Pasar Motor Baru Melandai, Yamaha Optimistis Capai Target
12 September 2026, 11:00 WIB
Pemerintah disarankan untuk memberikan perhatian lebih ke industri otomotif ketimbang membuat motor nasional
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu ada wacana Indonesia memiliki motor nasional. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Rencana ambisius satu ini langsung mengundang beberapa pihak bersuara. Termasuk dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
“Rasanya belum perlu ya (Indonesia punya motor nasional),” ungkap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Sigit, ada beberapa alasan mengapa AISI mengutarakan pendapat tersebut. Ambil contoh di Indonesia sudah banyak kendaraan roda dua dengan banderol kompetitif.
Mulai dari model motor matic, bebek sampai sport. Hal ini membuat masyarakat memiliki banyak pilihan.
“Kalau produk kompetitif kan kita juga bisa ekspor ke berbagai negara,” Sigit menuturkan.
Lebih jauh dijelaskan, pemerintah seharusnya fokus pada produk-produk yang ada di dalam negeri. Seperti dari Astra Honda Motor (AHM), Yamaha, Kawasaki dan merek-merek lain.
Kemudian berusaha untuk mendongkrak penjualan motor baru di Tanah Air. Sebab jika memberikan hasil maksimal, maka dapat mendatangkan dampak positif.
“Misal penjualan dalam negeri bagus, penjualan ekspornya juga bagus, itu sudah merupakan income buat negara kita,” ia menambahkan.
Sigit turut menambahkan bahwa banyak motor dari para pabrikan yang ada di Indonesia, telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan jumlah cukup besar.
Oleh sebab itu, seluruh produk yang diniagakan di dalam negeri memiliki harga cukup terjangkau bagi konsumen.
“Terus produksi suku cadang juga sudah hampir 93 persen diproduksi di Tanah Air,” Sigit menegaskan.
Dengan begitu, pemerintah ada baiknya memberikan perhatian lebih bagi industri kendaraan roda dua Indonesia.
Sebagai informasi seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berupaya untuk memajukan industri otomotif nasional. Semisal dengan memproduksi kendaraan sendiri di dalam negeri.
“Kita akan mempunyai mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri, saya sudah siapkan,” kata Prabowo.
Kehadiran motor nasional tentu dinantikan banyak pihak. Sebab produk tersebut berpeluang dijual dengan banderol terjangkau.4
Sehingga membuka kesempatan masyarakat luas untuk memiliki kendaraan roda dua, sekaligus dapat memberikan dampak positif bagi industri otomotif Indonesia.
Sayang Presiden Prabowo Subianto, tidak mengurai lebih detail mengenai model maupun waktu peluncuran motor nasional.
Ia juga enggan mengungkapkan bagaimana skema produksinya, apakah benar-benar mandiri atau berkolaborasi dengan pabrikan lain.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 September 2026, 11:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029
15 September 2026, 07:00 WIB
Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November
15 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
15 September 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat