Bukan Insentif, Haka Auto Sebut yang Dibutuhkan Pasar EV

Haka Auto menilai bahwa insentif sudah bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mengembangkan pasar Ev di Tanah Air

Bukan Insentif, Haka Auto Sebut yang Dibutuhkan Pasar EV
Adi Hidayat

KatadataOTO – Haka Auto selaku mitra diler BYD mengungkap bahwa pasar EV Tanah Air tidak terlalu membutuhkan insentif. Menurut mereka pasar EV masih bisa terus berkembang meski program tersebut dihentikan.

Namun bukan berarti pasar bisa dilepas begitu saja. Pasalnya segmen ini masih terbilang rentan terhadap beberapa gejolak yang ada.

"Kalau saya sih insentif sebaiknyan tidak ada sekalian. Karena ini menyebabkan timbulnua ketidakpastian terhadap pasar kendaraan listrik di Indonesia," ungkap Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto, kepada media (02/03).

Menurutnya isu ada tidaknya insentif justru membuat pelanggan menunda melakukan pembelian kendaraan. Situasi itu justru membuat pasar menjadi tertekan dan sukit berkembang.

BYD
Photo: Istimewa

"Pasar EV lebih baik yang pasti-pasti saja. Jangan digantung karrna pelanggan justru menunda melakukan pembelian kendaraan," tegasnya kemudian.

Ia pun berpendapat bahwa penjualan harga kendaraan listrik belakangan ini sudah semakin terjangkau. Bahkan ada model yang sudah menjadi pilihan untuk mobil utama.

“Teknologi itu semakin lama makin canggih dan harganya pun semakin murah. Jadi sudah bisa bersaing harganya dibandingkan dengan mobil konvensional,” tambah Hariyadi kemudian.

Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah melalui kemeenggan memperpanjang insentif kendaraan listrik.

Sebelumnnya diberitakan bahwa pemerintah melalui Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akan menghentikan program insentif kendaraan listrik.

Hal ini karena program sudah berjalan selama dua tahun dan memberi hasil cukup menggembirakan. Airlangga menyatakan, para produsen mobil yang masuk melalui skema insentif impor EV disebut sudah mulai melakukan perakitan secara lokal.

Lebih jauh dikatakan, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir.

BYD
Photo: Istimewa

Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif. Ia menilai jumlah tersebut sudah lebih dari cukup. Dengan progress yang dianggap memadai, pemerintah kini ingin mengalihkan fokus pada pembuatan fasilitas produksi nasional.

Beberapa pabrikan pun sudah mulai melakukan pembangunan fasilitas produksi seperti VinFast dan BYD.


Terkini

otosport
MotoGP Hungaria 2026

Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Usaha Marquez Putus Dominasi Aprilia

Marc Marquez memiliki peluang meraih podium pada MotoGP Hungaria 2026 jika mampu tampil konsisten dan maksimal

mobil
Nissan Elgrand e-Power

Nissan Daftarkan MPV Hybrid Baru di Indonesia

Saat penjualan masih tertinggal dari merek Jepang lain, Nissan berencana menambah portfolio produknya di RI

mobil
Peluang BYD Seal PHEV Hadir di Indonesia Tahun Ini

Menakar Peluang BYD Seal PHEV Hadir di Indonesia Tahun Ini

BYD Seal PHEV berpotensi jadi produk hybrid berikutnya setelah M6 DM-i, sudah terdaftar di Indonesia

news
Ganjil Genap Jakarta

Simak Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 02 Juni 2026

Ganjil genap Jakarta terkini tidak hanya mengandalkan petugas namun juga dibantu oleh teknologi ETLE

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Selasa 2 Juni 2026, Ada Dispensasi

Ada dispensasi perpanjangan di SIM keliling Jakarta hari ini, simak daftar persyaratan yang harus dipenuhi

news
SIM Keliling Bandung

Cek 2 Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini, 2 Juni 2026

Pengendara motor dan mobil bisa memanfaatkan keberadaan SIM keliling Bandung hari ini di dua tempat berbeda

news
Harga BBM

Cek Harga BBM SPBU Swasta Juni 2026, Shell Sudah Ada

SPBU Shell maupun BP AKR terpantau melakukan penyesuian harga BBM jenis diesel mulai hari ini, Senin (01/06)

news
harga BBM Pertamina

Daftar Harga BBM Pertamina di Juni 2026, Dexlite dan Dex Turun

Pada Juni 2026 Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada beberapa produk mereka, seperti di Solar