Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Penjualan mobil listrik secara global hanya 1,2 juta unit pada Januari 2026, diklaim turun sampai tiga persen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di dunia mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat pada periode Januari 2026.
Menurut laporan Reuters pada Kamis (19/02), registrasi electric vehicle (EV) secara global hanya mencapai 1,2 juta unit di bulan lalu.
Bila dilihat secara rinci, angka di atas mengalami penurunan hingga tiga persen dibandingkan Januari 2025.
Kemudian merosot 44 persen bila dibandingkan Desember 2025. Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak.
Penurunan tersebut digadang-gadang terjadi karena beberapa hambatan, mulai dari situasi ekonomi hingga perubahan arah elektrifikasi.
“Pemberlakuan pajak pembelian dan subsidi mobil listrik yang lebih rendah di Cina serta perubahan kebijakan di Amerika Serikat menghambat penjualan,” tulis media daring tersebut.
Memang jika dilihat, pemerintah Tiongkok merombak sejumlah kebijakan. Terutama yang terkait dengan pemberian bantuan pembelian EV.
Insentif yang diberikan pada tahun ini tidak lagi sebesar di 2025. Sehingga membuat masyarakat enggan memboyong mobil listrik.
Perang dengan Cina akibat ulah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat turut membuat situasi semakin buruk. Negeri Paman Sam terus mempersulit akselerasi EV asal Tiongkok.
Membuat mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu kehilangan peminat di Amerika Serikat. Sehingga penjualan BYD, Geely hingga Great Wall Motor harus terkoreksi.
Dalam sebuah laporan yang dibuat oleh EnergyLiveNews, penjualan mobil listrik Cina bulan lalu disebut merosot 0,60 juta unit atau turun sekitar 20 persen dibandingkan Januari 2025.
“Sebagian besar sebagai konsekuensi dari pasar EV Cina yang menyusut,” ungkap Charles Lester, Manajer Data Benchmark.
Sebagai informasi, pabrik kendaraan roda empat di Tiongkok diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen, bahkan berpotensi memecahkan rekor karena menyentuh tujuh juta unit.
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara, seperti Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.
Akan tetapi penjualan mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada periode tahun ini.
Beberapa rintangan siap menghadang. Seperti ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan disebutkan bahwa puluhan produsen mobil listrik di Cina berada dalam ancaman serius pada 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan