Produksi Mobil Toyota Alami Penurunan, Jauh Meleset dari Harapan

Produksi mobil Toyota alami penurunan dan jauh meleset dari target sebelumnya yaitu 800.000 unit per bulan

Produksi Mobil Toyota Alami Penurunan, Jauh Meleset dari Harapan

TRENOTO – Jumlah produksi mobil Toyota alami penurunan sebesar 8.6 persen pada Juli 2022 bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Ini adalah bulan keempat secara berturut pabrikan asal Jepang tersebut meleset dari target.

Alasannya pun beragam, mulai dari pandemi Covid-19, cuaca buruk hingga krisis cip semikonduktor yang masih mengganggu pembuatan kendaraan. Dilansir dari Antara, bukan tidak mungkin Toyota global akan melakukan revisi target tahunannya.

Berdasarkan data yang disampaikan, Toyota Motor Corporation hanya mampu memproduksi sebanyak 706.547 kendaraan di seluruh dunia bulan lalu. Jumlah ini turun dari target 800.000 unit dan Juli 2021 yaitu 773.135 unit.

Photo : Toyota Astra Motor

Secara keseluruhan, produksi dalam empat bulan pertama tahun fiskal yang dimulai pada bulan April telah turun 10.3 persen dari rencana awal. Padahal kekurangan cip semikonduktor dan pembatasan ketat di China sudah mulai melonggar.

Sayangnya, lini produksi di Jepang justru mengalami kendala karena munculnya kembali Covid-19 di pabrik mereka. Bahkan mereka telah mengalami penurunan 28.2 persen sementara di negara lain perfomanya justru membaik 4.5 persen.

Kondisi tersebut diyakini telah membaik pada Agustus 2022. Hal ini disampaikan oleh Seiji Sugiura, analis senior di Tokai Tokyo Research Institute yang mengatakan bahwa pada Agustus Toyota sanggup memproduksi 700.000 unit, jauh meningkat dibandingkan periode serupa tahun lalu dengan jumlah 530.000 kendaraan.

Tak hanya itu, ada optimisme pada September jumlah pembuatan kendaraan meningkat drastis menjadi 850.000 unit di seluruh dunia. Bila tercapai maka akan menjadi rekor tersendiri bagi pabrikan asal Jepang itu.

Tentu diperlukan sebuah langkah besar agar harapan itu dapat tercapai, terlebih masih banyak waktu untuk melakukan perbaikan. Bahkan bisa saja salah satu pabrikan terbesar di dunia tersebut berhasil menjawab tantangan.

Photo : Istimewa

Namun Sugiura pesimis target tahunan dapat tercapai karena Toyota belum keluar dari masalah. Walau kondisinya sudah membaik, pasokan cip semikonduktor masih tidak stabil sehingga akan sulit bagi perusahaan mengejar target produksi 9.7 juta unit.

“Dalam hal pemulihan dari situasi pada paruh pertama tahun ini, saya percaya bahwa perusahaan akan menetapkan produksi bulanan 800.000 atau 850.000 unit per bulan. Jika melebihi 800.000 unit dalam satu bulan, itu akan menjadi rekor," pungkasnya.


Terkini

mobil
Mobil Listrik

Biang Kerok Penjualan Mobil Listrik Tesla Keok dari BYD di 2025

Kebijakan pemerintah federal di Amerika Serikat disebut bikin penjualan mobil listrik Tesla kalah dari BYD

otosport
Marc Marquez

Marc Marquez Beri Sinyal Pensiun Dini dari Dunia MotoGP

Setelah badai cedera menerpa, kondisi fisik Marc Marquez dirasa sudah tidak seprima seperti dahulu kala

mobil
Hyundai Stargazer

Hyundai Stargazer Menyala saat Diparkir, Ini Dugaan Penyebabnya

Kunci tertinggal di kabin diduga jadi salah satu penyebab Hyundai Stargazer menyala otomatis ketika diparkir

mobil
Mitsubishi Triton

Varian Baru Mitsubishi Triton Meluncur, Single Cabin Versi Sporti

Mitsubishi Triton Single Cabin tersedia dalam varian baru yang tampil semakin sporti, harga Rp 300 jutaan

news
Pondok Indah

Aksi Mobil Drift di Pondok Indah Meresahkan, Polisi Buru Pelaku

Aksi drift di Pondok Indah dianggap sangat membahayakan, seharusnya dilakukan di area khusus yang disediakan

mobil
Toyota Gazoo Racing

Toyota Gazoo Racing Ganti Nama, Perkuat Identitas di Ajang Balap

Pergantian nama divisi balap Gazoo Racing tanpa entitas Toyota resmi berlaku, efektif per 7 Januari 2026

mobil
Hyundai Kona Electric

Hyundai Sambut Wacana Insentif Khusus Buat EV dengan Baterai Nikel

Wacana insentif lebih besar buat mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel bakal menguntungkan Hyundai

mobil
Ekspor Toyota

Ekspor Toyota Indonesia Berpotensi Terdampak Serangan AS ke Venezuela

Serangan AS ke Venezuela beberapa waktu lalu berpotensi sebabkan penurunan ekspor Toyota ke negara tersebut