Harga Mobil Listrik Wuling Januari 2026, Naik Tanpa Insentif
19 Januari 2026, 18:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kasus mobil listrik terbakar saat diisi daya di rumah belum lama ini terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden itu menyebabkan lima orang kehilangan nyawa.
Ada banyak hal dapat jadi pemicu mobil listrik terbakar saat proses pengecasan sedang berlangsung. Salah satunya adalah penggunaan charger atau alat pengisian daya tidak tepat.
Meskipun baterai kerap diyakini sebagai penyebab kebakaran mobil listrik, ada berbagai faktor eksternal yang patut jadi perhatian.
“Kasus kebakaran di Penjaringan, dari pengamatan saya adalah kebakaran yang dipicu oleh korsleting pada alat pengecasan. Jadi bukan dari mobilnya,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia kepada KatadataOTO belum lama ini.
Tentu proses pengisian daya mobil listrik berbeda dari penggunaan alat elektronik di rumah seperti setrika, rice cooker dan sejenisnya.
Mahaendra menegaskan, mobil listrik yang di-charge dengan home charger berdaya sekitar 7 kW butuh arus listrik besar selama berjam-jam.
Oleh karena itu, charger wajib dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai saklar otomatis untuk memutus aliran listrik ketika sudah melebihi batas aman.
Melihat kasus kebakaran mobil listrik di Penjaringan, ada peluang MCB yang digunakan tidak sesuai kapasitas charger mobil. Sehingga menimbulkan panas berlebih dan memicu api.
Padahal, MCB seharusnya berperan melindungi prosedur pengisian daya. Namun justru jadi berbahaya apabila tidak sesuai ketentuan.
Hal lain sempat jadi sorotan. Mobil listrik di Penjaringan itu diparkir di area yang dikelilingi material rentan api seperti thinner, cat dan plastik.
Hasilnya, percikan api meskipun kecil dapat berangsur menjadi besar dan sulit dikendalikan.
“Kombinasi antara instalasi listrik tidak ideal dan lingkungan berbahaya inilah yang kemungkinan besar menyebabkan tragedi ini,” tulis analisa EVSafe Indonesia.
Pihak EVSafe Indonesia menegaskan, alat pengisian daya mobil listrik wajib dipasang oleh teknisi kompeten dengan sistem pengaman sesuai standar.
Lalu area pengisian daya seperti lahan garasi pemilik mobil harus diperhatikan. Jangan sampai bercampur dengan bahan atau benda-benda mudah terbakar.
Seiring populernya penggunaan mobil listrik, edukasi terkait keselamatan patut jadi perhatian semua pihak.
Harapannya di masa mendatang kejadian fatal seperti di Penjaringan bisa diantisipasi dengan baik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 18:00 WIB
19 Januari 2026, 16:00 WIB
19 Januari 2026, 15:00 WIB
19 Januari 2026, 14:00 WIB
19 Januari 2026, 12:33 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang
20 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan khusus untuk SIM A dan C saja dengan biaya yang bervariasi
19 Januari 2026, 20:00 WIB
Ducati Desmosedici GP26 tampil menawan dengan nuansa merah dan putih matte, siap debut di MotoGP 2026
19 Januari 2026, 19:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan konsumen, TAM baru saja memberikan penyegaran pada Toyota Raize pada beberapa bagian
19 Januari 2026, 18:00 WIB
Tanpa insentif pajak dari pemerintah, harga mobil listrik Wuling mengalami kenaikan mulai dari Rp 30 jutaan