Harga Mobil BMW Turun Demi Bisa Bersaing dengan Produk Cina
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik Cina belum sepenuhnya menyerap komponen lokal, GIAMM ingin ketegasan aturan dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik impor yang diberikan pemerintah dua tahun belakangan terbukti sukses mempopulerkan penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia.
Sejumlah merek Tiongkok masuk Indonesia menggunakan skema tersebut. Hasilnya mobil listrik Cina bisa dijual dengan harga kompetitif meskipun masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau impor utuh.
Seluruhnya diwajibkan melakukan perakitan lokal mulai 2026. Kebijakan ini harapannya dapat menggairahkan seluruh sektor industri otomotif termasuk komponen.
Meskipun begitu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengklaim banyak pabrikan belum maksimal memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sehingga perakitan lokal tidak sepenuhnya memberikan keuntungan bagi supplier di Indonesia.
Ditambah, GIAMM mengungkapkan dari 40 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diwajibkan, prosedur Completely Knocked Down (CKD) itu sendiri sudah terhitung 30 persen.
“Untuk mobil listrik, pemerintah juga tegas didorong mulai melakukan lokalisasi dengan memanfaatkan industri parts atau komponen dalam negeri yang sudah ada,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.
Lokalisasi komponen jadi langkah krusial dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Tanah Air.
Mengingat industri komponen di Indonesia disebut mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut.
Sebagai informasi, manufaktur yang telah melakukan perakitan lokal dan menyerap komponen lokal merupakan merek Jepang.
Salah satu contohnya yakni Toyota. Pabrikan berlambang T itu telah menggandeng 760 perusahaan pemasok yang mencakup pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Lokalisasi komponen termasuk blok mesin pada lini kendaraan Toyota pada akhirnya meningkatkan standar pemasok nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sisi lain, Daihatsu juga telah memanfaatkan 1.700 supplier, lebih dari 700 UMKM dan satu juta tenaga kerja untuk mendukung produksi kendaraannya di Indonesia.
Pabrikan asal Cina, Wuling berkomitmen melibatkan industri komponen lokal untuk perakitan mobil listriknya seperti Wuling Air ev.
Langkah serupa diharapkan bisa dilakukan oleh deretan merek mobil Cina yang ingin berkiprah di Indonesia dalam jangka waktu panjang, agar tidak sekadar mendorong penjualan tetapi ikut mengembangkan industri komponen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Januari 2026, 13:00 WIB
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Pasar Modern Batununggal menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani masyarakat Kota Kembang
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Pemerintah kembali gelar aturan ganjil genap Jakarta di puluhan ruas jalan Ibu Kota untuk atasi macet
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan SIM bisa dilakukan dengan mudah di layanan SIM keliling Jakarta, berikut syarat dan ketentuannya
05 Januari 2026, 20:00 WIB
Aturan baru MotoGP 2027 mencakup penurunan kapasitas mesin, Dani Pedrosa ungkap keunggulannya buat pembalap
05 Januari 2026, 19:40 WIB
Produk baru dari Penta Prima diklaim memiliki sejumlah keunggulan, harga kompetitif dengan kualitas terjamin
05 Januari 2026, 17:33 WIB
Chery TIggo 7 CSH berpeluang mengisi lini kendaraan ramah lingkungan PT CSI di dalam negeri, ini wujudnya
05 Januari 2026, 16:41 WIB
Ferarri F40 disematkan wide body milik Fully Leaded
05 Januari 2026, 15:29 WIB
Hongqi punya sejumlah model kendaraan mewah yang menarik dan berpeluang dihadirkan di Indonesia tahun ini