Melihat Peran Toyota Indonesia dalam Pasar Ekspor Tanah Air
24 September 2025, 21:00 WIB
Pasar ekspor kendaraan di 2026 diperkirakan bakal menghadapi beberapa tantangan yang dinilai cukup berat
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota mengungkap bahwa 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan untuk pasar ekspor kendaraan. Pasalnya ada banyak situasi yang sulit untuk diatasi sehingga diperlukan kejelian perusahaan untuk mengatasinya.
Salah satunya adanya kebijakan proteksi dari beberapa negara tujuan ekspor kendaraan asal Indonesia.
“Tantangan utama yang dihadapi antara lain perlambatan ekonomi global. Kemudian meningkatnya kecenderungan proteksionisme di berbagai negara serta lebih ketatnya kebijakan tarif di sejumlah pasar utama,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO (06/01).
Salah satu yang melakukan kebijakan proteksi tersebut adalah Meksiko. Negara itu melihat bahwa sudah terlalu banyak mobil asal Asia dijual di pasaran sehingga memperketat impor kendaraan khususnya dari Asia.
Tujuannya tentu melindungi industri otomotif di dalam negeri.
Meski demikian, dampak dari kebijakan tersebut tidak bisa terlihat secara instan. Toyota Indonesia berpendapat bahwa produk otomotif bukanlah sesuatu yang dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bob Azam.
Selama ini Toyota memang sudah melakukan ekspor kendaraan hybrid ke berbagai negara. Model tersebut adalah Yaris Cross dan Innova Zenix.
Kemudian Toyota Veloz Hybrid yang sudah diperkenalkan akhir tahun lalu juga digadang-gadang bakal diekspor ke berbagai negara. Dengan demkian diharapkan pasar ekspor bakal meningkat lebih besar.
Perlu diketahui bahwa pada Januari hingga November 2025, Toyota telah mengekspor sedikitnya 159.366 mobil. Jumlah itu naik 8.020 unit dibanding periode serupa tahun sebelumnya atau sekitar 5,3 persen.
Toyota pun menjadi pabrikan yang paling banyak melakukan pengiriman kendaraan keluar negeri. Mereka menguasasi 35,3 persen dari total ekspor mobil nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 September 2025, 21:00 WIB
04 Agustus 2025, 22:00 WIB
26 Juli 2025, 10:00 WIB
12 Juli 2025, 07:00 WIB
31 Januari 2025, 09:00 WIB
Terkini
06 Januari 2026, 11:00 WIB
Banyaknya populasi mobil listrik di Tanah Air diyakini bakal mempengaruhi dunia modifikasi Tanah Air
06 Januari 2026, 10:00 WIB
Mengisi kelas di bawah bZ4X, model anyar Toyota C-HR EV dijadwalkan hadir di pasar global mulai tahun ini
06 Januari 2026, 09:00 WIB
Pemerintah disarankan untuk memberikan perhatian lebih ke industri otomotif ketimbang membuat motor nasional
06 Januari 2026, 08:00 WIB
Dedi Mulyadi ingin masyarakat di Jawa Barat bisa merasa lebih ringan dalam membayar pajak kendaraan bermotor
06 Januari 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik Cina belum sepenuhnya menyerap komponen lokal, GIAMM ingin ketegasan aturan dari pemerintah
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Pasar Modern Batununggal menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani masyarakat Kota Kembang
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Pemerintah kembali gelar aturan ganjil genap Jakarta di puluhan ruas jalan Ibu Kota untuk atasi macet
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan SIM bisa dilakukan dengan mudah di layanan SIM keliling Jakarta, berikut syarat dan ketentuannya