Cina Rancang Aturan Baru soal Keamanan Baterai Mobil Listrik
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Mercedes-Benz dirikan pabrik daur ulang baterai mobil listrik yang diklaim mampu pulihkan bahan baku penting
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski dinilai ramah lingkungan tetapi mobil listrik tetap menghasilkan limbah yaitu baterai bekas. Sekarang jumlahnya mungkin masih terbatas namun di masa depan ini bakal menjadi masalah serius.
Melihat kondisi tersebut Mercedes-Benz pun menghadirkan sebuah solusi tersendiri yaitu dengan membuka pabrik daur ulang baterai. Fasilitas yang berlokasi di Kuppenheim ini diklaim mampu memulihkan 96 persen bahan baku pada baterai mobil listrik.
Pabrikan asal Jerman tersebut pun mengklaim mampu memulihkan beberapa bahan sekaligus seperti litium, nikel dan kobalt serta mampu memproduksi 50.000 modul baterai baru setiap tahun.
Mercedes-Benz mengklaim telah mengadopsi proses hidrometalurgi yang diklaim efektif untuk mendaur ulang bahan aktif pembentuk elektroda sel baterai. Seluruh bahan kemudian di ekstraksi secara terpisah melalui sejumlah tahapan.
“Ini adalah salah satu pabrik daur ulang baterai pertama di Eropa yang menandai tonggak penting menuju peningkatan keberlanjutan bahan baku,” ungkap Ola Källenius, Chairman of the Board of Management of Mercedes-Benz Group AG.
Dilansir dari Carscoops, pabrik tersebut dioperasikan menggunakan energi ramah lingkungan seperti panel surya di atap gedung. Langkah ini untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
Namun Mercedes-Benz tidak sendirian dalam melakukan inisiasi ini. Mereka telah bermitra dengan Primobius yang merupakan perusahaan patungan dari dua negara yaitu Jerman dan Australia.
Selain itu Mercedes-Benz juga menerima pendanaan dari pemerintah Jerman sebagai bagian dari proyek dengan tiga universitas negeri. Sehingga seluruh rantai proses daur ulang termasuk logistik dan konsep reintegrasi bisa dipelajari secara formal.
Kehadiran pabrikan daur ulang baterai di Jerman tentu menunjukkan keseriusan negara tersebut dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Terlebih mengoperasionalkan pabrik dengan mengandalkan energi ramah lingkungan tidaklah mudah.
Kondisinya cukup berbanding terbalik dengan Indonesia yang masih fokus membangun pabrik pembuatan baterai dan menjual Battery Electric Vehicle ke masyarakat.
Hal ini terlihat dari dibangunnya beberapa fasilitas produksi baterai untuk EV dan pabrik kendaraan listrik. Pemerintah juga masih memberi beragam insentif agar memudahkan perusahaan otomotif berinvestasi di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 14:13 WIB
19 November 2025, 18:54 WIB
19 November 2025, 15:00 WIB
05 November 2025, 18:00 WIB
29 Oktober 2025, 14:45 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit