Upaya Brand Eropa Saingi Mobil Listrik China

Manufaktur Eropa, Stellantis siapkan produk baru buat menyaingi maraknya mobil listrik China di pasar global

Upaya Brand Eropa Saingi Mobil Listrik China
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Pameran otomotif Paris Motor Show 2024 (Mondial de l’Auto) telah digelar pada 14-20 Oktober 2024. Acara tersebut jadi wadah sejumlah merek memamerkan produk terbaru termasuk kendaraan ramah lingkungan.

Manufaktur otomotif Italia, Stellantis lewat merek yang dinaunginya menghadirkan beberapa model selama perhelatan berlangsung. Namun Peugeot E-3008 menjadi sorotan dan unggulan mereka untuk saingi mobil listrik China.

Ada sejumlah kelebihan ditawarkan model tersebut. Peugeot E-3008 disebutkan memiliki daya jelajah mumpuni sampai 700 km berkat penggunaan baterai berkapasitas besar di 98 kWh.

Sebagai perbandingan kapasitas penampung daya itu terbilang besar dibandingkan mobil listrik China seperti BYD Seal (82,5 kWh) atau MG Cyberster (77 kWh).

Upaya Eropa Hadapi Persaingan Mobil Listrik China
Photo : Stellantis

Namun pihak Stellantis menawarkan model yang menggunakan baterai besar itu dengan harga kompetitif mulai 59.400 USD. Apabila dikonversi ke kurs rupiah angka ini setara Rp 924,4 jutaan.

Stellantis memiliki pabrik baterai sendiri yakni ACC, merupakan Joint Venture antara TotalEnergies dan Mercedes-Benz. Masing-masing perusahaan memegang saham sebesar 33 persen.

Produksi baterai itu memungkinkan Peugeot menawarkan E-3008 dengan banderol kompetitif. Untuk diketahui fasilitas ACC bertempat di Prancis.

Peugeot E-3008 diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang butuh mobil listrik berjarak tempuh mumpuni tetapi dengan banderol lebih rendah seperti yang ditawarkan kebanyakan merek Tiongkok.

“Kami menyambut tantangan di depan dan menyadari tanggung jawab pada konsumen di seluruh dunia dan menyediakan mobilitas bersih, aman serta (harga) terjangkau,” kata Carlos Tavares, CEO Stellantis dalam siaran resminya dikutip Selasa (22/10).

Upaya Eropa Hadapi Persaingan Mobil Listrik China
Photo : Stellantis

Sayangnya, Peugeot sudah berhenti menjual kendaraan di pasar Indonesia. Hal itu diklaim merupakan langkah strategis Stellantis dalam berbisnis di kawasan Asia Tenggara.

Tetapi masih ada merek lain di bawah Stellantis yang berusaha meniti di Tanah Air yaitu Citroen. Sama seperti BYD, mereka menawarkan mobil listrik impor tetapi telah memenuhi syarat untuk mendapatkan relaksasi pajak dari program pemerintah.

Sebab Citroen sudah komitmen melakukan produksi lokal di fasilitas PT National Assemblers yang berada di bawah naungan Indomobil Group.


Terkini

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta sebelum Akhir Pekan, 3 April 2026

Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal SIM Keliling Bandung Jelang Akhir Pekan, Ada di BPR KS

Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang

news
SPKLU

PLN Ungkap Jumlah Pemakaian SPKLU Saat Libur Lebaran 2026 Naik

PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu

mobil
Iritnya Wuling Darion Plug-in Hybrid untuk Perjalanan Jauh

Iritnya Wuling Darion Plug-in Hybrid untuk Perjalanan Jauh

Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh

mobil
Desain Mobil Baru VinFast

VinFast Daftarkan Paten Desain SUV Baru di Indonesia

Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya

mobil
Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Rayu Toyota dan Mitsubishi Tambah Investasi

Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi

motor
Yadea

Motor Listrik Yadea Terbaru Meluncur Hari Ini, Berteknologi Pintar

Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar

mobil
Mobil LCGC

Harga Mobil LCGC di Awal April 2026, Sigra dan Brio Stabil

Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia