Gaikindo Godok Aturan Baru untuk Tertibkan Peredaran Truk Cina
27 Desember 2025, 11:00 WIB
Hino mengakui truk Cina yang diimpor dengan beragam kemudahan membuat persaingan menjadi semakin sulit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa 2025 menjadi tahun yang berat untuk sektor otomotif. Terlebih untuk sektor kendaraan komersial seperti Hino karena harus berkompetisi dengan truk asal Cina.
Akibatnya permintaan pun mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya pun cukup panjang sebab jumlah produksi pun harus disesuaikan hingga menjadi sangat kecil.
“Saat ini jumlah kapasitas pabrik Hino di Purwakarta adalah 75.000 unit per tahun. Namun di 2025 hanya terpakai sekitar 25 persen dari total kendaraan yang bisa di produksi,” ungkap Harianto Sariyan, Director PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (21/01).
Kehadiran truk Cina memang telah berdampak terhadap industri kendaraan komersial Tanah Air. Pasalnya unit yang ditawarkan dijual dengan harga lebih mudah dibandingkan buatan dalam negeri.
“Mereka mendapat banyak kemudahan termasuk penghapusan persyaratan masuk seperti pajak dan sebagainya. Sementara kami mengimpor baja saja harus dikenai beragam biaya sehingga dari harga menjadi tidak kompetitif,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif ke berbagai sektor. Terlebih PT Hino Motors Manufacturing Indonesia mempekerjakan banyak tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.
“Tidak sampai ada pemecatan tetapi kami melakukan penyesuaian jumlah produksi. Demikian juga industri pendukung karena terdampak penurunan pemesanan,” tambahnya kemudian.
Ia pun mengungkap bahwa Hino telah menyampaikan situasi ini pada pemerintah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Sayangnya sampai sekarang belum ada kebijakan nyata untuk bisa melindungi produsen di Tanah Air.
Perlu diketahui bahwa Hino telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi global. Mereka membangun pabrik dengan luas area mencapai 296.000 meter persegi, luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi dan mempekerjakan 1.548 orang.
Sepanjang 2025, Hino sudah memproduksi 18.450 unit. Angka ini turun 22,6 persen bila dibandingkan 2024 yang membuat sedikitnya 23.823 unit.
Pabrikan yang sudah berdiri sejak 43 tahun ini pun berada di posisi ke 11 pabrikan kendaraan terbesar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
21 Desember 2025, 09:00 WIB
18 Desember 2025, 08:00 WIB
10 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
22 Januari 2026, 10:00 WIB
Tes pramusim di Sirkuit Sepang bakal menjadi momen penting bagi Fabio Quartararo guna mememaksimalkan mesin V4
22 Januari 2026, 09:00 WIB
GWM Ora 07 Performance terdata di Gaikindo dengan jumlah wholesales 20 unit, berikut rangkuman spesifikasinya
22 Januari 2026, 08:00 WIB
Aletra jadi satu dari sekian merek Tiongkok yang bergabung sebagai anggota Gaikindo, berlaku tahun ini
22 Januari 2026, 08:00 WIB
Geely terus mengembangkan sayap guna memasarkan mobil listrik dan hybrid kepada konsumen di Indonesia
22 Januari 2026, 07:00 WIB
Changan Indonesia memberikan penawaran menarik bagi konsumen di Tanah Air yang ingin meminang unit Lumin
22 Januari 2026, 06:00 WIB
Saat mengurus dokumen berkendara tidak perlu mendatangi kantor Satpas, cukup manfaatkan SIM keliling Bandung
22 Januari 2026, 06:00 WIB
Pemilik SIM A dan C bisa melakukan perpanjangan masa berlaku di SIM keliling Jakarta, ada di lima lokasi
22 Januari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian masih mengandalkan ganjil genap Jakarta untuk atasi kemacetan lalu lintas yang ada di Ibu Kota