Proses Ekspor Toyota Terhambat Imbas Perang Iran dan Amerika
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Isuzu menyambut positif kehadiran Proving Ground dari pemerintah karena bakal mudahkan proses ekspor
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kehadiran Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi dipercaya akan memudahkan pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Pasalnya fasilitas tersebut bisa digunakan buat pengujian dengan standar internasional.
Salah satu yang menyambut fasilitas ini adalah PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Mereka telah berkomitmen menjaga standar kualitas dan keamanan kendaraannya dengan memanfaatkan tempat pengujian tersebut.
Terlebih Proving Ground sudah dirancang untuk memenuhi standar ASEAN Mutual Recognition Arrangement (ASEAN MRA). Sehingga seluruh hasil pengujiannya dapat diakui oleh negara-negara Asia Tenggara.
Dengan demikian pengujian tipe kendaraan tidak lagi harus dilakukan di negara penerima ekspor yang sebelumnya menimbulkan kendala biaya dan hambatan teknis ekspor.
“Kalau sebelumnya model yang diekspor harus diuji dulu di negara penerima dan itu memakan biaya cukup besar. Selain iru kami juga harus mengirim petugas untuk memberi pendampingan,” ungkap Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT IAMI.
Proving Ground BPLJSKB rencananya akan mulai dioperasikan pada Agustus 2025. Fasilitas pun diharapkan menjadi pusat pengujian kendaraan paling modern di Asia Tenggara serta menjadi katalis penguatan industri otomotif nasional dalam rantai pasok global.
"Kami berharap dengan hadirnya BPLJSKB bisa mendorong industri otomotif untuk meningkatkan kualitas produknya, terutama dari sisi keselamatan. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri otomoti" ujar Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Perlu diketahui bahwa selama ini Isuzu sudah menjadi salah satu eksportir kendaraan niaga. Jumlahnya pun juga tidak bisa dibilang sedikit.
Berdasarkan data Gaikindo, Isuzu telah memproduksi sedikitnya 15.918 unit atau naik 1.800 unit dari tahun sebelumnya yang cuma 14.118 unit.
Dari jumlah tersebut 4.736 unit telah diekspor ke beberapa negara. Angka itu tumbuh 935 unit disbanding semester 1 2024 yang hanya 3.801 unit.
Dengan adanya fasilitas ini maka bukan tidak mungkin jumlah ekspor bisa lebih besar di masa depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 16:06 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
Terkini
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan
27 Maret 2026, 15:00 WIB
2,3 juta kendaraan diklaim sudah kembali ke Ibu Kota dan jumlahnya akan terus meningkat jelang akhir pekan
27 Maret 2026, 11:00 WIB
One way lokal di tol Trans Jawa mulai dilaksanakan guna kurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi sejak pagi
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Permintaan fleet untuk kendaraan niaga jadi salah satu faktor pendorong penjualan mobil di Februari 2026