Xpeng Pamerkan Mobil Listrik P7 di IIMS 2026, Cek Kelebihannya
07 Februari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menunggu tindakan pemerintah tentang keberadaan truk Cina yang dinilai sangat merugikan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Keberadaan truk-truk Cina di Indonesia terus menjadi keresahan banyak pihak. Sebab kendaraan tersebut dinilai tidak sesuai aturan.
Bahkan kehadiran produk-produk asal Tiongkok ini terkesan dibiarkan. Tidak ada tindakan dari para pihak terkait.
“Kita sudah mengadu ke kementerian, kita sudah coba komunikasi asosiasi Gaikindo untuk bantu kita suarakan keluhan kita, sampai sekarang tidak ada langkah konkret dari government,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB, di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Aji menjelaskan, Mitsubishi Fuso sebenarnya menunggu tindakan tegas dari banyak pihak terkait dengan keberadaan truk Cina.
Mengingat berbagai pihak turut merasakan hal serupa. Terutama para pabrikan Jepang yang sudah berinvestasi di Indonesia.
“Kalau terus mereka didiamkan ya, terus mereka bisa penetrasi market dengan tidak fair tadi. Pernah dengar pameran mining itu, mobilnya yang dipajang Euro 2, Euro 3 (dan) kita disuruhnya Euro 4 itu kan tidak fair,” lanjut Aji.
Mitsubishi Fuso meminta pemerintah bisa bergerak cepat, menertibkan keberadaan truk Cina di Indonesia.
Apalagi isu beredar, banyak truk Cina tidak melakukan uji kendaraan. Sehingga dapat membahayakan jika dipakai di jalan raya.
“Harapannya truk yang masuk (ke Indonesia) harusnya prosedurnya sama dengan kita. Harus melalui uji coba, melalui persyaratan dokumentasi yang benar,” tegas Aji.
Selain itu truk-truk Cina juga diminta mempunyai standarisasi teknologi serupa, seperti disyaratkan oleh pemerintah dengan menggunakan mesin Euro 4.
Lebih jauh dijelaskan, kedatangan truk Cina ke Indonesia diduga membuat pasar kendaraan komersial anjlok.
Menurut Aji, hal tersebut terjadi karena kendaraan besar dari Tiongkok yang ada di Indonesia tidak terdaftar dalam data Gaikindo.
“Truk-truk Cina datang langsung ke tambang itu kan tidak terekam, karena dia bukan anggota Gaikindo, katanya besar itu jumlahnya,” pungkas Aji.
Sebagai informasi, serbuan truk Cina impor ilegal membuat persaingan di pasar kendaraan niaga menjadi tidak sehat.
Apalagi produk asal Negeri Tirai Bambu ini tidak dituntut untuk memenuhi syarat sertifikasi Euro 4 seperti Mitsubishi Fuso dan produsen lain.
Sedangkan Mitsubishi Fuso maupun pabrikan lain diwajibkan memenuhi aturan tersebut. Sehingga Aji menilai persaingan yang ada tidak sehat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Februari 2026, 07:00 WIB
02 Februari 2026, 16:00 WIB
30 Januari 2026, 19:00 WIB
30 Januari 2026, 13:00 WIB
29 Januari 2026, 21:00 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 09:00 WIB
Suzuki kembali menggelar program promo spareparts pada di IIMS 2026, sehingga memudahkan para konsumen
12 Februari 2026, 08:00 WIB
Demi menggoda konsumen di Tanah Air, motor matic Honda PCX 160 diberikan penyegaraan dari sisi tampilan
12 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid perdana Mitsubishi di Indonesia akan langsung dirakit lokal, diyakini LMPV Xpander Hybrid
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan dengan diawasi langsung oleh kepolisian di sejumlah titik rawan
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Pemohon perlu menyiapkan dokumen SIM A atau C asli dan salinannya untuk perpanjangan di SIM keliling Jakarta
12 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi bagi masyaraka yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
11 Februari 2026, 21:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh
11 Februari 2026, 20:00 WIB
Diler GWM Kelapa Gading hadir di lokasi strategis, sehingga memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen