Hino Tegaskan Produk Buatan Indonesia Punya Standar Tinggi
22 Januari 2026, 12:00 WIB
Hino mengakui truk Cina yang diimpor dengan beragam kemudahan membuat persaingan menjadi semakin sulit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa 2025 menjadi tahun yang berat untuk sektor otomotif. Terlebih untuk sektor kendaraan komersial seperti Hino karena harus berkompetisi dengan truk asal Cina.
Akibatnya permintaan pun mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya pun cukup panjang sebab jumlah produksi pun harus disesuaikan hingga menjadi sangat kecil.
“Saat ini jumlah kapasitas pabrik Hino di Purwakarta adalah 75.000 unit per tahun. Namun di 2025 hanya terpakai sekitar 25 persen dari total kendaraan yang bisa di produksi,” ungkap Harianto Sariyan, Director PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (21/01).
Kehadiran truk Cina memang telah berdampak terhadap industri kendaraan komersial Tanah Air. Pasalnya unit yang ditawarkan dijual dengan harga lebih mudah dibandingkan buatan dalam negeri.
“Mereka mendapat banyak kemudahan termasuk penghapusan persyaratan masuk seperti pajak dan sebagainya. Sementara kami mengimpor baja saja harus dikenai beragam biaya sehingga dari harga menjadi tidak kompetitif,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif ke berbagai sektor. Terlebih PT Hino Motors Manufacturing Indonesia mempekerjakan banyak tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.
“Tidak sampai ada pemecatan tetapi kami melakukan penyesuaian jumlah produksi. Demikian juga industri pendukung karena terdampak penurunan pemesanan,” tambahnya kemudian.
Ia pun mengungkap bahwa Hino telah menyampaikan situasi ini pada pemerintah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Sayangnya sampai sekarang belum ada kebijakan nyata untuk bisa melindungi produsen di Tanah Air.
Perlu diketahui bahwa Hino telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi global. Mereka membangun pabrik dengan luas area mencapai 296.000 meter persegi, luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi dan mempekerjakan 1.548 orang.
Sepanjang 2025, Hino sudah memproduksi 18.450 unit. Angka ini turun 22,6 persen bila dibandingkan 2024 yang membuat sedikitnya 23.823 unit.
Pabrikan yang sudah berdiri sejak 43 tahun ini pun berada di posisi ke 11 pabrikan kendaraan terbesar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Januari 2026, 12:00 WIB
27 Desember 2025, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
21 Desember 2025, 09:00 WIB
18 Desember 2025, 08:00 WIB
Terkini
05 Februari 2026, 11:00 WIB
Produksi kendaraan Toyota berhasil mencatatkan hasil positif dengan tumbuh 5,7 persen dibanding tahun lalu
05 Februari 2026, 10:00 WIB
Lepas L8 dikatakan sudah mengalami penyempurnaan sehingga bisa menghadirkan keamanan dan kenyamanan pelanggan
05 Februari 2026, 09:00 WIB
Terdapat delapan lokasi shuttle bus IIMS 2026 yang bisa diakses oleh masyarakat, seperti di Cibubur Junction
05 Februari 2026, 08:00 WIB
Insentif mobil listrik yang tidak jelas kelanjutannya memberi asa untuk meningkatkan kembali penjualan LCGC
05 Februari 2026, 07:00 WIB
Harga tiket IIMS 2026 bervariasi, tersedia opsi VIP dan top-up untuk menikmati area konser Infinite Live
05 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 5 Februari 2026 harus diperhatikan buat yang hendak ke pembukaan IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran
05 Februari 2026, 06:00 WIB
Jika Anda ingin mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini, harus memperhatikan jadwalnya
05 Februari 2026, 06:00 WIB
Berbarengan pembukaan pameran otomotif IIMS 2026, SIM keliling Jakarta tetap dibuka seperti biasanya