Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Tiongkok sedang dalam tahap finalisasi revisi standar nasional terkait keamanan baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV).
Regulasi itu terbagi lagi ke 294 bagian untuk 13 sektor otomotif yang berbeda, kemudian berstatus mandatori alias wajib dipatuhi.
Hal ini terungkap dalam informasi dari State Administration for Market Regulation di Cina, seperti dilaporkan oleh Carnewschina pada Minggu (28/12).
Lebih lanjut dijelaskan, ada tiga area utama yang jadi fokus regulasi tersebut yaitu pengembangan efisiensi energi dan standar emisi, memperkuat kualitas produk dan keamanannya serta memperluas standar daur ulang.
Bicara spesifik soal baterai, aturan baru ini mewajibkan seluruh produsen otomotif terkhusus manufaktur mobil listrik untuk mengoptimalkan struktur baterai serta Thermal Management System komponen tersebut.
Sehingga berbagai potensi bahaya akibat baterai terbakar ataupun meledak bisa dihindari.
Kewajiban manufaktur memastikan baterai tidak meledak atau terbakar, buat pertama kalinya ditegaskan sebagai hal mandatori di tingkatan nasional.
Keputusan ini sekaligus menjadi penanda kemajuan regulasi dan standar keamanan terkait mobil listrik di Cina.
“Standar nasional yang telah direvisi (berkode) GB 38031-2025 dijadwalkan mulai efektif pada 1 Juli 2026,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Senin (29/12).
Per tanggal tersebut, semua model yang mau diuji harus memenuhi rangkaian kriteria tersebut. Sedangkan kendaraan lainnya dapat mengikuti skema berbeda sampai 1 Juli 2027.
Sekadar informasi, ada berbagai penyebab baterai mobil listrik mengalami kebakaran ataupun ledakan.
Misalnya komponen baterai tertusuk benda lain saat kecelakaan. Fenomena ini umum terjadi di baterai bermaterial Lithium Ion.
Mengantisipasi hal tersebut, banyak pabrikan Cina memilih untuk memakai alternatif yakni Lithium Iron Phosphate (LFP) seperti digunakan oleh BYD.
Baterai dengan material LFP disebut memiliki struktur kimia yang lebih stabil kemudian lebih tahan dekomposisi di suhu tinggi.
Melengkapi hal tersebut, baterai LFP umumnya dilengkapi Battery Management System atau BMS yang membantu memantau serta mengendalikan kondisi baterai.
Sehingga hal-hal seperti overvoltage maupun overheat bisa diantisipasi sebelum kondisinya semakin parah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan