Eropa Tertinggal 20 Tahun dari Cina Soal Pengembangan Baterai EV

Kesenjangan yang ada membuat para produsen baterai asal Cina menggempur pasar Eropa dalam beberapa waktu

Eropa Tertinggal 20 Tahun dari Cina Soal Pengembangan Baterai EV
Satrio Adhy

KatadataOTO – Persaingan antara pabrikan Eropa dan Cina dalam pengembangan mobil listrik sudah tidak bisa terhindarkan lagi. Namun Tiongkok diklaim melesat lebih jauh.

Seperti untuk urusan pengembangan baterai Electric Vehicle (EV). Benua Biru disebut tidak mampu mengejar ketertinggalan.

“Di sektor baterai, Eropa tertinggal 20 tahun dari Cina,” ungkap Ferdinand Dudenhoffer, pakar otomotif asal Jerman menyitat Carnewschina pada Jumat (30/01).

Pria yang dijuluki ‘Paus Otomotif’ ini menuturkan, kerja sama dengan para produsen penampung daya dari Cina menjadi opsi paling masuk akal.

Baterai Mobil Listrik
Photo: Istimewa

Hal tersebut agar BMW, Mercedes-Benz sampai Porsche mampu kompetitif di pasar EV. Jadi tidak tertinggal dengan produk milik BYD, Chery, Geely dan kawan-kawan.

Lebih jauh disebutkan, kesenjangan teknologi menciptakan situasi 70 persen baterai EV yang dijual di Eropa pada 2025 akan dipasok oleh perusahaan Cina.

Ditambah para pabrikan baterai dari Negeri Tirai Bambu menawarkan banyak keuntungan. Termasuk untuk urusan biaya produksi, diklaim lebih rendah 30 persen.

Selain itu, siklus pengembangan penampung daya asal Cina menjadi lebih singkat sekitar 50 persen dibanding perusahaan Eropa.

Kemudian perusahaan raksasa baterai Tiongkok, yakni CATL dan Gotion High-Tech telah melangkah lebih jauh dari sekadar memasok komponen.

Mereka secara aktif membangun kemitraan dengan produsen Eropa. Ambil contoh usaha patungan CATL bersama BMW yang sudah mulai produksi di Jerman.

Lalu kemitraan BYD dengan Stellantis untuk mengembangkan baterai lithium iron phosphate berbiaya rendah, telah memasuki produksi massal.

Cina Semakin Digdaya

Dudenhoffer menjelaskan bahwa, kesenjangan antara pabrikan Cina serta Eropa merembet ke beberapa bidang lain.

“Perusahaan Tiongkok di bidang seperti autonomous driving juga kokpit pintar, seperti QCraft, Horizon Robotics, Xiaomi hingga Huawei memimpin tren ini dan bukan didominasi oleh produsen Eropa serta Amerika,” tegas dia.

Baterai Mobil Listrik
Photo: MG

Sebagai informasi menurut data milik International Energy Agency, Cina mampu mengendalikan 75 persen kapasitas produksi baterai global.

“Jika produsen mobil Eropa terus bergantung pada rantai pasok lokal yang tidak efisien, mereka akan sepenuhnya kehilangan kesempatan transisi,” pungkas Dudenhoffer.

Dudenhoffer menyarankan agar kemitraan dengan perusahaan Cina dan Eropa harus terus dijaga. Sebab dapat membawa dampak positif.


Terkini

otopedia
Polytron

Tips Aman Meninggalkan Motor Listrik saat Mudik Lebaran 2026

Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika meninggalkan motor listrik saat mudik adalah tidak mematikan MCB

mobil
Xforce

Mengenal Fitur FCM di Mitsubishi Xforce yang Bikin Tenang Nyetir

Mitsubishi Xforce dibekali sejumlah fitur keselamatan aktif untuk menjamin keamanan selama di perjalanan

mobil
BYD

BYD Klaim Biaya Mudik Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat 40 Persen

BYD mengungkap bahwa mudik menggunakan mobil listrik bakal lebih hemat ketimbang ICE hingga 40 persen

mobil
BMW

Modal BMW Hadapi Gempuran Merek Premium Cina di RI Tahun Ini

Persaingan bakal memanas di 2026, BMW sorot pentingnya layanan purna jual sebagai salah satu kualitas utama

mobil
Wuling Eksion

Kelanjutan Wuling Eksion di RI, Konsumen Sudah Mulai Pesan

Sejumlah tenaga penjual mulai membuka keran pemesanan Wuling Eksion, diyakini segera debut tahun ini

news
SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung Jelang Libur Lebaran 2026

Demi memfasilitasi para pemudik, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung jelang libur Lebaran 2026

news
SIM Keliling Jakarta

5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 16 Maret Sebelum Libur Lebaran

SIM keliling Jakarta masih dapat melayani perpanjangan masa berlaku SIM sebelum memasuki libur Lebaran

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 16 Maret 2026, Masih Diawasi Ketat

Ganjil genap Jakarta 15 Maret 2026 tetap diawasi secara ketat meski sebagian masyarakat sudah mudik ke kampung halaman