Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel
01 April 2026, 15:00 WIB
Sistem mild hybrid pada kendaraan Suzuki dinilai jadi jembatan yang tepat sebelum beralih ke mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Teknologi mild hybrid milik Suzuki atau Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) telah disematkan pada sejumlah lini kendaraan seperti Grand Vitara, Ertiga, XL7 sampai Fronx.
Berbeda dari strong hybrid, tetapi SHVS juga memiliki tujuan yang sama yakni mengurangi emisi gas buang.
Misalnya ketika kendaraan dalam kondisi berhenti, sistem mild hybrid Suzuki secara otomatis mematikan mesin tanpa memutus kelistrikan. Sehingga konsumsi bahan bakarnya bisa lebih efisien di kondisi stop and go.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengungkapkan teknologi mild hybrid itu menjadi jembatan tepat buat konsumen sebelum masuk ke lini elektrifikasi yang lebih kompleks seperti Battery Electric Vehicle (BEV).
Menurut pengamatan PT SIS, konsumen Suzuki cenderung butuh waktu yang lebih banyak untuk mendapatkan perkenalan terkait elektrifikasi.
Sehingga SHVS atau mild hybrid jadi solusi yang tepat. Sebab sistemnya sederhana tetapi diklaim berdampak signifikan dalam membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
“Lalu dari sudut pandang price positioning, semakin sederhana teknologinya maka pergolakan harga tidak akan terlalu fluktuatif,” kata Harold Donnel, 4W Marketing Manager PT SIS di sela GIIAS 2025, beberapa waktu lalu.
Memang jika dibandingkan dengan mobil berteknologi strong hybrid, harga kendaraan hibrida Suzuki terpaut lebih rendah di kisaran Rp 200 jutaan ke atas.
Salah satu alasannya adalah kapasitas baterai yang cenderung lebih kecil. Contohnya pada Fronx, sumber penampung daya itu berkapasitas 12V 10Ah atau sekitar 0,12 kWh.
Baterai juga tidak dapat dijadikan sumber penggerak utama. Melainkan bekerja sama dengan komponen lain seperti Integrated Starter Generator (ISG).
ISG berperan untuk menghasilkan energi listrik ke baterai saat mesin bekerja. Nantinya energi tersebut digunakan sebagai dukungan ekstra untuk mengurangi beban mesin saat mobil berakselerasi dari diam.
Berkat keunggulan itu, Harold mengungkapkan SHVS terbukti efisien dan jadi salah satu alasan konsumen memilih mobil Suzuki.
“Top five-nya ada konsumen yang langsung mengatakan (menyukai) SHVS atau mengasosiasikannya ke fuel efficiency,” kata Harold.
Secara keseluruhan, mild hybrid menawarkan efisiensi penggunaan bahan bakar, pengurangan emisi gas buang dan performa optimal dikemas dengan harga kompetitif.
Harapannya dapat membantu para pelanggan Suzuki semakin percaya beralih ke kendaraan elektrifikasi, mengingat sebentar lagi PT SIS bakal meluncurkan BEV perdana mereka di Indonesia yakni eVitara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
31 Maret 2026, 07:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
24 Maret 2026, 07:45 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini