BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Kementrian Perindustrian mengungkap bahwa untuk melakukan hilirisasi baterai EV masih butuh waktu panjang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Walau penjualan kendaraan listrik di Indonesia sudah semakin tinggi, kebanyakan baterai yang digunakan masih impor dari luar negeri. Hal ini pun menjadi perhatian karena komponen tersebut merupakan bagian terpenting buat EV.
Oleh sebab itu Pemerintah pun telah berupaya agar produksi baterai bisa dilakukan di dalam negeri. Namun hilirisasi baterai kendaraan masih membutuhkan waktu cukup panjang.
Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) mengungkap masih perlu sekitar dua tahun untuk bisa melakukan hilirisasi baterai secara maksimal.
“Jadi mungkin dalam dua tahun ke depan akan mulai ada hilirisasi baterai yang dihasilkan dari Indonesia sendiri, utamanya baterai berbasis nikel,” ujarnya dilansir Antara (05/11).
Ia mengungkap bahwa saat ini terus berupaya mendorong hilirisasi baterai. Komitmen tersebut bisa dilihat dari hadirnya pabrik dari beberapa konsorsium yang sedang dalam proses pembangunan di Karawang.
Ketika pembangunan sudah selesai dan proses produksi dimulai, diharapkan para pabrikan kendaraan listrik bisa menggunakannya. Sehingga meningkatkan TKDN serta daya saing industri Tanah Air.
Perlu diketahui bahwa Indonesia memang ingin menjadi salah satu pemain utama dalam industri baterai EV. Pemerintah berupaya mengamankan suplai bahan baku, meningkatkan efisiensi rantai pasok serta melakukan kerja sama dan kolaborasi strategis.
Bahkan Presiden Prabowo pada 29 Juni 2025 telah meresmikan ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium CATL, Brunp serta Lygend (CBL).
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) nilai investasinya pun sangat besar. Dilansir Antara, nilainya mencapai 5,9 miliar dolar AS dan mencakup area seluas 3.023 hektare.
Komitmen itu menjadi sangat penting karena permintaan baterai kendaraan listrik secara global bakal terus meningkat. Pada 2040 pasarnya diperkirakan bakal mencapai 8.800 gigawatt hour (GWh), sehingga rantai pasok memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
Terkini
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta