Wholesales Motor Baru April 2026, Tumbuh 16 Persen Dari Bulan Lalu
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Honda berusaha untuk membangun kepercayaan para konsumen di Tanah Air terhadap lini motor listrik mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Produsen motor listrik menerima kenyataan pahit. Pemerintah memutuskan tidak akan memberikan insentif pada 2026.
Hal tersebut membuat sebagian pihak gigit jari. Mereka harus mencari cara untuk menggoda para konsumen di Tanah Air
Biasanya para pabrikan membanting harga atau memberikan subsidi mandiri, agar motor-motor listrik mereka bisa laku.
Akan tetapi, Astra Honda Motor (AHM) mengatakan tidak serta-merta mereka menempuh cara seperti itu secara terus-menerus.
“Lebih karena program yang sifatnya sementara. Di beberapa area dan pada kesempatan tertentu, hal itu kadang dilakukan,” ungkap Octavianus Dwi, Direktur Marketing AHM di IIMS 2026.
Ia menjelaskan, inisiatif yang dijalankan oleh AHM serta jaringan diler di Tanah Air lebih kepada memberi kesempatan ke konsumen untuk mengenal motor listrik mereka.
Jika kepercayaan para konsumen bisa tumbuh, maka permintaan lini elektrifikasi Honda dipercaya bakal melejit.
“Itulah bentuk inisiatif dari AHM dan jaringannya untuk memberikan lebih banyak pengalaman berkendara kepada konsumen,” tutur Octa.
Octa mengungkapkan, Honda memilih pendekatan secara bertahap dalam memperkenalkan motor listrik ke pasar.
Hal ini penting dilakukan karena motor listrik masih tergolong barang baru bagi sebagian kalangan. Sehingga kepercayaan konsumen harus dibangun terlebih dahulu.
Sebab menurut Octa, pengalaman langsung dinilai menjadi kunci dalam membangun minat masyarakat terhadap lini elektrifikasi Honda.
“Kadang konsumen memang perlu diminta mencoba terlebih dahulu. Setelah dicoba, barulah muncul feedback dan konsumen bisa merasakan seperti apa pengalaman berkendaranya,” tegas Octa.
Oleh sebab itu, jenama asal Jepang ini mengaku telah menyiapkan beragam strategi agar masyarakat di dalam negeri tertarik memiliki motor listrik Honda.
Sebagai informasi Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan kepastian soal insentif motor listrik untuk periode 2026.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut mengatakan, pemerintah tidak akan mengucurkan dana untuk pembelian kendaraan roda dua setrum.
"Pertimbangannya di mana kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi," kata Agus pada kesempatan berbeda.
Kemenperin mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih bermanfaat.
Terkhusus pada program yang dapat memberikan dampak bagi perekonomian secara keseluruhan, sehingga mereka tidak memberikan bantuan tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Mei 2026, 19:21 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan