Strategi Volvo Bersaing di Tengah Ketatnya Persaingan Otomotif RI
21 Mei 2026, 19:21 WIB
Penjualan mobil listrik secara global hanya 1,2 juta unit pada Januari 2026, diklaim turun sampai tiga persen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di dunia mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat pada periode Januari 2026.
Menurut laporan Reuters pada Kamis (19/02), registrasi electric vehicle (EV) secara global hanya mencapai 1,2 juta unit di bulan lalu.
Bila dilihat secara rinci, angka di atas mengalami penurunan hingga tiga persen dibandingkan Januari 2025.
Kemudian merosot 44 persen bila dibandingkan Desember 2025. Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak.
Penurunan tersebut digadang-gadang terjadi karena beberapa hambatan, mulai dari situasi ekonomi hingga perubahan arah elektrifikasi.
“Pemberlakuan pajak pembelian dan subsidi mobil listrik yang lebih rendah di Cina serta perubahan kebijakan di Amerika Serikat menghambat penjualan,” tulis media daring tersebut.
Memang jika dilihat, pemerintah Tiongkok merombak sejumlah kebijakan. Terutama yang terkait dengan pemberian bantuan pembelian EV.
Insentif yang diberikan pada tahun ini tidak lagi sebesar di 2025. Sehingga membuat masyarakat enggan memboyong mobil listrik.
Perang dengan Cina akibat ulah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat turut membuat situasi semakin buruk. Negeri Paman Sam terus mempersulit akselerasi EV asal Tiongkok.
Membuat mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu kehilangan peminat di Amerika Serikat. Sehingga penjualan BYD, Geely hingga Great Wall Motor harus terkoreksi.
Dalam sebuah laporan yang dibuat oleh EnergyLiveNews, penjualan mobil listrik Cina bulan lalu disebut merosot 0,60 juta unit atau turun sekitar 20 persen dibandingkan Januari 2025.
“Sebagian besar sebagai konsekuensi dari pasar EV Cina yang menyusut,” ungkap Charles Lester, Manajer Data Benchmark.
Sebagai informasi, pabrik kendaraan roda empat di Tiongkok diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen, bahkan berpotensi memecahkan rekor karena menyentuh tujuh juta unit.
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara, seperti Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.
Akan tetapi penjualan mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada periode tahun ini.
Beberapa rintangan siap menghadang. Seperti ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan disebutkan bahwa puluhan produsen mobil listrik di Cina berada dalam ancaman serius pada 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Mei 2026, 19:21 WIB
21 Mei 2026, 07:00 WIB
20 Mei 2026, 21:34 WIB
19 Mei 2026, 21:00 WIB
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Terkini
21 Mei 2026, 19:21 WIB
Gencar elektrifikasi, Volvo luncurkan produk di kelas yang sama dengan BMW iX tetapi berkonfigurasi 7-seater
21 Mei 2026, 07:00 WIB
Salah satu konsumen Kalista yang merasakan dampak positif dari penggunaan truk listrik adalah Evershine Group
21 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi, jadi masyarakat jangan sampai terlambat mendatangi
21 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan dengan bantuan sistem ETLE statis maupun Mobile terpadu
21 Mei 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia untuk perpanjangan masa berlaku SIM hari ini, simak informasinya
20 Mei 2026, 21:34 WIB
Mobil listrik 7-seater VinFast VF MPV 7 resmi diluncurkan di Indonesia, rakitan pabrik VinFast di Subang
20 Mei 2026, 20:09 WIB
Penjualan daihatsu selama empat bulan pertama tahun ini cukup positif sehingga tetap berada di posisi kedua
20 Mei 2026, 13:55 WIB
Hirohide Tagawa dipercaya untuk melakukan pengembangan kei car BYD demi mematangkan kehadiran Racco di Jepang