AHM Kejar Produksi 100 Juta Unit Motor Baru di Indonesia Tahun Ini
26 Februari 2026, 08:00 WIB
Pemerintah disarankan untuk memberikan perhatian lebih ke industri otomotif ketimbang membuat motor nasional
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu ada wacana Indonesia memiliki motor nasional. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Rencana ambisius satu ini langsung mengundang beberapa pihak bersuara. Termasuk dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
“Rasanya belum perlu ya (Indonesia punya motor nasional),” ungkap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Sigit, ada beberapa alasan mengapa AISI mengutarakan pendapat tersebut. Ambil contoh di Indonesia sudah banyak kendaraan roda dua dengan banderol kompetitif.
Mulai dari model motor matic, bebek sampai sport. Hal ini membuat masyarakat memiliki banyak pilihan.
“Kalau produk kompetitif kan kita juga bisa ekspor ke berbagai negara,” Sigit menuturkan.
Lebih jauh dijelaskan, pemerintah seharusnya fokus pada produk-produk yang ada di dalam negeri. Seperti dari Astra Honda Motor (AHM), Yamaha, Kawasaki dan merek-merek lain.
Kemudian berusaha untuk mendongkrak penjualan motor baru di Tanah Air. Sebab jika memberikan hasil maksimal, maka dapat mendatangkan dampak positif.
“Misal penjualan dalam negeri bagus, penjualan ekspornya juga bagus, itu sudah merupakan income buat negara kita,” ia menambahkan.
Sigit turut menambahkan bahwa banyak motor dari para pabrikan yang ada di Indonesia, telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan jumlah cukup besar.
Oleh sebab itu, seluruh produk yang diniagakan di dalam negeri memiliki harga cukup terjangkau bagi konsumen.
“Terus produksi suku cadang juga sudah hampir 93 persen diproduksi di Tanah Air,” Sigit menegaskan.
Dengan begitu, pemerintah ada baiknya memberikan perhatian lebih bagi industri kendaraan roda dua Indonesia.
Sebagai informasi seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berupaya untuk memajukan industri otomotif nasional. Semisal dengan memproduksi kendaraan sendiri di dalam negeri.
“Kita akan mempunyai mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri, saya sudah siapkan,” kata Prabowo.
Kehadiran motor nasional tentu dinantikan banyak pihak. Sebab produk tersebut berpeluang dijual dengan banderol terjangkau.4
Sehingga membuka kesempatan masyarakat luas untuk memiliki kendaraan roda dua, sekaligus dapat memberikan dampak positif bagi industri otomotif Indonesia.
Sayang Presiden Prabowo Subianto, tidak mengurai lebih detail mengenai model maupun waktu peluncuran motor nasional.
Ia juga enggan mengungkapkan bagaimana skema produksinya, apakah benar-benar mandiri atau berkolaborasi dengan pabrikan lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Februari 2026, 08:00 WIB
26 Februari 2026, 07:00 WIB
22 Februari 2026, 07:00 WIB
20 Februari 2026, 17:00 WIB
20 Februari 2026, 16:00 WIB
Terkini
26 Februari 2026, 17:00 WIB
Pakai bahasa desain yang berbeda di area gril, Toyota Fortuner versi penyegaran tampil elegan dan tangguh
26 Februari 2026, 16:00 WIB
Mitsubishi Xpander memiliki banyak keunggulan yang membuat kendaraan ini diterima oleh keluarga modern RI
26 Februari 2026, 13:00 WIB
Lebaran jadi momentum tepat untuk konsumen melakukan pembelian mobil baru, TAF tawarkan sejumlah kemudahan
26 Februari 2026, 12:59 WIB
GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India
26 Februari 2026, 12:00 WIB
Jaecoo terus meningkatkan kapasitas produksi kendaraan agar pemesanan di 2025 bisa selesai sebelum libur Lebaran
26 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo resmikan diler terbaru mereka yang ke 25 dengan beragam fasilitas menarik termasuk layanan home service
26 Februari 2026, 10:39 WIB
Bagnaia bertekad membuktikan kalau dia masih bisa kompetitif dalam menjelani seri MotoGP Thailand 2026
26 Februari 2026, 09:00 WIB
Rangkaian program cicilan dari TAF siap mudahkan konsumen untuk beli mobil baru sebelum musim mudik lebaran