Honda Prospect Motor Tunjuk Bos Baru Demi Kerek Penjualan
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Honda berusaha untuk membangun kepercayaan para konsumen di Tanah Air terhadap lini motor listrik mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Produsen motor listrik menerima kenyataan pahit. Pemerintah memutuskan tidak akan memberikan insentif pada 2026.
Hal tersebut membuat sebagian pihak gigit jari. Mereka harus mencari cara untuk menggoda para konsumen di Tanah Air
Biasanya para pabrikan membanting harga atau memberikan subsidi mandiri, agar motor-motor listrik mereka bisa laku.
Akan tetapi, Astra Honda Motor (AHM) mengatakan tidak serta-merta mereka menempuh cara seperti itu secara terus-menerus.
“Lebih karena program yang sifatnya sementara. Di beberapa area dan pada kesempatan tertentu, hal itu kadang dilakukan,” ungkap Octavianus Dwi, Direktur Marketing AHM di IIMS 2026.
Ia menjelaskan, inisiatif yang dijalankan oleh AHM serta jaringan diler di Tanah Air lebih kepada memberi kesempatan ke konsumen untuk mengenal motor listrik mereka.
Jika kepercayaan para konsumen bisa tumbuh, maka permintaan lini elektrifikasi Honda dipercaya bakal melejit.
“Itulah bentuk inisiatif dari AHM dan jaringannya untuk memberikan lebih banyak pengalaman berkendara kepada konsumen,” tutur Octa.
Octa mengungkapkan, Honda memilih pendekatan secara bertahap dalam memperkenalkan motor listrik ke pasar.
Hal ini penting dilakukan karena motor listrik masih tergolong barang baru bagi sebagian kalangan. Sehingga kepercayaan konsumen harus dibangun terlebih dahulu.
Sebab menurut Octa, pengalaman langsung dinilai menjadi kunci dalam membangun minat masyarakat terhadap lini elektrifikasi Honda.
“Kadang konsumen memang perlu diminta mencoba terlebih dahulu. Setelah dicoba, barulah muncul feedback dan konsumen bisa merasakan seperti apa pengalaman berkendaranya,” tegas Octa.
Oleh sebab itu, jenama asal Jepang ini mengaku telah menyiapkan beragam strategi agar masyarakat di dalam negeri tertarik memiliki motor listrik Honda.
Sebagai informasi Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan kepastian soal insentif motor listrik untuk periode 2026.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut mengatakan, pemerintah tidak akan mengucurkan dana untuk pembelian kendaraan roda dua setrum.
"Pertimbangannya di mana kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi," kata Agus pada kesempatan berbeda.
Kemenperin mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih bermanfaat.
Terkhusus pada program yang dapat memberikan dampak bagi perekonomian secara keseluruhan, sehingga mereka tidak memberikan bantuan tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Maret 2026, 20:43 WIB
25 Maret 2026, 11:00 WIB
16 Maret 2026, 19:00 WIB
16 Maret 2026, 13:34 WIB
14 Maret 2026, 18:54 WIB
Terkini
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini
30 Maret 2026, 14:00 WIB
Pemesanan Denza D9 resmi dibuka di Cina dengan beragam ubahan menarik untuk menarik minat para pelanggan
30 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota menjadi produsen mobil terbesar di Indonesia pada Februari 2026 disusul Mitsubishi Motors dan Daihatsu
30 Maret 2026, 09:53 WIB
Bezzecchi dan Martin berhasil mempertahankan posisi mereka di klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Amerika
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di sejumlah lokasi yang kerap terjadi kemacetan lalu lintas
30 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali dioperasikan seperti biasa di awal pekan, simak lokasi serta persyaratannya
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir bulan, SIM keliling Bandung tetap melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
30 Maret 2026, 03:55 WIB
Marco Bezzecchi memenangkan MotoGP Amerika 2026 ditemani rekan segarasinya, Jorge Martin di urutan kedua