PEVS 2026 Akan Digelar Pekan Depan, Ada 9 Merek Mobil Listrik
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kasus mobil listrik terbakar saat diisi daya di rumah belum lama ini terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden itu menyebabkan lima orang kehilangan nyawa.
Ada banyak hal dapat jadi pemicu mobil listrik terbakar saat proses pengecasan sedang berlangsung. Salah satunya adalah penggunaan charger atau alat pengisian daya tidak tepat.
Meskipun baterai kerap diyakini sebagai penyebab kebakaran mobil listrik, ada berbagai faktor eksternal yang patut jadi perhatian.
“Kasus kebakaran di Penjaringan, dari pengamatan saya adalah kebakaran yang dipicu oleh korsleting pada alat pengecasan. Jadi bukan dari mobilnya,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia kepada KatadataOTO belum lama ini.
Tentu proses pengisian daya mobil listrik berbeda dari penggunaan alat elektronik di rumah seperti setrika, rice cooker dan sejenisnya.
Mahaendra menegaskan, mobil listrik yang di-charge dengan home charger berdaya sekitar 7 kW butuh arus listrik besar selama berjam-jam.
Oleh karena itu, charger wajib dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai saklar otomatis untuk memutus aliran listrik ketika sudah melebihi batas aman.
Melihat kasus kebakaran mobil listrik di Penjaringan, ada peluang MCB yang digunakan tidak sesuai kapasitas charger mobil. Sehingga menimbulkan panas berlebih dan memicu api.
Padahal, MCB seharusnya berperan melindungi prosedur pengisian daya. Namun justru jadi berbahaya apabila tidak sesuai ketentuan.
Hal lain sempat jadi sorotan. Mobil listrik di Penjaringan itu diparkir di area yang dikelilingi material rentan api seperti thinner, cat dan plastik.
Hasilnya, percikan api meskipun kecil dapat berangsur menjadi besar dan sulit dikendalikan.
“Kombinasi antara instalasi listrik tidak ideal dan lingkungan berbahaya inilah yang kemungkinan besar menyebabkan tragedi ini,” tulis analisa EVSafe Indonesia.
Pihak EVSafe Indonesia menegaskan, alat pengisian daya mobil listrik wajib dipasang oleh teknisi kompeten dengan sistem pengaman sesuai standar.
Lalu area pengisian daya seperti lahan garasi pemilik mobil harus diperhatikan. Jangan sampai bercampur dengan bahan atau benda-benda mudah terbakar.
Seiring populernya penggunaan mobil listrik, edukasi terkait keselamatan patut jadi perhatian semua pihak.
Harapannya di masa mendatang kejadian fatal seperti di Penjaringan bisa diantisipasi dengan baik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Terkini
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan