Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Tiongkok sedang dalam tahap finalisasi revisi standar nasional terkait keamanan baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV).
Regulasi itu terbagi lagi ke 294 bagian untuk 13 sektor otomotif yang berbeda, kemudian berstatus mandatori alias wajib dipatuhi.
Hal ini terungkap dalam informasi dari State Administration for Market Regulation di Cina, seperti dilaporkan oleh Carnewschina pada Minggu (28/12).
Lebih lanjut dijelaskan, ada tiga area utama yang jadi fokus regulasi tersebut yaitu pengembangan efisiensi energi dan standar emisi, memperkuat kualitas produk dan keamanannya serta memperluas standar daur ulang.
Bicara spesifik soal baterai, aturan baru ini mewajibkan seluruh produsen otomotif terkhusus manufaktur mobil listrik untuk mengoptimalkan struktur baterai serta Thermal Management System komponen tersebut.
Sehingga berbagai potensi bahaya akibat baterai terbakar ataupun meledak bisa dihindari.
Kewajiban manufaktur memastikan baterai tidak meledak atau terbakar, buat pertama kalinya ditegaskan sebagai hal mandatori di tingkatan nasional.
Keputusan ini sekaligus menjadi penanda kemajuan regulasi dan standar keamanan terkait mobil listrik di Cina.
“Standar nasional yang telah direvisi (berkode) GB 38031-2025 dijadwalkan mulai efektif pada 1 Juli 2026,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Senin (29/12).
Per tanggal tersebut, semua model yang mau diuji harus memenuhi rangkaian kriteria tersebut. Sedangkan kendaraan lainnya dapat mengikuti skema berbeda sampai 1 Juli 2027.
Sekadar informasi, ada berbagai penyebab baterai mobil listrik mengalami kebakaran ataupun ledakan.
Misalnya komponen baterai tertusuk benda lain saat kecelakaan. Fenomena ini umum terjadi di baterai bermaterial Lithium Ion.
Mengantisipasi hal tersebut, banyak pabrikan Cina memilih untuk memakai alternatif yakni Lithium Iron Phosphate (LFP) seperti digunakan oleh BYD.
Baterai dengan material LFP disebut memiliki struktur kimia yang lebih stabil kemudian lebih tahan dekomposisi di suhu tinggi.
Melengkapi hal tersebut, baterai LFP umumnya dilengkapi Battery Management System atau BMS yang membantu memantau serta mengendalikan kondisi baterai.
Sehingga hal-hal seperti overvoltage maupun overheat bisa diantisipasi sebelum kondisinya semakin parah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya