Cina Mulai Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Mobil Listrik

Ada beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Cina dalam proses daur ulang baterai mobil listrik

Cina Mulai Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Mobil Listrik
Satrio Adhy

KatadataOTOMobil listrik kini menjadi primadona baru bagi sebagian kalangan. Mereka menggunakan Electric Vehicle (EV) untuk mobilitas sehari-hari.

Masifnya penggunaan kendaraan roda empat setrum membawa persoalan baru, seperti limbah penampung daya yang dipakai.

Melansir Carnewschina pada Senin (19/01), Cina baru saja memperketat aturan daur ulang baterai mobil listrik.

Pemerintah Tiongkok menerbitkan langkah-langkah sementara, untuk pengelolaan daur ulang dan pemanfaatan komprehensif baterai bekas kendaraan listrik.

Pabrik daur ulang baterai mobil listrik
Photo: Carscoops

“Aturan ini akan mulai berlaku pada 1 April untuk mengontrol arus baterai bekas, lalu mewajibkan baterai EV tetap berada di dalam kendaraan setelah dibongkar,” tulis media daring ini.

Memang daur ulang penampung daya di Cina menghadapi beberapa tantangan besar. Seperti kurangnya infrastruktur, risiko kebakaran hingga proses pembongkaran yang mahal karena tidak ada standardisasi.

Oleh sebab itu, Chinese General Administration of Market Supervision dan Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) membentuk komite teknis nasional.

Nantinya organisasi tersebut bertugas untuk menstandardisasi daur ulang baterai mobil listrik.

“MIIT akan membangun platform informasi nasional yang akan melacak baterai NEV sepanjang siklus hidupnya,” lanjut mereka.

Proses di atas meliputi produksi, penjualan, perbaikan, penggantian, pembongkaran, daur ulang dan pemanfaatan komprehensif.

Selain itu Cina juga bakal menetapkan sistem standar buat pemanfaatan komprehensif baterai EV, lalu mendukung demonstrasi, promosi, penerapan teknologi, proses maupun peralatan baru.

Kemudian pemerintah Tiongkok mewajibkan para produsen serta importir penampung daya, menggunakan bahan dengan tingkat toksisitas rendah.

Lalu bahan baku atau material baterai EV juga wajib mudah didaur ulang. Selanjutnya harus diidentifikasi sesuai dengan standar GB/T 34014.

Disebutkan bahwa produsen dan importir NEV harus menyerahkan informasi teknis.


Terkini

mobil
Lynk & Co

Geely Buka Peluang Bawa Lynk & Co ke Indonesia

Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia

mobil
Toyota

Setelah Lombok, Toyota Perkuat Pendidikan Vokasi di Bali

Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil

mobil
Penjualan Mobil Baru

Kemenperin Yakin Penjualan Mobil 2026 Tembus 1 Juta Unit

Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026

mobil
Giti

Giti Xcursion RT Dikenalkan, Ban Berkemampuan Hybrid

Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia

mobil
DFSK E5 Plus PHEV

DFSK E5 Plus Diklaim Tawarkan Teknologi PHEV Lebih Baik

SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan

mobil
Daihatsu Rocky Hybrid

Fitur Unggulan Daihatsu Rocky Hybrid, Bikin Nyaman di Perkotaan

Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda

motor
astra honda motor technical skill contest

Honda Asah Kompetensi Teknisi AHASS, Bikin Jadi Naik Kelas

Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia

mobil
MG S5 EV

Baru Meluncur, 10 Ribu Unit MG S5 EV Ditarik dari Pasaran

Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran