Pengamat Ungkap Kebakaran EV di RI Bukan Disebabkan oleh Baterai
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Presiden telah menyetujui Huayou untuk menggantikan LG dalam membangun fasilitas produksi baterai EV
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Presiden Prabowo telah menyetujui konsorsium Huayou menggantikan LG pada proyek baterai kendaraan listrik. Dengan demikian proyek hilirisasi baterai senilai 9,8 miliar dolar AS akan terus dilajutkan.
Persetujuan dari presiden diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan baterai EV dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Sudah diputuskan oleh presiden dan atas arahan beliau sekarang sudah dilakukan konsorsium Huayou sehingga diharapkan tidak ada masalah lagi. Bahkan sekarnag sudah siap dilakukan ground breaking,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dilansir Antara (23/05).
Ia pun mengungkap bahwa dalam struktur kepemilikan proyek ini, BUMN akan menjadi pemegang saham mayoritas.
Sementara untuk joint venture (JV) berikutnya porsi saham BUMN sekarang hanya 30 persen. Namun pemerintah telah berupaya buat menambahnya karena Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan turut berpartisipasi.
“Kami tengah upayakan untuk ada kenaikan karena Danantara juga akan ikut berpartisipasi. Arahan presiden agar kepemilikan pemerintah dimaksimalkan agar diatas 40 - 50 persen tapi semua itu dalam proses negosiasi," ucap Bahlil kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah resmi mengganti LG dengan Huayou untuk membangun proyek baterai EV bernama Indonesia Grand Package. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai USD 9,8 miliar atau Rp 165,5 triliun.
Namun Huayou nantinya hanya perlu mengisi sisa investasi sebesar 8,6 miliar dolar AS atau Rp 145,2 triliun. Hal ini karena proyek sudah terealisasi sebesar USD 1,2 miliar atau Rp 20,2 triliun sehingga mereka cuma perlu melanjutkan apa yang sudah ada.
Pada proyek tersebut seluruh proses produksi baterai mobil listrik dari penyediaan bahan baku hingga pembuatan barang bakal dilakukan di dalam negeri. Sehingga bukan tidak mungkin TKDN EV di masa depan bakal semakin besar.
Kehadiran fasilitas tersebut pun diharapkan bisa membuat Indonesia menjadi salah satu negara produsen kendaraan listrik yang diperhitungkan. Terlebih saat ini perkembangan EV di Tanah Air masih baik meski industri otomotif dalam tekanan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
29 Januari 2026, 20:00 WIB
28 Januari 2026, 12:00 WIB
08 Januari 2026, 12:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya