Tren Mobil Listrik di Indonesia, Terus Berkembang sejak 2020
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik Cina belum sepenuhnya menyerap komponen lokal, GIAMM ingin ketegasan aturan dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik impor yang diberikan pemerintah dua tahun belakangan terbukti sukses mempopulerkan penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia.
Sejumlah merek Tiongkok masuk Indonesia menggunakan skema tersebut. Hasilnya mobil listrik Cina bisa dijual dengan harga kompetitif meskipun masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau impor utuh.
Seluruhnya diwajibkan melakukan perakitan lokal mulai 2026. Kebijakan ini harapannya dapat menggairahkan seluruh sektor industri otomotif termasuk komponen.
Meskipun begitu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengklaim banyak pabrikan belum maksimal memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sehingga perakitan lokal tidak sepenuhnya memberikan keuntungan bagi supplier di Indonesia.
Ditambah, GIAMM mengungkapkan dari 40 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diwajibkan, prosedur Completely Knocked Down (CKD) itu sendiri sudah terhitung 30 persen.
“Untuk mobil listrik, pemerintah juga tegas didorong mulai melakukan lokalisasi dengan memanfaatkan industri parts atau komponen dalam negeri yang sudah ada,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.
Lokalisasi komponen jadi langkah krusial dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Tanah Air.
Mengingat industri komponen di Indonesia disebut mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut.
Sebagai informasi, manufaktur yang telah melakukan perakitan lokal dan menyerap komponen lokal merupakan merek Jepang.
Salah satu contohnya yakni Toyota. Pabrikan berlambang T itu telah menggandeng 760 perusahaan pemasok yang mencakup pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Lokalisasi komponen termasuk blok mesin pada lini kendaraan Toyota pada akhirnya meningkatkan standar pemasok nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sisi lain, Daihatsu juga telah memanfaatkan 1.700 supplier, lebih dari 700 UMKM dan satu juta tenaga kerja untuk mendukung produksi kendaraannya di Indonesia.
Pabrikan asal Cina, Wuling berkomitmen melibatkan industri komponen lokal untuk perakitan mobil listriknya seperti Wuling Air ev.
Langkah serupa diharapkan bisa dilakukan oleh deretan merek mobil Cina yang ingin berkiprah di Indonesia dalam jangka waktu panjang, agar tidak sekadar mendorong penjualan tetapi ikut mengembangkan industri komponen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 06:24 WIB
15 Januari 2026, 16:00 WIB
15 Januari 2026, 14:00 WIB
15 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario
17 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova bekas masih menjadi pilihan menarik untuk pelanggan yang membutuhkan MPV tangguh
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model
17 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada