Penta Prima Luncurkan Empat Produk Baru, Goda Pencinta Otomotif
05 Januari 2026, 19:40 WIB
Pemerintah disarankan untuk memberikan perhatian lebih ke industri otomotif ketimbang membuat motor nasional
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu ada wacana Indonesia memiliki motor nasional. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Rencana ambisius satu ini langsung mengundang beberapa pihak bersuara. Termasuk dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
“Rasanya belum perlu ya (Indonesia punya motor nasional),” ungkap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Sigit, ada beberapa alasan mengapa AISI mengutarakan pendapat tersebut. Ambil contoh di Indonesia sudah banyak kendaraan roda dua dengan banderol kompetitif.
Mulai dari model motor matic, bebek sampai sport. Hal ini membuat masyarakat memiliki banyak pilihan.
“Kalau produk kompetitif kan kita juga bisa ekspor ke berbagai negara,” Sigit menuturkan.
Lebih jauh dijelaskan, pemerintah seharusnya fokus pada produk-produk yang ada di dalam negeri. Seperti dari Astra Honda Motor (AHM), Yamaha, Kawasaki dan merek-merek lain.
Kemudian berusaha untuk mendongkrak penjualan motor baru di Tanah Air. Sebab jika memberikan hasil maksimal, maka dapat mendatangkan dampak positif.
“Misal penjualan dalam negeri bagus, penjualan ekspornya juga bagus, itu sudah merupakan income buat negara kita,” ia menambahkan.
Sigit turut menambahkan bahwa banyak motor dari para pabrikan yang ada di Indonesia, telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan jumlah cukup besar.
Oleh sebab itu, seluruh produk yang diniagakan di dalam negeri memiliki harga cukup terjangkau bagi konsumen.
“Terus produksi suku cadang juga sudah hampir 93 persen diproduksi di Tanah Air,” Sigit menegaskan.
Dengan begitu, pemerintah ada baiknya memberikan perhatian lebih bagi industri kendaraan roda dua Indonesia.
Sebagai informasi seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berupaya untuk memajukan industri otomotif nasional. Semisal dengan memproduksi kendaraan sendiri di dalam negeri.
“Kita akan mempunyai mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri, saya sudah siapkan,” kata Prabowo.
Kehadiran motor nasional tentu dinantikan banyak pihak. Sebab produk tersebut berpeluang dijual dengan banderol terjangkau.4
Sehingga membuka kesempatan masyarakat luas untuk memiliki kendaraan roda dua, sekaligus dapat memberikan dampak positif bagi industri otomotif Indonesia.
Sayang Presiden Prabowo Subianto, tidak mengurai lebih detail mengenai model maupun waktu peluncuran motor nasional.
Ia juga enggan mengungkapkan bagaimana skema produksinya, apakah benar-benar mandiri atau berkolaborasi dengan pabrikan lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Januari 2026, 19:40 WIB
05 Januari 2026, 11:00 WIB
04 Januari 2026, 13:00 WIB
03 Januari 2026, 17:00 WIB
03 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
06 Januari 2026, 08:00 WIB
Dedi Mulyadi ingin masyarakat di Jawa Barat bisa merasa lebih ringan dalam membayar pajak kendaraan bermotor
06 Januari 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik Cina belum sepenuhnya menyerap komponen lokal, GIAMM ingin ketegasan aturan dari pemerintah
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Pasar Modern Batununggal menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani masyarakat Kota Kembang
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Pemerintah kembali gelar aturan ganjil genap Jakarta di puluhan ruas jalan Ibu Kota untuk atasi macet
06 Januari 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan SIM bisa dilakukan dengan mudah di layanan SIM keliling Jakarta, berikut syarat dan ketentuannya
05 Januari 2026, 20:00 WIB
Aturan baru MotoGP 2027 mencakup penurunan kapasitas mesin, Dani Pedrosa ungkap keunggulannya buat pembalap
05 Januari 2026, 19:40 WIB
Produk baru dari Penta Prima diklaim memiliki sejumlah keunggulan, harga kompetitif dengan kualitas terjamin
05 Januari 2026, 17:33 WIB
Chery TIggo 7 CSH berpeluang mengisi lini kendaraan ramah lingkungan PT CSI di dalam negeri, ini wujudnya