Persiapan Mitsubishi Fuso Hadapi Mandatori B50
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi Fuso menunggu tindakan pemerintah tentang keberadaan truk Cina yang dinilai sangat merugikan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Keberadaan truk-truk Cina di Indonesia terus menjadi keresahan banyak pihak. Sebab kendaraan tersebut dinilai tidak sesuai aturan.
Bahkan kehadiran produk-produk asal Tiongkok ini terkesan dibiarkan. Tidak ada tindakan dari para pihak terkait.
“Kita sudah mengadu ke kementerian, kita sudah coba komunikasi asosiasi Gaikindo untuk bantu kita suarakan keluhan kita, sampai sekarang tidak ada langkah konkret dari government,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB, di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Aji menjelaskan, Mitsubishi Fuso sebenarnya menunggu tindakan tegas dari banyak pihak terkait dengan keberadaan truk Cina.
Mengingat berbagai pihak turut merasakan hal serupa. Terutama para pabrikan Jepang yang sudah berinvestasi di Indonesia.
“Kalau terus mereka didiamkan ya, terus mereka bisa penetrasi market dengan tidak fair tadi. Pernah dengar pameran mining itu, mobilnya yang dipajang Euro 2, Euro 3 (dan) kita disuruhnya Euro 4 itu kan tidak fair,” lanjut Aji.
Mitsubishi Fuso meminta pemerintah bisa bergerak cepat, menertibkan keberadaan truk Cina di Indonesia.
Apalagi isu beredar, banyak truk Cina tidak melakukan uji kendaraan. Sehingga dapat membahayakan jika dipakai di jalan raya.
“Harapannya truk yang masuk (ke Indonesia) harusnya prosedurnya sama dengan kita. Harus melalui uji coba, melalui persyaratan dokumentasi yang benar,” tegas Aji.
Selain itu truk-truk Cina juga diminta mempunyai standarisasi teknologi serupa, seperti disyaratkan oleh pemerintah dengan menggunakan mesin Euro 4.
Lebih jauh dijelaskan, kedatangan truk Cina ke Indonesia diduga membuat pasar kendaraan komersial anjlok.
Menurut Aji, hal tersebut terjadi karena kendaraan besar dari Tiongkok yang ada di Indonesia tidak terdaftar dalam data Gaikindo.
“Truk-truk Cina datang langsung ke tambang itu kan tidak terekam, karena dia bukan anggota Gaikindo, katanya besar itu jumlahnya,” pungkas Aji.
Sebagai informasi, serbuan truk Cina impor ilegal membuat persaingan di pasar kendaraan niaga menjadi tidak sehat.
Apalagi produk asal Negeri Tirai Bambu ini tidak dituntut untuk memenuhi syarat sertifikasi Euro 4 seperti Mitsubishi Fuso dan produsen lain.
Sedangkan Mitsubishi Fuso maupun pabrikan lain diwajibkan memenuhi aturan tersebut. Sehingga Aji menilai persaingan yang ada tidak sehat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
06 Agustus 2026, 18:12 WIB
04 Agustus 2026, 15:23 WIB
03 Agustus 2026, 20:00 WIB
30 Juli 2026, 13:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika