Suzuki Antisipasi Lonjakan Permintaan Sparepart di Musim Mudik
17 Maret 2025, 15:00 WIB
Osamu Suzuki dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (27/12) 15.53 waktu setempat karena mengidap limfoma
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kabar duka menyelimuti dunia otomotif. Osamu Suzuki, mantan CEO Suzuki dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (27/12) pukul 15.53 waktu setempat.
Osamu disebut-sebut tutup usia akibat penyakitnya yang sudah lama diderita, yakni limfoma atau kanker kelenjar getah bening.
“Sesuai keinginan almarhum, pemakanan akan dihadiri oleh kerabat terdekat saat abunya dikebumikan,” ungkap Toshihiro Suzuki, putra kedua Osamu di laman resmi Suzuki Jepang.
Toshihiro menuturkan bahwa keluarga menolak bantuan apapun yang diberikan oleh berbagai pihak. Seperti kunjungan belasungkawa, uang, bunga sampai telegram.
“Upacara perpisahan akan diadakan di kemudian hari (tanggal serta lokasi bakal ditentukan),” lanjut Toshihiro.
Kepergian Osamu Suzuki tentu meninggalkan kenangan mendalam bagi industri otomotif, apalagi untuk pabrikan Suzuki.
Mengingat pria kelahiran 30 Januari 1930 tersebut berkontribusi besar dalam kemajuan manufaktur berlambang S ini.
Melansir The Japa Times, Osamu Suzuki merupakan pimpinan perusahaan dengan masa jabatan terlama. Sebab ia sudah menjadi presiden atau CEO sejak 1978.
Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu, Osamu sempat menduduki sejumlah kursi strategis. Lalu dia membuat langkah besar dengan memperkenalkan Alto di negeri Sakura.
Produk satu ini ternyata sukses besar serta berhasil menghidupkan kembali pasar mini car di sana. Berbagai pencapaian mampu diraih oleh Osamu Suzuki.
Hingga akhirnya Suzuki mampu menjual 3,2 juta kendaraan di seluruh dunia pada tahun fiskal yang berakhir di Maret 2024. Membuntuti kompatriot mereka, yakni Toyota.
Pria 94 tahun itu juga membuat Suzuki Motor memimpin ekspansi ke luar Jepang. Sampai-sampai membangun basis produksi di Pakistan hingga Hungaria.
Selama menduduki jabatan sebagai orang nomor satu, Osamu Suzuki membentuk kemitraan. Pertama dengan GM (General Motors) pada 1981.
Perusahaan mobil asal Amerika Serikat tersebut memegang saham Suzuki sebanyak 20 persen. Kerja sama mereka pun terjalin cukup lama.
Sampai pada 2006 GM menjual saham Suzuki. Kemudian mereka menyatakan bangkrut pada 2009 di tengah krisis keuangan global.
Kedua Suzuki Motor berkolaborasi dengan VW (Volkswagen). Perusahaan dari Jerman ini membeli 19,9 saham pada 2010.
Lima tahun berselang kerja sama keduanya harus bubar. Suzuki Motor membeli kembali saham dari tangan VW senilai 3,8 miliar dolar.
Lalu di Juni 2015, Osamu Suzuki menyerahkan tongkat jabatan presiden kepada putranya, kemudian mengambil peran sebagai chairman serta chief executive officer.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Maret 2025, 15:00 WIB
15 Maret 2025, 19:14 WIB
15 Maret 2025, 07:00 WIB
14 Maret 2025, 21:17 WIB
14 Maret 2025, 17:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen