Intip Kelebihan Triumph Scrambler Dedi Mulyadi untuk Blusukan
17 Februari 2026, 15:00 WIB
Dedi Mulyadi ingin masyarakat di Jawa Barat bisa merasa lebih ringan dalam membayar pajak kendaraan bermotor
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ada hadiah tahun baru bagi pemilik motor dan mobil di Jawa Barat (Jabar). Sebab pada 2026 pajak kendaraan bermotor (PKB) tidak mengalami kenaikan.
Tentu ini menjadi hal yang cukup positif. Sebab masyarakat bisa menunaikan kewajibannya dengan lebih ringan.
“Untuk kendaraan pribadi, roda dua dan roda empat, tidak ada kenaikan pajak tetap seperti tahun 2025,” ungkap Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat di akun Instagram pribadinya, Selasa (06/01).
Selain PKB, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga tidak menaikkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di wilayah Jawa Barat pada 2026.
Sebuah angin segar bagi masyarakat. Sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan dana tambahan di tahun ini.
Apalagi berbagai keringanan turut diberikan oleh orang nomor satu di Bandung, Bogor sampai Cirebon tersebut.
Dedi Mulyadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menurunkan tarif pajak kendaraan pelat kuning.
Buat angkutan penumpang yang tadinya dikenakan pajak 60 persen pada 2025, sekarang hanya 30 persen.
“Sedangkan pelat kuning untuk angkutan barang yang dulu dikenakan 100 persen, sekarang diturunkan menjadi 70 persen,” tegas Dedi Mulyadi.
Lebih jauh disebutkan, keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak menaikkan pajak kendaraan dilandasi beberapa alasan.
Semisal memberi dukungan terhadap sektor transportasi umum dan logistik. Kemudian meringankan beban para pelaku usaha di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi pun mengapresiasi warganya yang sudah taat membayar pajak kendaraan bermotor. Sebab bisa mendatangkan dampak baik.
Seperti pembangunan yang merata di Jawa Barat, terutama untuk pembuatan maupun perbaikan jalan.
“Dari pajak yang dibayarkan itu hari ini jalan-jalan di Jawa Barat mulus-mulus, lebar-lebar, banyak yang dilengkapi dengan trotoar, banyak yang dilengkapi taman, banyak yang dilengkapi PJU (penerangan jalan umum), berdrainase, ber-CCTV,” lanjut KDM.
Ia menuturkan bahwa berkat masyarakat rutin membayar pajak kendaraan bermotor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki dana atau anggaran buat melakukan pembangunan.
Oleh sebab itu, Gubernur Jawa Barat ini mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam menunaikan kewajiban.
“Jangan sampai motornya bagus, mobilnya bagus, gagah di jalan raya tetapi tidak mau membayar pajak,” pungkas Dedi Mulyadi.
Sebagai informasi, melansir laman resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, tarif pajak kendaraan bermotor pribadi untuk kepemilikan pertama sebesar 1,12 persen.
Sementara buat kepemilikan kedua secara progresif mencapai 1,62 persen, kepemilikan ketiga 2,12 persen, kepemilikan keempat 2,62 persen serta kepemilikan kelima dan seterusnya 3,12 persen.
Detail kebijakan di atas bisa dilihat dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2023.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Februari 2026, 15:00 WIB
25 Januari 2026, 09:00 WIB
19 Januari 2026, 09:00 WIB
13 Januari 2026, 16:00 WIB
17 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
20 Februari 2026, 20:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin mengatakan bahwa produksi pikap lokal mencapai satu juta unit per tahun
20 Februari 2026, 19:00 WIB
Impor truk pikap tahun ini tembus 105.000 unit, Gaikindo tegaskan industri dalam negeri masih mampu menyuplai
20 Februari 2026, 18:00 WIB
Ada 35.000 pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors diimpor secara utuh ke Indonesia
20 Februari 2026, 17:00 WIB
Indonesia mampu berkontribusi cukup besar dalam pasar motor baru ASEAN, menyumbang sekitar 6,4 juta unit
20 Februari 2026, 16:00 WIB
DPR RI meminta Menhub untuk membuat kebijakan pelarangan mudik menggunakan sepeda motor di Lebaran 2026
20 Februari 2026, 15:00 WIB
Mengawali 2026, penjualan mobil mewah tampak mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu
20 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak tetap diterapkan oleh kepolisian secara ketat meski sudah memasuki bulan Ramadan
20 Februari 2026, 13:00 WIB
Alih-alih E9 PHEV, GAC Aion beri sinyal akan menghadirkan E8 Hybrid lebih dulu untuk konsumen Indonesia