Harga Hyundai Ioniq 5 Naik Rp 81 Juta di Pertengahan Januari 2026
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belum lama ini satu unit Hyundai Ioniq 5 N terbakar saat sedang diparkir dan tidak dalam kondisi diisi daya. Hal tersebut memicu pertanyaan dari banyak pihak.
Tentu juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar. Pasalnya saat kejadian, mobil disebut dalam kondisi tidak aktif.
Spekulasi yang beredar adalah adanya kendala pada baterai, berimbas pada korsleting dan mengakibatkan mobil listrik terbakar.
Namun lembaga sertifikasi dan pelatihan keselamatan mobil listrik, EVSafe Indonesia menilai baterai tidak melulu jadi penyebab utama terbakarnya Electric Vehicle (EV).
“Insiden teranyar di Medan itu dari pengamatan saya adalah kebakaran akibat kelistrikan biasa atau tegangan rendah. Jadi bukan disebabkan oleh baterai tegangan tinggi,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia kepada KatadataOTO, Rabu (14/01).
Pada Hyundai Ioniq 5 N yang terbakar beberapa waktu lalu, api berasal dari bagian belakang kendaraan sebelum menjalar ke seluruh kabin penumpang. Kemudian dapat dipadamkan dalam waktu 30 menit tanpa ada laporan api kembali muncul.
Dia meyakini baterai bukan jadi penyebab, karena insiden kebakaran yang dipicu penampung daya perlu waktu jauh lebih lama untuk dipadamkan dan api berpotensi menyala lagi.
Pola kerusakannya identik dengan kebakaran akibat sistem kelistrikan tegangan rendah atau komponen elektronik pendukung, terletak di bagian belakang kendaraan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, saat kejadian mobil berada diparkir di bengkel, bukan di area garasi. Tidak menutup kemungkinan, mobil tersebut sedang melalui tahapan perbaikan atau bahkan modifikasi.
“Karena bukan di bengkel resmi, tidak diketahui apakah SOP (Standar Operasional Prosedur) dari pabrikan dijalani dengan benar,” ucap Mahaendra.
Kebakaran mobil listrik di Indonesia bisa dibilang masih terhitung jari. Sejauh ini, penyebabnya kerap faktor eksternal.
Untuk menghindari ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya tidak melakukan modifikasi di sembarang bengkel tanpa memperhatikan standar kompetensi.
Apabila ingin melakukan ubahan pada kendaraan listrik, pastikan bahwa bengkel dan teknisinya telah tersertifikasi dan memahami mobil.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 14:00 WIB
15 Januari 2026, 13:00 WIB
15 Januari 2026, 08:00 WIB
14 Januari 2026, 16:12 WIB
14 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan
15 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Avanza jadi mobil terlaris di 2025 namun BYD mulai merangsek naik dengan memasukkan dua model ke 20 besar
15 Januari 2026, 10:00 WIB
Sepanjang periode tahun lalu pasar motor baru menunjukan kinerja cukup positif, termasuk dirasakan oleh Yamaha
15 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut data Gaikindo, segmen mobil LCGC hanya membukukan wholesales di anga 122.686 unit sepanjang 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Menghadapi tantangan berat dan persaingan sengit, penjualan retail Neta mengalami penurunan tajam di 2025