Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Manufaktur Eropa, Stellantis siapkan produk baru buat menyaingi maraknya mobil listrik China di pasar global
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pameran otomotif Paris Motor Show 2024 (Mondial de l’Auto) telah digelar pada 14-20 Oktober 2024. Acara tersebut jadi wadah sejumlah merek memamerkan produk terbaru termasuk kendaraan ramah lingkungan.
Manufaktur otomotif Italia, Stellantis lewat merek yang dinaunginya menghadirkan beberapa model selama perhelatan berlangsung. Namun Peugeot E-3008 menjadi sorotan dan unggulan mereka untuk saingi mobil listrik China.
Ada sejumlah kelebihan ditawarkan model tersebut. Peugeot E-3008 disebutkan memiliki daya jelajah mumpuni sampai 700 km berkat penggunaan baterai berkapasitas besar di 98 kWh.
Sebagai perbandingan kapasitas penampung daya itu terbilang besar dibandingkan mobil listrik China seperti BYD Seal (82,5 kWh) atau MG Cyberster (77 kWh).
Namun pihak Stellantis menawarkan model yang menggunakan baterai besar itu dengan harga kompetitif mulai 59.400 USD. Apabila dikonversi ke kurs rupiah angka ini setara Rp 924,4 jutaan.
Stellantis memiliki pabrik baterai sendiri yakni ACC, merupakan Joint Venture antara TotalEnergies dan Mercedes-Benz. Masing-masing perusahaan memegang saham sebesar 33 persen.
Produksi baterai itu memungkinkan Peugeot menawarkan E-3008 dengan banderol kompetitif. Untuk diketahui fasilitas ACC bertempat di Prancis.
Peugeot E-3008 diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang butuh mobil listrik berjarak tempuh mumpuni tetapi dengan banderol lebih rendah seperti yang ditawarkan kebanyakan merek Tiongkok.
“Kami menyambut tantangan di depan dan menyadari tanggung jawab pada konsumen di seluruh dunia dan menyediakan mobilitas bersih, aman serta (harga) terjangkau,” kata Carlos Tavares, CEO Stellantis dalam siaran resminya dikutip Selasa (22/10).
Sayangnya, Peugeot sudah berhenti menjual kendaraan di pasar Indonesia. Hal itu diklaim merupakan langkah strategis Stellantis dalam berbisnis di kawasan Asia Tenggara.
Tetapi masih ada merek lain di bawah Stellantis yang berusaha meniti di Tanah Air yaitu Citroen. Sama seperti BYD, mereka menawarkan mobil listrik impor tetapi telah memenuhi syarat untuk mendapatkan relaksasi pajak dari program pemerintah.
Sebab Citroen sudah komitmen melakukan produksi lokal di fasilitas PT National Assemblers yang berada di bawah naungan Indomobil Group.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona