Geely Mulai Distribusikan EX2 ke Pelanggan Jelang Musim Mudik
01 Maret 2026, 14:00 WIB
Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD terus berinvestasi di sejumlah negara Asia Tenggara. Terbarunya, raksasa otomotif asal Tiongkok ini resmi membangun pabrik baterai mobil listrik di Vietnam.
Manufaktur tersebut menjalin kerja sama dengan industri manufaktur Vietnam yakni Kim Long Motors.
Untuk diketahui, Kim Long Motors merupakan manufaktur otomotif privat di Vietnam yang berfokus pada riset, perakitan sampai penjualan kendaraan komersial termasuk bus dan truk.
Tidak tanggung-tanggung, BYD berinvestasi sebesar 130 juta USD atau sekitar Rp 2,1 triliun, sebuah langkah besar perluasan bisnis mereka di Asia Tenggara.
Kerja sama itu diketahui mulai dilakukan pada 27 Januari 2026. Pihak pemerintahan Vietnam mengkonfirmasi fasilitas itu akan fokus menyuplai baterai kendaraan komersial bertenaga listrik.
Pada fase pertama, konstruksi dilakukan untuk fasilitas seluas 4,4 hektar dengan kapasitas produksi tahunan sampai tiga gigawatt-hours atau GWh.
Baterai akan fokus disuplai buat kendaraan komersial seperti bus dan truk. Lalu di fase dua bakal ada ekspansi sampai enam hektar.
Sehingga nantinya pabrik itu dapat mensuplai baterai Electric Vehicle (EV) khusus kendaraan penumpang dengan total luas lahan 10 hektar dan kapasitas tahunan enam GWh.
“Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Kim Long Motors akan menanggung biaya konstruksi, sementara BYD menawarkan dukungan teknis yang komprehensif. Tetapi informasi ini belum dikonfirmasi oleh BYD,” tulis laporan Carnewschina dikutip Kamis (29/01).
Ada beberapa faktor diyakini menjadi alasan BYD memilih Vietnam sebagai lokasi pembangunan pabrik baterai.
Seperti meledaknya pertumbuhan penjualan kendaraan ramah lingkungan. Buat gambaran, di 2022 angka penjualan EV adalah 4.040 unit dan berhasil tembus 79.800 unit pada 2024.
Namun dalam 11 bulan pertama di 2025 penjualan mobil listrik bersama hybrid tumbuh signifikan sekitar 160.000 unit dengan pangsa pasar sekitar 38,5 persen.
Sementara di Indonesia, BYD berkomitmen membangun fasilitas perakitan mobil listrik. Targetnya pabrik mereka beroperasi mulai tahun ini.
Sebelumnya seluruh mobil model mobil listrik BYD masuk Indonesia dibantu skema insentif mobil listrik impor, membuat harganya bisa kompetitif meskipun masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau impor utuh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Maret 2026, 14:00 WIB
28 Februari 2026, 19:59 WIB
23 Februari 2026, 18:00 WIB
23 Februari 2026, 11:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
02 Maret 2026, 08:03 WIB
Pedro Acosta sukses mengamankan 32 poin di Thailand untuk bisa berebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026
02 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta pertama di Maret 2026 akan diawasi ketat oleh pihak kepolisian yang terus berjaga
02 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta dibuka seperti biasa hari ini, simak informasi lengkap dan biayanya
02 Maret 2026, 06:00 WIB
ITC Kebon Kelapa menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi pada hari ini atau awal Maret
01 Maret 2026, 18:00 WIB
Seluruh SPBU Swasta di Indonesia menaikan harga BBM pada Maret 2026, paling murah berkisar Rp 12.390 per liter
01 Maret 2026, 16:00 WIB
Mitsubishi Indonesia memastikan peluncuran model hybrid pertamanya di Tanah Air dalam waktu dekat ini
01 Maret 2026, 15:59 WIB
Duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez raup poin dan catatkan hasil brilian di MotoGP Thailand 2026
01 Maret 2026, 14:00 WIB
Geely EX2 akhirnya mulai dikirimkan ke pelanggan menjelang musim mudik Lebaran yang segera berlangsung