Pengamat Ungkap Kebakaran EV di RI Bukan Disebabkan oleh Baterai
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Wacana insentif lebih besar buat mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel bakal menguntungkan Hyundai
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Adanya wacana untuk memberikan insentif lebih pada mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) disambut baik oleh Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut mengungkap pihaknya akan mendukung program pemerintah Indonesia.
Terlebih saat ini mereka memang sudah memiliki pabrik untuk memproduksi baterai di Tanah Air.
“Tentunya kami menyambut positif setiap inisiatif pemerintah untuk mendorong percepatan kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) pada KatadataOTO (08/01).
Dirinya pun mengungkap bahwa program tersebut sejalan dengan upaya mereka selama ini.
“Di 2026 fokus kami adalah pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya kemudian.
Sayangnya ia tidak menyampaikan kira-kira mobil listrik apa yang akan jadi andalannya.
Perlu diketahui bahwa Hyundai tidak hanya mengembangkan mobil listrik tapi juga baterai EV di Tanah Air. Saat ini mereka telah membangun beragam fasilitas untuk memproduksi sel baterai dengan menggandeng LG Energy Solution.
Perusahaan yang diberi nama Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power tersebut berdiri di Karawang dan menjadi pabrik sel baterai terbesar di Asia Tenggara.
Kapasitas produksi dari pabrik tersebut pun cukup besar karena bisa mencapai 120.000 sel baterai per hari. Adapun hasil produknya akan digunakan buat memenuhi kebutuhan Hyundai Kona Electric
Menariknya, fasilitas itu tidak hanya digunakan buat kebutuhan dalam negeri. Bahkan kebanyakan hasil produksinya justru dipakai buat memenuhi pasar ekspor dan dipakai pada berbagai model kendaraan listrik Hyundai.
Tak tanggung-tanggung, 98 persen atau sekitar 19,7 juta sel baterai dikirim untuk pasar ekspor ke Korea Selatan dan India. Sementara 2 persen atau 375.264 sisanya baru dipakai buat kebutuhan domestik.
Kehadiran pabrik ini menjadikan mereka sebagai pabrikan yang memiliki TKDN mobil listrik tertinggi dibanding pabrikan lain. Hyundai Kona Electric misalnya, komponen lokalnya sudah mencapai 80 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
03 Juli 2026, 07:58 WIB
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana