Burgman Fun Rally 2026 Jadi Wadah Kumpul Komunitas Motor Suzuki
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Sistem mild hybrid pada kendaraan Suzuki dinilai jadi jembatan yang tepat sebelum beralih ke mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Teknologi mild hybrid milik Suzuki atau Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) telah disematkan pada sejumlah lini kendaraan seperti Grand Vitara, Ertiga, XL7 sampai Fronx.
Berbeda dari strong hybrid, tetapi SHVS juga memiliki tujuan yang sama yakni mengurangi emisi gas buang.
Misalnya ketika kendaraan dalam kondisi berhenti, sistem mild hybrid Suzuki secara otomatis mematikan mesin tanpa memutus kelistrikan. Sehingga konsumsi bahan bakarnya bisa lebih efisien di kondisi stop and go.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengungkapkan teknologi mild hybrid itu menjadi jembatan tepat buat konsumen sebelum masuk ke lini elektrifikasi yang lebih kompleks seperti Battery Electric Vehicle (BEV).
Menurut pengamatan PT SIS, konsumen Suzuki cenderung butuh waktu yang lebih banyak untuk mendapatkan perkenalan terkait elektrifikasi.
Sehingga SHVS atau mild hybrid jadi solusi yang tepat. Sebab sistemnya sederhana tetapi diklaim berdampak signifikan dalam membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
“Lalu dari sudut pandang price positioning, semakin sederhana teknologinya maka pergolakan harga tidak akan terlalu fluktuatif,” kata Harold Donnel, 4W Marketing Manager PT SIS di sela GIIAS 2025, beberapa waktu lalu.
Memang jika dibandingkan dengan mobil berteknologi strong hybrid, harga kendaraan hibrida Suzuki terpaut lebih rendah di kisaran Rp 200 jutaan ke atas.
Salah satu alasannya adalah kapasitas baterai yang cenderung lebih kecil. Contohnya pada Fronx, sumber penampung daya itu berkapasitas 12V 10Ah atau sekitar 0,12 kWh.
Baterai juga tidak dapat dijadikan sumber penggerak utama. Melainkan bekerja sama dengan komponen lain seperti Integrated Starter Generator (ISG).
ISG berperan untuk menghasilkan energi listrik ke baterai saat mesin bekerja. Nantinya energi tersebut digunakan sebagai dukungan ekstra untuk mengurangi beban mesin saat mobil berakselerasi dari diam.
Berkat keunggulan itu, Harold mengungkapkan SHVS terbukti efisien dan jadi salah satu alasan konsumen memilih mobil Suzuki.
“Top five-nya ada konsumen yang langsung mengatakan (menyukai) SHVS atau mengasosiasikannya ke fuel efficiency,” kata Harold.
Secara keseluruhan, mild hybrid menawarkan efisiensi penggunaan bahan bakar, pengurangan emisi gas buang dan performa optimal dikemas dengan harga kompetitif.
Harapannya dapat membantu para pelanggan Suzuki semakin percaya beralih ke kendaraan elektrifikasi, mengingat sebentar lagi PT SIS bakal meluncurkan BEV perdana mereka di Indonesia yakni eVitara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 14:45 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 18:45 WIB
21 April 2026, 11:37 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta