Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kasus mobil listrik terbakar saat diisi daya di rumah belum lama ini terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden itu menyebabkan lima orang kehilangan nyawa.
Ada banyak hal dapat jadi pemicu mobil listrik terbakar saat proses pengecasan sedang berlangsung. Salah satunya adalah penggunaan charger atau alat pengisian daya tidak tepat.
Meskipun baterai kerap diyakini sebagai penyebab kebakaran mobil listrik, ada berbagai faktor eksternal yang patut jadi perhatian.
“Kasus kebakaran di Penjaringan, dari pengamatan saya adalah kebakaran yang dipicu oleh korsleting pada alat pengecasan. Jadi bukan dari mobilnya,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia kepada KatadataOTO belum lama ini.
Tentu proses pengisian daya mobil listrik berbeda dari penggunaan alat elektronik di rumah seperti setrika, rice cooker dan sejenisnya.
Mahaendra menegaskan, mobil listrik yang di-charge dengan home charger berdaya sekitar 7 kW butuh arus listrik besar selama berjam-jam.
Oleh karena itu, charger wajib dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai saklar otomatis untuk memutus aliran listrik ketika sudah melebihi batas aman.
Melihat kasus kebakaran mobil listrik di Penjaringan, ada peluang MCB yang digunakan tidak sesuai kapasitas charger mobil. Sehingga menimbulkan panas berlebih dan memicu api.
Padahal, MCB seharusnya berperan melindungi prosedur pengisian daya. Namun justru jadi berbahaya apabila tidak sesuai ketentuan.
Hal lain sempat jadi sorotan. Mobil listrik di Penjaringan itu diparkir di area yang dikelilingi material rentan api seperti thinner, cat dan plastik.
Hasilnya, percikan api meskipun kecil dapat berangsur menjadi besar dan sulit dikendalikan.
“Kombinasi antara instalasi listrik tidak ideal dan lingkungan berbahaya inilah yang kemungkinan besar menyebabkan tragedi ini,” tulis analisa EVSafe Indonesia.
Pihak EVSafe Indonesia menegaskan, alat pengisian daya mobil listrik wajib dipasang oleh teknisi kompeten dengan sistem pengaman sesuai standar.
Lalu area pengisian daya seperti lahan garasi pemilik mobil harus diperhatikan. Jangan sampai bercampur dengan bahan atau benda-benda mudah terbakar.
Seiring populernya penggunaan mobil listrik, edukasi terkait keselamatan patut jadi perhatian semua pihak.
Harapannya di masa mendatang kejadian fatal seperti di Penjaringan bisa diantisipasi dengan baik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
01 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha menghadirkan beragam promo perawatan sepeda motor, lalu mendirikan Pos Jaga selama Lebaran 2026
01 Maret 2026, 08:26 WIB
Di awal Maret 2026 atau jelang Lebaran 2026, Pertamina menerapkan kenaikan harga BBM untuk seluruh produk
28 Februari 2026, 19:59 WIB
Insentif memiliki peran penting mendongkrak angka penjualan berbagai produsen EV, tidak terkecuali BYD
28 Februari 2026, 15:54 WIB
Pedro Acosta meraih kemenangan dramatis atas Marc Marquez dalam ajang sprint race MotoGP Thailand 2026
28 Februari 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota