AiMoga Kenalkan Robot Mobo, Siap Jadi Anggota Keluarga Baru
01 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menunggu tindakan pemerintah tentang keberadaan truk Cina yang dinilai sangat merugikan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Keberadaan truk-truk Cina di Indonesia terus menjadi keresahan banyak pihak. Sebab kendaraan tersebut dinilai tidak sesuai aturan.
Bahkan kehadiran produk-produk asal Tiongkok ini terkesan dibiarkan. Tidak ada tindakan dari para pihak terkait.
“Kita sudah mengadu ke kementerian, kita sudah coba komunikasi asosiasi Gaikindo untuk bantu kita suarakan keluhan kita, sampai sekarang tidak ada langkah konkret dari government,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB, di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Aji menjelaskan, Mitsubishi Fuso sebenarnya menunggu tindakan tegas dari banyak pihak terkait dengan keberadaan truk Cina.
Mengingat berbagai pihak turut merasakan hal serupa. Terutama para pabrikan Jepang yang sudah berinvestasi di Indonesia.
“Kalau terus mereka didiamkan ya, terus mereka bisa penetrasi market dengan tidak fair tadi. Pernah dengar pameran mining itu, mobilnya yang dipajang Euro 2, Euro 3 (dan) kita disuruhnya Euro 4 itu kan tidak fair,” lanjut Aji.
Mitsubishi Fuso meminta pemerintah bisa bergerak cepat, menertibkan keberadaan truk Cina di Indonesia.
Apalagi isu beredar, banyak truk Cina tidak melakukan uji kendaraan. Sehingga dapat membahayakan jika dipakai di jalan raya.
“Harapannya truk yang masuk (ke Indonesia) harusnya prosedurnya sama dengan kita. Harus melalui uji coba, melalui persyaratan dokumentasi yang benar,” tegas Aji.
Selain itu truk-truk Cina juga diminta mempunyai standarisasi teknologi serupa, seperti disyaratkan oleh pemerintah dengan menggunakan mesin Euro 4.
Lebih jauh dijelaskan, kedatangan truk Cina ke Indonesia diduga membuat pasar kendaraan komersial anjlok.
Menurut Aji, hal tersebut terjadi karena kendaraan besar dari Tiongkok yang ada di Indonesia tidak terdaftar dalam data Gaikindo.
“Truk-truk Cina datang langsung ke tambang itu kan tidak terekam, karena dia bukan anggota Gaikindo, katanya besar itu jumlahnya,” pungkas Aji.
Sebagai informasi, serbuan truk Cina impor ilegal membuat persaingan di pasar kendaraan niaga menjadi tidak sehat.
Apalagi produk asal Negeri Tirai Bambu ini tidak dituntut untuk memenuhi syarat sertifikasi Euro 4 seperti Mitsubishi Fuso dan produsen lain.
Sedangkan Mitsubishi Fuso maupun pabrikan lain diwajibkan memenuhi aturan tersebut. Sehingga Aji menilai persaingan yang ada tidak sehat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 September 2026, 07:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9