GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Mobil listrik Cina belum sepenuhnya menyerap komponen lokal, GIAMM ingin ketegasan aturan dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik impor yang diberikan pemerintah dua tahun belakangan terbukti sukses mempopulerkan penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia.
Sejumlah merek Tiongkok masuk Indonesia menggunakan skema tersebut. Hasilnya mobil listrik Cina bisa dijual dengan harga kompetitif meskipun masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau impor utuh.
Seluruhnya diwajibkan melakukan perakitan lokal mulai 2026. Kebijakan ini harapannya dapat menggairahkan seluruh sektor industri otomotif termasuk komponen.
Meskipun begitu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengklaim banyak pabrikan belum maksimal memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sehingga perakitan lokal tidak sepenuhnya memberikan keuntungan bagi supplier di Indonesia.
Ditambah, GIAMM mengungkapkan dari 40 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diwajibkan, prosedur Completely Knocked Down (CKD) itu sendiri sudah terhitung 30 persen.
“Untuk mobil listrik, pemerintah juga tegas didorong mulai melakukan lokalisasi dengan memanfaatkan industri parts atau komponen dalam negeri yang sudah ada,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.
Lokalisasi komponen jadi langkah krusial dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Tanah Air.
Mengingat industri komponen di Indonesia disebut mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut.
Sebagai informasi, manufaktur yang telah melakukan perakitan lokal dan menyerap komponen lokal merupakan merek Jepang.
Salah satu contohnya yakni Toyota. Pabrikan berlambang T itu telah menggandeng 760 perusahaan pemasok yang mencakup pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Lokalisasi komponen termasuk blok mesin pada lini kendaraan Toyota pada akhirnya meningkatkan standar pemasok nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sisi lain, Daihatsu juga telah memanfaatkan 1.700 supplier, lebih dari 700 UMKM dan satu juta tenaga kerja untuk mendukung produksi kendaraannya di Indonesia.
Pabrikan asal Cina, Wuling berkomitmen melibatkan industri komponen lokal untuk perakitan mobil listriknya seperti Wuling Air ev.
Langkah serupa diharapkan bisa dilakukan oleh deretan merek mobil Cina yang ingin berkiprah di Indonesia dalam jangka waktu panjang, agar tidak sekadar mendorong penjualan tetapi ikut mengembangkan industri komponen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026