Hadir Paripurna, DFSK E5 Plus Siap Tantang SUV PHEV Tanah Air
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK akan produksi mobil listrik di Indonesia agar harga jual menjadi lebih kompetitif dibanding sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa DFSK merupakan salah satu pabrikan yang cukup agresif dalam mengembangkan mobil listrik di Tanah Air. Hal ini terlihat dari diluncurkannya Gelora E pada awal 2021.
Namun mobil tersebut rupanya masih diimpor utuh dari China sehingga perlu dilakukan beberapa langkah strategis agar harganya bisa lebih kompetitif. Salah satunya adalah dengan memproduksinya secara langsung di Tanah Air.
Hal ini tentunya terbilang masuk akal karena pabrikan asal China tersebut sebenarnya sudah memiliki fasilitas untuk melakukannya. Mereka mengklaim bahwa pabrik di Cikande, Serang, Banten sanggup memproduksi berbagai jenis model, mulai dari kendaraan internal combustion engine (ICE) hingga listrik.
"Pemanfaatan fasilitas perakitan DFSK di Cikande dapat membuat harga jual kendaraan listrik kami lebih terjangkau. Selain itu, penggunaan komponen lokal untuk meningkatkan TKDN juga akan memberikan stimulus bagi industri pendukung otomotif," ujar Achmad Rofiqi, Marketing Head PT Sokonindo Automobile.
Tak hanya DFSK Gelora E, dalam beberapa kesempatan mereka juga menampilkan Mini EV. Mobil tersebut memiliki dimensi yang mungil serta diperkirakan memiliki harga kompetitif untuk memenuhi kebutuhan berkendara masyarakat.
“Kendaraan listrik sudah menjadi salah satu agenda DFSK ketika memulai bisnis di Indonesia. Teknologinya sudah menjadi DNA DFSK karena pusat R&D sudah sejak lama mengembangkannya dan menghasilkan berbagai model yang dibutuhkan oleh konsumen di seluruh dunia,” tambah Rofiqi.
Secara keseluruhan, pabrik DFSK yang sudah berdiri sejak 2017 ini memiliki kapasitas produksi hingga 50 ribu unit per tahun. Kapasitasnya bisa diatur secara fleksibel karena sudah didukung dengan teknologi robotik dan sumber daya manusia (SDM) terlatih.
Teknologi robotik yang diusung pabrik DFSK sudah mencapai 90 persen. Teknologi ini mengadopsi lengan robotik serta mendapatkan dukungan operasi otomatis melalui pemanfaatan internet untuk koordinasinya.
Penggunaan teknologi robotik ini berfungsi untuk memaksimalkan kualitas pengerjaan SDM DFSK dalam menghasilkan model unggulan. Terlebih kendaraan listrik memiliki teknologi canggih dan membutuhkan tingkat presisi pengerjaan untuk menghasilkan sebuah produk aman serta kompetitif di pasar.
Dengan segala keunggulannya maka wajar bila di masa depan DFSK akan produksi mobil listrik langsung di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
16 Februari 2026, 11:00 WIB
24 Mei 2023, 15:00 WIB
14 Desember 2022, 20:36 WIB
23 Juli 2022, 07:20 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk