BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Manufaktur Eropa, Stellantis siapkan produk baru buat menyaingi maraknya mobil listrik China di pasar global
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pameran otomotif Paris Motor Show 2024 (Mondial de l’Auto) telah digelar pada 14-20 Oktober 2024. Acara tersebut jadi wadah sejumlah merek memamerkan produk terbaru termasuk kendaraan ramah lingkungan.
Manufaktur otomotif Italia, Stellantis lewat merek yang dinaunginya menghadirkan beberapa model selama perhelatan berlangsung. Namun Peugeot E-3008 menjadi sorotan dan unggulan mereka untuk saingi mobil listrik China.
Ada sejumlah kelebihan ditawarkan model tersebut. Peugeot E-3008 disebutkan memiliki daya jelajah mumpuni sampai 700 km berkat penggunaan baterai berkapasitas besar di 98 kWh.
Sebagai perbandingan kapasitas penampung daya itu terbilang besar dibandingkan mobil listrik China seperti BYD Seal (82,5 kWh) atau MG Cyberster (77 kWh).
Namun pihak Stellantis menawarkan model yang menggunakan baterai besar itu dengan harga kompetitif mulai 59.400 USD. Apabila dikonversi ke kurs rupiah angka ini setara Rp 924,4 jutaan.
Stellantis memiliki pabrik baterai sendiri yakni ACC, merupakan Joint Venture antara TotalEnergies dan Mercedes-Benz. Masing-masing perusahaan memegang saham sebesar 33 persen.
Produksi baterai itu memungkinkan Peugeot menawarkan E-3008 dengan banderol kompetitif. Untuk diketahui fasilitas ACC bertempat di Prancis.
Peugeot E-3008 diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang butuh mobil listrik berjarak tempuh mumpuni tetapi dengan banderol lebih rendah seperti yang ditawarkan kebanyakan merek Tiongkok.
“Kami menyambut tantangan di depan dan menyadari tanggung jawab pada konsumen di seluruh dunia dan menyediakan mobilitas bersih, aman serta (harga) terjangkau,” kata Carlos Tavares, CEO Stellantis dalam siaran resminya dikutip Selasa (22/10).
Sayangnya, Peugeot sudah berhenti menjual kendaraan di pasar Indonesia. Hal itu diklaim merupakan langkah strategis Stellantis dalam berbisnis di kawasan Asia Tenggara.
Tetapi masih ada merek lain di bawah Stellantis yang berusaha meniti di Tanah Air yaitu Citroen. Sama seperti BYD, mereka menawarkan mobil listrik impor tetapi telah memenuhi syarat untuk mendapatkan relaksasi pajak dari program pemerintah.
Sebab Citroen sudah komitmen melakukan produksi lokal di fasilitas PT National Assemblers yang berada di bawah naungan Indomobil Group.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial