Chery Prediksi Pasar Hybrid di 2026 Meningkat Tajam
28 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota menegaskan sudah menyiapkan satu jalur khusus untuk merakit baterai mobil listrik yang akan mereka gunakan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan kendaraan elektrifikasi. Salah satunya adalah dengan menyiapkan fasilitas untuk memproduksi baterai untuk EV dan hybrid.
Dengan demikian, bila pasar di Indonesia dinilai sudah besar, mereka bisa memproduksinya lebih cepat.
“Kami telah bekerjasama dengan pabrikan baterai dan sudah memiliki satu line khusus buat baterai hybrid. Nanti pada waktunya akan diumumkan,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) (26/01).
Fasilitas ini dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan beberapa model seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Yaris Cross dan Veloz Hybrid.
Meski sekarang masih digunakan untuk merakit baterai mobil hybrid, bukan tidak mungkin di masa depan jalur tersebut membuat baterai EV. Menurut Nandi, proses pembuatannya tak jauh berbeda.
“Karena baik baterai hybrid maupun EV itu hanya bicara jumlah sel saja. Sementara jenis dan BMS (Battery Management System) masih sama,” tambahnya kemudian.
Ia pun menambahkan bahwa pihaknya juga akan menyiapkan beberapa komponen lain agar bisa digunakan dibuat secara lokal. Termasuk motor listrik yang dipakai sebagai penggerak.
“Sejak tahun lalu kami sebenarnya sudah mempersiapkan semua termasuk dari supply chain. Sudah disampaikan rencana masa depannya seperti apa,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa Toyota Indonesia telah bekerjasama dengan CATL untuk memproduksi baterai kendaraan. Kolaborasi itu diklaim menjadi salah satu langkah awal Toyota meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Lokalisasi baterai diyakini dapat membantu menekan harga Toyota bZ4X sehingga diharapkan bisa menjangkau semakin banyak konsumen.
Mereka dikabarkan bakal fokus pada produksi baterai bermaterial lithium-ion. Sebagai informasi, CATL merupakan produsen baterai terbesar, berada tepat di atas LG Energy Solution berkapasitas produksi baterai 57,1 GWh.
Di Indonesia, CATL akan menggaet PT Aneka Tambang atau Antam bersama PT Industri Baterai Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp 85 triliun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Januari 2026, 11:00 WIB
28 Januari 2026, 09:00 WIB
28 Januari 2026, 07:00 WIB
27 Januari 2026, 16:00 WIB
27 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
28 Januari 2026, 11:00 WIB
Chery berencana lebih fokus untuk mengembangkan pasar mobil hybrid karena diprediksi pasarnya tumbuh besar
28 Januari 2026, 10:00 WIB
Diler BMW Astra berharap dapat terus mempertahankan capaian penjualan yang positif seperti tahun lalu
28 Januari 2026, 09:00 WIB
Audio Plus Indonesia menerapkan sejumlah strategi saat pasar mobil baru lesu, seperti memperlebar lini produk
28 Januari 2026, 08:00 WIB
SUV Chery X sempat mejeng di GJAW 2025, desainnya terdaftar di Indonesia dan diyakini segera meluncur
28 Januari 2026, 07:00 WIB
Sejumlah mobil baru dari berbagai brand akan ikut meramaikan IIMS 2026 sehingga bisa menambah keseruan
28 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 28 Januari 2026 tetap dijalankan meski BMKG memberi peringatan potensi cuaca buruk
28 Januari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian meningkatkan layanan kepada masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
28 Januari 2026, 06:00 WIB
Di pertengahan minggu, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi untuk perpanjangan SIM A dan C