Changan Nevo Q05 Makin Dekat ke Indonesia, Rival Geely EX5
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik Cina belum sepenuhnya menyerap komponen lokal, GIAMM ingin ketegasan aturan dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik impor yang diberikan pemerintah dua tahun belakangan terbukti sukses mempopulerkan penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia.
Sejumlah merek Tiongkok masuk Indonesia menggunakan skema tersebut. Hasilnya mobil listrik Cina bisa dijual dengan harga kompetitif meskipun masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau impor utuh.
Seluruhnya diwajibkan melakukan perakitan lokal mulai 2026. Kebijakan ini harapannya dapat menggairahkan seluruh sektor industri otomotif termasuk komponen.
Meskipun begitu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengklaim banyak pabrikan belum maksimal memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sehingga perakitan lokal tidak sepenuhnya memberikan keuntungan bagi supplier di Indonesia.
Ditambah, GIAMM mengungkapkan dari 40 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diwajibkan, prosedur Completely Knocked Down (CKD) itu sendiri sudah terhitung 30 persen.
“Untuk mobil listrik, pemerintah juga tegas didorong mulai melakukan lokalisasi dengan memanfaatkan industri parts atau komponen dalam negeri yang sudah ada,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO belum lama ini.
Lokalisasi komponen jadi langkah krusial dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Tanah Air.
Mengingat industri komponen di Indonesia disebut mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut.
Sebagai informasi, manufaktur yang telah melakukan perakitan lokal dan menyerap komponen lokal merupakan merek Jepang.
Salah satu contohnya yakni Toyota. Pabrikan berlambang T itu telah menggandeng 760 perusahaan pemasok yang mencakup pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Lokalisasi komponen termasuk blok mesin pada lini kendaraan Toyota pada akhirnya meningkatkan standar pemasok nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sisi lain, Daihatsu juga telah memanfaatkan 1.700 supplier, lebih dari 700 UMKM dan satu juta tenaga kerja untuk mendukung produksi kendaraannya di Indonesia.
Pabrikan asal Cina, Wuling berkomitmen melibatkan industri komponen lokal untuk perakitan mobil listriknya seperti Wuling Air ev.
Langkah serupa diharapkan bisa dilakukan oleh deretan merek mobil Cina yang ingin berkiprah di Indonesia dalam jangka waktu panjang, agar tidak sekadar mendorong penjualan tetapi ikut mengembangkan industri komponen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 07:00 WIB
29 Mei 2026, 21:12 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
26 Mei 2026, 19:13 WIB
Terkini
04 Juni 2026, 09:00 WIB
Jetour T1 i-DM hadir untuk memenuhi kebutuhan mobilitas para konsumen yang tengah mencari mobil PHEV
04 Juni 2026, 07:37 WIB
Asuransi Astra mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya suku bunga berdampak pada bisnis asuransi
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan
03 Juni 2026, 20:37 WIB
Forwot baru saja merayakan hari jadi yang ke-23 dengan menggelar kompetisi padel diikuti berbagai pihak
03 Juni 2026, 14:03 WIB
Demi memanjakan para konsumen di Indonesia, ada harga khusus untuk pembelian 500 Jetour T1 i-DM pertama
03 Juni 2026, 11:05 WIB
Seres berkolaborasi dengan Volcano Engine untuk menyiapkan mobil baru bermerek Chongqing Saidou Technology
03 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta terkini masih dipercaya untuk memecah kemacetan yang terjadi di Ibu Kota pada jam sibuk