Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Hino mengakui truk Cina yang diimpor dengan beragam kemudahan membuat persaingan menjadi semakin sulit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa 2025 menjadi tahun yang berat untuk sektor otomotif. Terlebih untuk sektor kendaraan komersial seperti Hino karena harus berkompetisi dengan truk asal Cina.
Akibatnya permintaan pun mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya pun cukup panjang sebab jumlah produksi pun harus disesuaikan hingga menjadi sangat kecil.
“Saat ini jumlah kapasitas pabrik Hino di Purwakarta adalah 75.000 unit per tahun. Namun di 2025 hanya terpakai sekitar 25 persen dari total kendaraan yang bisa di produksi,” ungkap Harianto Sariyan, Director PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (21/01).
Kehadiran truk Cina memang telah berdampak terhadap industri kendaraan komersial Tanah Air. Pasalnya unit yang ditawarkan dijual dengan harga lebih mudah dibandingkan buatan dalam negeri.
“Mereka mendapat banyak kemudahan termasuk penghapusan persyaratan masuk seperti pajak dan sebagainya. Sementara kami mengimpor baja saja harus dikenai beragam biaya sehingga dari harga menjadi tidak kompetitif,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif ke berbagai sektor. Terlebih PT Hino Motors Manufacturing Indonesia mempekerjakan banyak tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.
“Tidak sampai ada pemecatan tetapi kami melakukan penyesuaian jumlah produksi. Demikian juga industri pendukung karena terdampak penurunan pemesanan,” tambahnya kemudian.
Ia pun mengungkap bahwa Hino telah menyampaikan situasi ini pada pemerintah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Sayangnya sampai sekarang belum ada kebijakan nyata untuk bisa melindungi produsen di Tanah Air.
Perlu diketahui bahwa Hino telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi global. Mereka membangun pabrik dengan luas area mencapai 296.000 meter persegi, luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi dan mempekerjakan 1.548 orang.
Sepanjang 2025, Hino sudah memproduksi 18.450 unit. Angka ini turun 22,6 persen bila dibandingkan 2024 yang membuat sedikitnya 23.823 unit.
Pabrikan yang sudah berdiri sejak 43 tahun ini pun berada di posisi ke 11 pabrikan kendaraan terbesar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
08 Agustus 2026, 16:14 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
05 Agustus 2026, 10:00 WIB
01 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta