Chery J6 Dilirik Konsumen Fleet, Bisa Dijadikan Taksi Online
03 April 2025, 12:00 WIB
Berikut kelebihan dan kekurangan dari baterai mobil listrik jenis LFP maupun lithium-Ion perlu diketahui
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil listrik terus berkembang di berbagai belahan dunia. Hal itu membuat industri pendukung ikut terdongkrak.
Seperti baterai mobil listrik yang turut maju. Sebab kini sudah banyak jenis penampung daya digunakan pada kendaraan ramah lingkungan.
Salah satu sering dipakai adalah baterai lithium-ion. Namun beberapa produsen menyematkan jenis LFP (Lithium Iron Phosphate).
Dilansir dari Motor1.com, keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Sehingga masing-masing menawarkan kelebihan serta kekurangan.
Baterai lithium-ion sendiri terbuat dari kandungan seperti nikel, mangan sama kobalt. Jadi cukup popular di pasar kendaraan setrum.
Sementara penampung daya listrik LFP memiliki komposisi yang mirip dengan lithium-ion. Akan tetapi khusus satu ini mengandalkan fosfat sebagai bahan penyusun katoda dan karbon buat anoda.
Di sisi lain LFP diklaim menawarkan berbagai kelebihan. Seperti kemampuan melepas panas sangat baik dibanding baterai lithium-ion sehingga penyimpanan daya listrik maksimal.
Kemudian siklus pengisian ulang baterai atau charging juga lebih banyak bisa mencapai 10 ribu kali. Dengan begitu masa pakai LFP jadi lama.
Sementara lithium-ion dua sampai tiga kali lebih sedikit dari jumlah di atas atau sekitar 3.000 kali pengecasan.
Kelebihan baterai LFP selanjutnya adalah tidak mudah terbakar, berbeda dengan sang kompetitor.
Sebab belum lama ini sebuah kapal kargo yang mengangkut baterai lithium-ion terbakar di wilayah Alaska. Kondisi itu bahkan terjadi selama berhari-hari.
Kemudian juga pernah dialami mobil listrik Tesla Y terbakar di kawasan Pine Level, Carolina Utara. Pemadam membutuhkan waktu lama serta 36 ribu galon air guna menjinakan si jago merah.
Memang lithium-ion jika sudah terbakar dinilai sulit buat ditangani karena api berpotensi muncul lagi beberapa jam setelah dipadamkan.
Namun penampung daya satu ini tetap memiliki nilai tambah sendiri. Sebut saja kepadatan energi lebih baik dari LFP jadi mampu melakukan pengisian daya cepat.
Lalu lithium-ion juga memiliki dimensi jauh lebih kecil dan ringan. Sementara LFP cukup besar serta berat selain itu harganya mahal.
Di sisi lain kedua penampung daya tersebut cukup banyak digunakan sejumlah mobil listrik di Indonesia. Seperti Hyundai Ioniq 5, Ioniq 6, Neta V, Citroen eC3, DFSK Gelora E, Kia EV6 sama Kia EV9 mengandalkan lithium Ion.
Sedangkan pengguna dari baterai LFP juga tidak kalah ramai. Sebut saja Wuling Air ev, Wuling BinguoEV sampai Seres E1.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen