Nio Firefly Setir Kanan Meluncur, Calon Rival Honda Super One
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Tiongkok sedang dalam tahap finalisasi revisi standar nasional terkait keamanan baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV).
Regulasi itu terbagi lagi ke 294 bagian untuk 13 sektor otomotif yang berbeda, kemudian berstatus mandatori alias wajib dipatuhi.
Hal ini terungkap dalam informasi dari State Administration for Market Regulation di Cina, seperti dilaporkan oleh Carnewschina pada Minggu (28/12).
Lebih lanjut dijelaskan, ada tiga area utama yang jadi fokus regulasi tersebut yaitu pengembangan efisiensi energi dan standar emisi, memperkuat kualitas produk dan keamanannya serta memperluas standar daur ulang.
Bicara spesifik soal baterai, aturan baru ini mewajibkan seluruh produsen otomotif terkhusus manufaktur mobil listrik untuk mengoptimalkan struktur baterai serta Thermal Management System komponen tersebut.
Sehingga berbagai potensi bahaya akibat baterai terbakar ataupun meledak bisa dihindari.
Kewajiban manufaktur memastikan baterai tidak meledak atau terbakar, buat pertama kalinya ditegaskan sebagai hal mandatori di tingkatan nasional.
Keputusan ini sekaligus menjadi penanda kemajuan regulasi dan standar keamanan terkait mobil listrik di Cina.
“Standar nasional yang telah direvisi (berkode) GB 38031-2025 dijadwalkan mulai efektif pada 1 Juli 2026,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Senin (29/12).
Per tanggal tersebut, semua model yang mau diuji harus memenuhi rangkaian kriteria tersebut. Sedangkan kendaraan lainnya dapat mengikuti skema berbeda sampai 1 Juli 2027.
Sekadar informasi, ada berbagai penyebab baterai mobil listrik mengalami kebakaran ataupun ledakan.
Misalnya komponen baterai tertusuk benda lain saat kecelakaan. Fenomena ini umum terjadi di baterai bermaterial Lithium Ion.
Mengantisipasi hal tersebut, banyak pabrikan Cina memilih untuk memakai alternatif yakni Lithium Iron Phosphate (LFP) seperti digunakan oleh BYD.
Baterai dengan material LFP disebut memiliki struktur kimia yang lebih stabil kemudian lebih tahan dekomposisi di suhu tinggi.
Melengkapi hal tersebut, baterai LFP umumnya dilengkapi Battery Management System atau BMS yang membantu memantau serta mengendalikan kondisi baterai.
Sehingga hal-hal seperti overvoltage maupun overheat bisa diantisipasi sebelum kondisinya semakin parah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
20 Maret 2026, 13:31 WIB
16 Maret 2026, 13:34 WIB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 Maret 2026, 16:08 WIB
Mobil listrik Denza Z bakal mengisi kelas yang sama dengan Porsche 911, gandeng Daniel Craig untuk promosinya
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kecelakaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diklaim mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan