.2 persen sementara di negara lain perfomanya justru membaik 4.5 persen.
Kondisi tersebut diyakini telah membaik pada Agustus 2022. Hal ini disampaikan oleh Seiji Sugiura, analis senior di Tokai Tokyo Research Institute yang mengatakan bahwa pada Agustus Toyota sanggup memproduksi 700.000 unit, jauh meningkat dibandingkan periode serupa tahun lalu dengan jumlah 530.000 kendaraan.
Tak hanya itu, ada optimisme pada September jumlah pembuatan kendaraan meningkat drastis menjadi 850.000 unit di seluruh dunia. Bila tercapai maka akan menjadi rekor tersendiri bagi pabrikan asal Jepang itu.
Tentu diperlukan sebuah langkah besar agar harapan itu dapat tercapai, terlebih masih banyak waktu untuk melakukan perbaikan. Bahkan bisa saja salah satu pabrikan terbesar di dunia tersebut berhasil menjawab tantangan.
Namun Sugiura pesimis target tahunan dapat tercapai karena Toyota belum keluar dari masalah. Walau kondisinya sudah membaik, pasokan cip semikonduktor masih tidak stabil sehingga akan sulit bagi perusahaan mengejar target produksi 9.7 juta unit.
“Dalam hal pemulihan dari situasi pada paruh pertama tahun ini, saya percaya bahwa perusahaan akan menetapkan produksi bulanan 800.000 atau 850.000 unit per bulan. Jika melebihi 800.000 unit dalam satu bulan, itu akan menjadi rekor," pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Desember 2025, 13:00 WIB
29 September 2025, 08:00 WIB
19 September 2025, 07:00 WIB
28 Agustus 2025, 14:00 WIB
07 Agustus 2025, 22:30 WIB
Terkini
08 Desember 2025, 08:00 WIB
Biaya perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta bakal lebih tinggi karena tarif tol Sedyatmo akan disesuaikan
08 Desember 2025, 07:00 WIB
Jalur Puncak II dinilai memiliki potensi bahaya yang cukup tinggi saat libur Natal dan tahun baru 2026
08 Desember 2025, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara, Anda bisa menyambangi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
08 Desember 2025, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi bisa dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini
08 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta dinilai masih efektif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas yang ada di Ibu Kota
07 Desember 2025, 21:00 WIB
Praz Teguh tercatat memiliki beberapa motor dan mobil, salah satu yang unik adalah sebuah angkot Suzuki Carry
07 Desember 2025, 19:00 WIB
Varian terbaru dari iCar V23 didukung teknologi swap baterai, harganya disebut bakal semakin kompetitif
07 Desember 2025, 17:10 WIB
Mahindra lebih pilih fokus bentuk pasar di Indonesia sebelum memutuskan untuk merakit mobil secara lokal