Peluang Mazda EZ-6 Melantai di Ajang GIIAS 2026, Sudah Tes Jalan
13 April 2026, 19:00 WIB
Mobil listrik Cina belum sepenuhnya menyerap komponen lokal, GIAMM ingin ketegasan aturan dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik impor yang diberikan pemerintah dua tahun belakangan terbukti sukses mempopulerkan penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia.
Sejumlah merek Tiongkok masuk Indonesia menggunakan skema tersebut. Hasilnya mobil listrik Cina bisa dijual dengan harga kompetitif meskipun masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau impor utuh.
Seluruhnya diwajibkan melakukan perakitan lokal mulai 2026. Kebijakan ini harapannya dapat menggairahkan seluruh sektor industri otomotif termasuk komponen.
Meskipun begitu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengklaim banyak pabrikan belum maksimal memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sehingga perakitan lokal tidak sepenuhnya memberikan keuntungan bagi supplier di Indonesia.
Ditambah, GIAMM mengungkapkan dari 40 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diwajibkan, prosedur Completely Knocked Down (CKD) itu sendiri sudah terhitung 30 persen.
“Untuk mobil listrik, pemerintah juga tegas didorong mulai melakukan lokalisasi dengan memanfaatkan industri parts atau komponen dalam negeri yang sudah ada,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.
Lokalisasi komponen jadi langkah krusial dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Tanah Air.
Mengingat industri komponen di Indonesia disebut mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut.
Sebagai informasi, manufaktur yang telah melakukan perakitan lokal dan menyerap komponen lokal merupakan merek Jepang.
Salah satu contohnya yakni Toyota. Pabrikan berlambang T itu telah menggandeng 760 perusahaan pemasok yang mencakup pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Lokalisasi komponen termasuk blok mesin pada lini kendaraan Toyota pada akhirnya meningkatkan standar pemasok nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sisi lain, Daihatsu juga telah memanfaatkan 1.700 supplier, lebih dari 700 UMKM dan satu juta tenaga kerja untuk mendukung produksi kendaraannya di Indonesia.
Pabrikan asal Cina, Wuling berkomitmen melibatkan industri komponen lokal untuk perakitan mobil listriknya seperti Wuling Air ev.
Langkah serupa diharapkan bisa dilakukan oleh deretan merek mobil Cina yang ingin berkiprah di Indonesia dalam jangka waktu panjang, agar tidak sekadar mendorong penjualan tetapi ikut mengembangkan industri komponen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 April 2026, 19:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
13 April 2026, 07:00 WIB
12 April 2026, 18:27 WIB
12 April 2026, 15:00 WIB
Terkini
13 April 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik Mazda EZ-6 cukup dinanti-nanti, sebab sempat tertangkap kamera melakukan uji jalan
13 April 2026, 17:59 WIB
Isuzu masih terus menyediakan opsi suku cadang buatan Jepang dan lokal, harga menyesuaikan kebutuhan konsumen
13 April 2026, 16:55 WIB
Mitsubishi Fuso terus berupaya untuk membantu para konsumen, untuk melakukan efisiensi biaya serta waktu
13 April 2026, 11:00 WIB
Ratusan ribu mobil Cina dikirimkan ke berbagai negara akibat meningkatnya permintaan imbas kenaikan harga BBM
13 April 2026, 09:00 WIB
Insentif kendaraan listrik kembali dipertimbangkan untuk bisa menarik minat para pelanggan di Indonesia
13 April 2026, 07:00 WIB
BYD Sealion 7 mulai menuai respons positif di tengah krisis energi, jadi mobil operasional pilihan PM Thailand
13 April 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pengendara motor dan mobil, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
13 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali tersedia untuk perpanjangan hari ini, simak informasi lengkapnya