Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Honda berusaha untuk membangun kepercayaan para konsumen di Tanah Air terhadap lini motor listrik mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Produsen motor listrik menerima kenyataan pahit. Pemerintah memutuskan tidak akan memberikan insentif pada 2026.
Hal tersebut membuat sebagian pihak gigit jari. Mereka harus mencari cara untuk menggoda para konsumen di Tanah Air
Biasanya para pabrikan membanting harga atau memberikan subsidi mandiri, agar motor-motor listrik mereka bisa laku.
Akan tetapi, Astra Honda Motor (AHM) mengatakan tidak serta-merta mereka menempuh cara seperti itu secara terus-menerus.
“Lebih karena program yang sifatnya sementara. Di beberapa area dan pada kesempatan tertentu, hal itu kadang dilakukan,” ungkap Octavianus Dwi, Direktur Marketing AHM di IIMS 2026.
Ia menjelaskan, inisiatif yang dijalankan oleh AHM serta jaringan diler di Tanah Air lebih kepada memberi kesempatan ke konsumen untuk mengenal motor listrik mereka.
Jika kepercayaan para konsumen bisa tumbuh, maka permintaan lini elektrifikasi Honda dipercaya bakal melejit.
“Itulah bentuk inisiatif dari AHM dan jaringannya untuk memberikan lebih banyak pengalaman berkendara kepada konsumen,” tutur Octa.
Octa mengungkapkan, Honda memilih pendekatan secara bertahap dalam memperkenalkan motor listrik ke pasar.
Hal ini penting dilakukan karena motor listrik masih tergolong barang baru bagi sebagian kalangan. Sehingga kepercayaan konsumen harus dibangun terlebih dahulu.
Sebab menurut Octa, pengalaman langsung dinilai menjadi kunci dalam membangun minat masyarakat terhadap lini elektrifikasi Honda.
“Kadang konsumen memang perlu diminta mencoba terlebih dahulu. Setelah dicoba, barulah muncul feedback dan konsumen bisa merasakan seperti apa pengalaman berkendaranya,” tegas Octa.
Oleh sebab itu, jenama asal Jepang ini mengaku telah menyiapkan beragam strategi agar masyarakat di dalam negeri tertarik memiliki motor listrik Honda.
Sebagai informasi Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan kepastian soal insentif motor listrik untuk periode 2026.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut mengatakan, pemerintah tidak akan mengucurkan dana untuk pembelian kendaraan roda dua setrum.
"Pertimbangannya di mana kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi," kata Agus pada kesempatan berbeda.
Kemenperin mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih bermanfaat.
Terkhusus pada program yang dapat memberikan dampak bagi perekonomian secara keseluruhan, sehingga mereka tidak memberikan bantuan tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026