Hyundai Ioniq Punya Desain Nyentrik di Cina
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kasus mobil listrik terbakar saat diisi daya di rumah belum lama ini terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden itu menyebabkan lima orang kehilangan nyawa.
Ada banyak hal dapat jadi pemicu mobil listrik terbakar saat proses pengecasan sedang berlangsung. Salah satunya adalah penggunaan charger atau alat pengisian daya tidak tepat.
Meskipun baterai kerap diyakini sebagai penyebab kebakaran mobil listrik, ada berbagai faktor eksternal yang patut jadi perhatian.
“Kasus kebakaran di Penjaringan, dari pengamatan saya adalah kebakaran yang dipicu oleh korsleting pada alat pengecasan. Jadi bukan dari mobilnya,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia kepada KatadataOTO belum lama ini.
Tentu proses pengisian daya mobil listrik berbeda dari penggunaan alat elektronik di rumah seperti setrika, rice cooker dan sejenisnya.
Mahaendra menegaskan, mobil listrik yang di-charge dengan home charger berdaya sekitar 7 kW butuh arus listrik besar selama berjam-jam.
Oleh karena itu, charger wajib dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai saklar otomatis untuk memutus aliran listrik ketika sudah melebihi batas aman.
Melihat kasus kebakaran mobil listrik di Penjaringan, ada peluang MCB yang digunakan tidak sesuai kapasitas charger mobil. Sehingga menimbulkan panas berlebih dan memicu api.
Padahal, MCB seharusnya berperan melindungi prosedur pengisian daya. Namun justru jadi berbahaya apabila tidak sesuai ketentuan.
Hal lain sempat jadi sorotan. Mobil listrik di Penjaringan itu diparkir di area yang dikelilingi material rentan api seperti thinner, cat dan plastik.
Hasilnya, percikan api meskipun kecil dapat berangsur menjadi besar dan sulit dikendalikan.
“Kombinasi antara instalasi listrik tidak ideal dan lingkungan berbahaya inilah yang kemungkinan besar menyebabkan tragedi ini,” tulis analisa EVSafe Indonesia.
Pihak EVSafe Indonesia menegaskan, alat pengisian daya mobil listrik wajib dipasang oleh teknisi kompeten dengan sistem pengaman sesuai standar.
Lalu area pengisian daya seperti lahan garasi pemilik mobil harus diperhatikan. Jangan sampai bercampur dengan bahan atau benda-benda mudah terbakar.
Seiring populernya penggunaan mobil listrik, edukasi terkait keselamatan patut jadi perhatian semua pihak.
Harapannya di masa mendatang kejadian fatal seperti di Penjaringan bisa diantisipasi dengan baik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Juni 2026, 08:54 WIB
05 Juni 2026, 17:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
31 Mei 2026, 07:00 WIB
29 Mei 2026, 21:12 WIB
Terkini
09 Juni 2026, 06:01 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta diberlakukan untuk mengatur arus lalu lintas pada jam sibuk dan diawasi ETLE
09 Juni 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta menjadi alternatif tempat perpanjangan masa berlaku SIM, ada di lima tempat
08 Juni 2026, 20:00 WIB
Kawasaki Brusky 125 digadang-gadang akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di ajang Jakarta Fair 2026
08 Juni 2026, 19:00 WIB
Audi Q5 Sportback teranyar meramaikan opsi mobil premium buat konsumen Tanah Air, simak spesifikasinya
08 Juni 2026, 18:00 WIB
Yadea Indonesia bakal berikan potongan harga khusus pameran hingga Rp 10 juta di Pekan Raya Jakarta 2026
08 Juni 2026, 17:00 WIB
Marc Marquez berhasil membukukan 108 poin pada papan klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri di Hungaria
08 Juni 2026, 16:36 WIB
Penjualan Daihatsu secara retail menunjukkan tren positif di Mei 2026, segmen komersial terus mendominasi
08 Juni 2026, 13:14 WIB
Mobil listrik Wuling New Air ev Lite merupakan hadiah utama untuk pemenang ajang komedi SUCI musim ke-12