Pemerintah Tegaskan Bakal Percepat Pembangunan Ekosistem EV
10 April 2026, 15:04 WIB
Wacana insentif lebih besar buat mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel bakal menguntungkan Hyundai
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Adanya wacana untuk memberikan insentif lebih pada mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) disambut baik oleh Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut mengungkap pihaknya akan mendukung program pemerintah Indonesia.
Terlebih saat ini mereka memang sudah memiliki pabrik untuk memproduksi baterai di Tanah Air.
“Tentunya kami menyambut positif setiap inisiatif pemerintah untuk mendorong percepatan kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) pada KatadataOTO (08/01).
Dirinya pun mengungkap bahwa program tersebut sejalan dengan upaya mereka selama ini.
“Di 2026 fokus kami adalah pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya kemudian.
Sayangnya ia tidak menyampaikan kira-kira mobil listrik apa yang akan jadi andalannya.
Perlu diketahui bahwa Hyundai tidak hanya mengembangkan mobil listrik tapi juga baterai EV di Tanah Air. Saat ini mereka telah membangun beragam fasilitas untuk memproduksi sel baterai dengan menggandeng LG Energy Solution.
Perusahaan yang diberi nama Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power tersebut berdiri di Karawang dan menjadi pabrik sel baterai terbesar di Asia Tenggara.
Kapasitas produksi dari pabrik tersebut pun cukup besar karena bisa mencapai 120.000 sel baterai per hari. Adapun hasil produknya akan digunakan buat memenuhi kebutuhan Hyundai Kona Electric
Menariknya, fasilitas itu tidak hanya digunakan buat kebutuhan dalam negeri. Bahkan kebanyakan hasil produksinya justru dipakai buat memenuhi pasar ekspor dan dipakai pada berbagai model kendaraan listrik Hyundai.
Tak tanggung-tanggung, 98 persen atau sekitar 19,7 juta sel baterai dikirim untuk pasar ekspor ke Korea Selatan dan India. Sementara 2 persen atau 375.264 sisanya baru dipakai buat kebutuhan domestik.
Kehadiran pabrik ini menjadikan mereka sebagai pabrikan yang memiliki TKDN mobil listrik tertinggi dibanding pabrikan lain. Hyundai Kona Electric misalnya, komponen lokalnya sudah mencapai 80 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 April 2026, 15:04 WIB
07 April 2026, 11:06 WIB
05 April 2026, 20:10 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
Terkini
13 April 2026, 17:59 WIB
Isuzu masih terus menyediakan opsi suku cadang buatan Jepang dan lokal, harga menyesuaikan kebutuhan konsumen
13 April 2026, 16:55 WIB
Mitsubishi Fuso terus berupaya untuk membantu para konsumen, untuk melakukan efisiensi biaya serta waktu
13 April 2026, 11:00 WIB
Ratusan ribu mobil Cina dikirimkan ke berbagai negara akibat meningkatnya permintaan imbas kenaikan harga BBM
13 April 2026, 09:00 WIB
Insentif kendaraan listrik kembali dipertimbangkan untuk bisa menarik minat para pelanggan di Indonesia
13 April 2026, 07:00 WIB
BYD Sealion 7 mulai menuai respons positif di tengah krisis energi, jadi mobil operasional pilihan PM Thailand
13 April 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pengendara motor dan mobil, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
13 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali tersedia untuk perpanjangan hari ini, simak informasi lengkapnya
13 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta pada 13 April 2026 diterapkan pada puluhan ruas jalan sehingga masyarakat tidak bisa asal melintas