Ekspor Mobil CBU Bantu Maksimalkan Kapasitas Produksi di RI
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Pasar ekspor kendaraan di 2026 diperkirakan bakal menghadapi beberapa tantangan yang dinilai cukup berat
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota mengungkap bahwa 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan untuk pasar ekspor kendaraan. Pasalnya ada banyak situasi yang sulit untuk diatasi sehingga diperlukan kejelian perusahaan untuk mengatasinya.
Salah satunya adanya kebijakan proteksi dari beberapa negara tujuan ekspor kendaraan asal Indonesia.
“Tantangan utama yang dihadapi antara lain perlambatan ekonomi global. Kemudian meningkatnya kecenderungan proteksionisme di berbagai negara serta lebih ketatnya kebijakan tarif di sejumlah pasar utama,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO (06/01).
Salah satu yang melakukan kebijakan proteksi tersebut adalah Meksiko. Negara itu melihat bahwa sudah terlalu banyak mobil asal Asia dijual di pasaran sehingga memperketat impor kendaraan khususnya dari Asia.
Tujuannya tentu melindungi industri otomotif di dalam negeri.
Meski demikian, dampak dari kebijakan tersebut tidak bisa terlihat secara instan. Toyota Indonesia berpendapat bahwa produk otomotif bukanlah sesuatu yang dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bob Azam.
Selama ini Toyota memang sudah melakukan ekspor kendaraan hybrid ke berbagai negara. Model tersebut adalah Yaris Cross dan Innova Zenix.
Kemudian Toyota Veloz Hybrid yang sudah diperkenalkan akhir tahun lalu juga digadang-gadang bakal diekspor ke berbagai negara. Dengan demkian diharapkan pasar ekspor bakal meningkat lebih besar.
Perlu diketahui bahwa pada Januari hingga November 2025, Toyota telah mengekspor sedikitnya 159.366 mobil. Jumlah itu naik 8.020 unit dibanding periode serupa tahun sebelumnya atau sekitar 5,3 persen.
Toyota pun menjadi pabrikan yang paling banyak melakukan pengiriman kendaraan keluar negeri. Mereka menguasasi 35,3 persen dari total ekspor mobil nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Gaikindo menegaskan pentingnya pemberian insentif mobil hybrid dalam mendorong transisi menuju elektrifikasi
30 Oktober 2026, 15:00 WIB
Honda Auto Technology merupakan ajang untuk memperkenalkan teknologi yang dikembangkan bagi konsumen