Mobil Listrik Pertama Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di Indonesia
09 Februari 2026, 19:20 WIB
Sistem mild hybrid pada kendaraan Suzuki dinilai jadi jembatan yang tepat sebelum beralih ke mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Teknologi mild hybrid milik Suzuki atau Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) telah disematkan pada sejumlah lini kendaraan seperti Grand Vitara, Ertiga, XL7 sampai Fronx.
Berbeda dari strong hybrid, tetapi SHVS juga memiliki tujuan yang sama yakni mengurangi emisi gas buang.
Misalnya ketika kendaraan dalam kondisi berhenti, sistem mild hybrid Suzuki secara otomatis mematikan mesin tanpa memutus kelistrikan. Sehingga konsumsi bahan bakarnya bisa lebih efisien di kondisi stop and go.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengungkapkan teknologi mild hybrid itu menjadi jembatan tepat buat konsumen sebelum masuk ke lini elektrifikasi yang lebih kompleks seperti Battery Electric Vehicle (BEV).
Menurut pengamatan PT SIS, konsumen Suzuki cenderung butuh waktu yang lebih banyak untuk mendapatkan perkenalan terkait elektrifikasi.
Sehingga SHVS atau mild hybrid jadi solusi yang tepat. Sebab sistemnya sederhana tetapi diklaim berdampak signifikan dalam membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
“Lalu dari sudut pandang price positioning, semakin sederhana teknologinya maka pergolakan harga tidak akan terlalu fluktuatif,” kata Harold Donnel, 4W Marketing Manager PT SIS di sela GIIAS 2025, beberapa waktu lalu.
Memang jika dibandingkan dengan mobil berteknologi strong hybrid, harga kendaraan hibrida Suzuki terpaut lebih rendah di kisaran Rp 200 jutaan ke atas.
Salah satu alasannya adalah kapasitas baterai yang cenderung lebih kecil. Contohnya pada Fronx, sumber penampung daya itu berkapasitas 12V 10Ah atau sekitar 0,12 kWh.
Baterai juga tidak dapat dijadikan sumber penggerak utama. Melainkan bekerja sama dengan komponen lain seperti Integrated Starter Generator (ISG).
ISG berperan untuk menghasilkan energi listrik ke baterai saat mesin bekerja. Nantinya energi tersebut digunakan sebagai dukungan ekstra untuk mengurangi beban mesin saat mobil berakselerasi dari diam.
Berkat keunggulan itu, Harold mengungkapkan SHVS terbukti efisien dan jadi salah satu alasan konsumen memilih mobil Suzuki.
“Top five-nya ada konsumen yang langsung mengatakan (menyukai) SHVS atau mengasosiasikannya ke fuel efficiency,” kata Harold.
Secara keseluruhan, mild hybrid menawarkan efisiensi penggunaan bahan bakar, pengurangan emisi gas buang dan performa optimal dikemas dengan harga kompetitif.
Harapannya dapat membantu para pelanggan Suzuki semakin percaya beralih ke kendaraan elektrifikasi, mengingat sebentar lagi PT SIS bakal meluncurkan BEV perdana mereka di Indonesia yakni eVitara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Februari 2026, 19:20 WIB
09 Februari 2026, 16:35 WIB
08 Februari 2026, 21:00 WIB
05 Februari 2026, 13:07 WIB
05 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
10 Februari 2026, 07:00 WIB
Menurut laman resmi AISI, ada 577.763 motor baru yang terdistribusikan dari pabrik ke diler pada bulan lalu
10 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Februari 2926 masih diawasi ketat oleh poetugas untuk jaga kelancaran arus kendaraan
10 Februari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan pada SIM keliling Bandung demi memudahkan pengendara motor dan mobil
10 Februari 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta dibuka seperti biasa hari ini, ada persyaratan yang wajib dipenuhi pemohon
09 Februari 2026, 22:00 WIB
Dua tahun setelah Xpander HEV debut Thailand, Mitsubishi umumkan rencana peluncuran mobil hybrid di RI tahun ini
09 Februari 2026, 21:00 WIB
Sebelumnya direncanakan hadir di IIMS 2026, BAIC umumkan peluncuran Arcfox T1 dilakukan di GIIAS 2026
09 Februari 2026, 20:00 WIB
Jeep merayakan hari jadinya yang ke-85 di IIMS 2026, mereka pun memasarkan unit khusus edisi kali ini
09 Februari 2026, 19:20 WIB
Suzuki e Vitara menyasar konsumen yang mengincar eksklusivitas akan sebuah produk mobil listrik inovatif