Eropa Tertinggal 20 Tahun dari Cina Soal Pengembangan Baterai EV
30 Januari 2026, 13:00 WIB
Mercedes-Benz dirikan pabrik daur ulang baterai mobil listrik yang diklaim mampu pulihkan bahan baku penting
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski dinilai ramah lingkungan tetapi mobil listrik tetap menghasilkan limbah yaitu baterai bekas. Sekarang jumlahnya mungkin masih terbatas namun di masa depan ini bakal menjadi masalah serius.
Melihat kondisi tersebut Mercedes-Benz pun menghadirkan sebuah solusi tersendiri yaitu dengan membuka pabrik daur ulang baterai. Fasilitas yang berlokasi di Kuppenheim ini diklaim mampu memulihkan 96 persen bahan baku pada baterai mobil listrik.
Pabrikan asal Jerman tersebut pun mengklaim mampu memulihkan beberapa bahan sekaligus seperti litium, nikel dan kobalt serta mampu memproduksi 50.000 modul baterai baru setiap tahun.
Mercedes-Benz mengklaim telah mengadopsi proses hidrometalurgi yang diklaim efektif untuk mendaur ulang bahan aktif pembentuk elektroda sel baterai. Seluruh bahan kemudian di ekstraksi secara terpisah melalui sejumlah tahapan.
“Ini adalah salah satu pabrik daur ulang baterai pertama di Eropa yang menandai tonggak penting menuju peningkatan keberlanjutan bahan baku,” ungkap Ola Källenius, Chairman of the Board of Management of Mercedes-Benz Group AG.
Dilansir dari Carscoops, pabrik tersebut dioperasikan menggunakan energi ramah lingkungan seperti panel surya di atap gedung. Langkah ini untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
Namun Mercedes-Benz tidak sendirian dalam melakukan inisiasi ini. Mereka telah bermitra dengan Primobius yang merupakan perusahaan patungan dari dua negara yaitu Jerman dan Australia.
Selain itu Mercedes-Benz juga menerima pendanaan dari pemerintah Jerman sebagai bagian dari proyek dengan tiga universitas negeri. Sehingga seluruh rantai proses daur ulang termasuk logistik dan konsep reintegrasi bisa dipelajari secara formal.
Kehadiran pabrikan daur ulang baterai di Jerman tentu menunjukkan keseriusan negara tersebut dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Terlebih mengoperasionalkan pabrik dengan mengandalkan energi ramah lingkungan tidaklah mudah.
Kondisinya cukup berbanding terbalik dengan Indonesia yang masih fokus membangun pabrik pembuatan baterai dan menjual Battery Electric Vehicle ke masyarakat.
Hal ini terlihat dari dibangunnya beberapa fasilitas produksi baterai untuk EV dan pabrik kendaraan listrik. Pemerintah juga masih memberi beragam insentif agar memudahkan perusahaan otomotif berinvestasi di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Januari 2026, 13:00 WIB
28 Januari 2026, 12:00 WIB
20 Januari 2026, 09:00 WIB
19 Januari 2026, 16:00 WIB
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Terkini
06 Maret 2026, 10:00 WIB
RMA sebagai distributor merek Mahindra di dalam negeri siap membantu layanan aftersales pikap yang diimpor
06 Maret 2026, 08:11 WIB
Harga mobil listrik bekas yang ada di Tanah Air saat ini terdepresiasi cukup besar, bisa menyentuh 50 persen
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan buat menyambut libur akhir pekan yang biasanya terjadi kepadatan
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat sebelum akhir pekan
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, lokasi SIM keliling Jakarta masih di lima tempat sebelum memasuki akhir pekan
05 Maret 2026, 18:00 WIB
Tenaga penjual mengungkapkan bakal ada perubahan harga BYD Atto 1 per Maret 2026, ada upgrade eksterior
05 Maret 2026, 16:00 WIB
Seluruh perjalanan tim MotoGP untuk kembali pulang setelah berlaga di Buriram, Thailand harus diatur ulang
05 Maret 2026, 14:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Februari 2026 diklaim mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen dibanding bulan lalu