Lamborghini Batal Bikin Mobil Listrik: Hampir Tak Ada Peminat
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Ada beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Cina dalam proses daur ulang baterai mobil listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Mobil listrik kini menjadi primadona baru bagi sebagian kalangan. Mereka menggunakan Electric Vehicle (EV) untuk mobilitas sehari-hari.
Masifnya penggunaan kendaraan roda empat setrum membawa persoalan baru, seperti limbah penampung daya yang dipakai.
Melansir Carnewschina pada Senin (19/01), Cina baru saja memperketat aturan daur ulang baterai mobil listrik.
Pemerintah Tiongkok menerbitkan langkah-langkah sementara, untuk pengelolaan daur ulang dan pemanfaatan komprehensif baterai bekas kendaraan listrik.
“Aturan ini akan mulai berlaku pada 1 April untuk mengontrol arus baterai bekas, lalu mewajibkan baterai EV tetap berada di dalam kendaraan setelah dibongkar,” tulis media daring ini.
Memang daur ulang penampung daya di Cina menghadapi beberapa tantangan besar. Seperti kurangnya infrastruktur, risiko kebakaran hingga proses pembongkaran yang mahal karena tidak ada standardisasi.
Oleh sebab itu, Chinese General Administration of Market Supervision dan Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) membentuk komite teknis nasional.
Nantinya organisasi tersebut bertugas untuk menstandardisasi daur ulang baterai mobil listrik.
“MIIT akan membangun platform informasi nasional yang akan melacak baterai NEV sepanjang siklus hidupnya,” lanjut mereka.
Proses di atas meliputi produksi, penjualan, perbaikan, penggantian, pembongkaran, daur ulang dan pemanfaatan komprehensif.
Selain itu Cina juga bakal menetapkan sistem standar buat pemanfaatan komprehensif baterai EV, lalu mendukung demonstrasi, promosi, penerapan teknologi, proses maupun peralatan baru.
Kemudian pemerintah Tiongkok mewajibkan para produsen serta importir penampung daya, menggunakan bahan dengan tingkat toksisitas rendah.
Lalu bahan baku atau material baterai EV juga wajib mudah didaur ulang. Selanjutnya harus diidentifikasi sesuai dengan standar GB/T 34014.
Disebutkan bahwa produsen dan importir NEV harus menyerahkan informasi teknis.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Maret 2026, 16:06 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Terkini
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran
02 Maret 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia menyiapkan setidaknya empat strategi untuk bisa mewujudkan targetnya pada tahun ini
02 Maret 2026, 12:00 WIB
Geely siap mengawal pelanggannya saat mudik Lebaran 2026 dengan membuka 11 diler di sejumlah kota besar
02 Maret 2026, 11:00 WIB
Selama musim mudik 2026, Hino akan membuka sejumlah posko mudik yang siap mengawal perjalanan pelanggan
02 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha ingin berkolaborasi dengan Agrinas Pangan Nusantara untuk memasok motor baru bagi Koperasi Merah Putih
02 Maret 2026, 08:03 WIB
Pedro Acosta sukses mengamankan 32 poin di Thailand untuk bisa berebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026
02 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta pertama di Maret 2026 akan diawasi ketat oleh pihak kepolisian yang terus berjaga