Penjualan Truk Januari 2026 Turun, Seluruh Segmen Terkoreksi
19 Februari 2026, 11:00 WIB
Hino menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas produk yang mereka produksi sesuai standar internasional
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hino telah hadir di Indonesia sejak 43 tahun lalu dan berhasil memproduksi kendaraan yang diminati masyarakat. Pabrikan asal Jepang ini pun menjawab kepercayaan konsumennya dengan menerapkan strategi jangka panjang bagi industri transportasi nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui investasi berkelanjutan di berbagai sektor. Termasuk dengan membangun pabrik di kawasan Purwakarta, Jawa Barat yang berstandar Hino Motors Limited, Japan untuk light duty, medium duty hingga bus.
Fasilitas produksi tersebut berdiri di atas lahan seluas 296.000 meter persegi dan luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi. Untuk mengoperasikannya, Hino mempekerjakan sedikitnya 1.548 orang.
Ada pun kapasitas produksi terpasang hingga 75.000 unit kendaraan per tahun. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar baik domestik maupun internasional.
Pasalnya sejak 2011, Hino Indonesia telah mengekspor kendaraan utuh atau CBU, CKD serta komponen ke berbagai negara. Mulai dari Vietnam, Filipina, Bolivia, Haiti, Papua Nugini, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan dan Jepang.
Tak hanya itu, Hino juga telah penggunaan komponen dalam negeri dengan jumlah cukup besar. Sehingga bisa mendorong industri otomotif Tanah Air serta menyerap banyak tenaga kerja.
“Komitmen Hino terhadap penguatan industri nasional tercermin dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai lebih dari 40 persen,” ungkap Harianto Sariyan, Director PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (22/01).
Dalam pemaparannya, ia mengungkap bahwa sedikitnya ada 31 kendaraan yang sudah memiliki TKDN sebesar 44,35 persen hingga 57,26 persen.
“Hino juga memberi Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14,10 persen telah mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional,” tambahnya kemudian.
Sayangnya komitmen tersebut kini mengalami tekanan dari pasar. Pasalnya pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memudahkan impor truk Cina sehingga memberi tantangan besar pada industri dalam negeri.
Pabrikan Jepang tersebut pun mengaku telah melakukan beragam komunikasi melalui Gaikindo agar industri otomotif khususnya kendaraan niaga bisa terlindungi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Februari 2026, 11:00 WIB
17 Februari 2026, 19:00 WIB
22 Januari 2026, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
21 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
20 Februari 2026, 13:00 WIB
Alih-alih E9 PHEV, GAC Aion beri sinyal akan menghadirkan E8 Hybrid lebih dulu untuk konsumen Indonesia
20 Februari 2026, 12:00 WIB
Penjualan Honda Januari 2026 mendapat tekanan hingga terkoreksi hingga ribuan unit dibanding bulan sebelumnya
20 Februari 2026, 11:00 WIB
Meski baru melakukan debut di Tanah Air, iCar raih 300 SPK di IIMS 2026 yang baru saja rampung beberapa waktu lalu
20 Februari 2026, 10:00 WIB
Belum lama ini Gaikindo mengumumkan bahwa pameran tahunan GIIAS 2026 tidak jadi dipindahkan ke kawasan PIK
20 Februari 2026, 09:00 WIB
Sejumlah strategi dipersiapkan untuk mengarungi 2026 oleh Mitsubishi Fuso di segmen kendaraan niaga ringan
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Pasar mobil baru diprediksi akan mengguat pada tahun ini, berkat segmen LCGC yang kembali digandrungi
20 Februari 2026, 07:00 WIB
Genesis, sub merek premium dari Hyundai segera memasarkan produk-produk andalannya untuk masyarakat Indonesia
20 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kali ini bakal lebih ketat pengawasannya karena diprediksi ada kemacetan parah di sore hari