Kemenperin Yakin Penjualan Mobil 2026 Tembus 1 Juta Unit
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Chery menilai stimulus dari pemerintah pada 2026 bisa membantu industri otomotif kembali bangkit lagi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif otomotif dinilai bisa membawa banyak dampak. Ambil contoh mampui menggairahkan pasar yang sedang lesu seperti sekarang.
Usulan bantuan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mendapat banyak respons positif berbagai pihak di dalam negeri.
Seperti dilontarkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI). Mereka berharap pemerintah mau kembali mengucurkan stimulus pada 2026.
“Kami dari industri otomotif, kita pasti berharap ada (di tahun depan),” ungkap Zeng Shuo, President Director Chey Group Indonesia di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Menurut dia, Chery masih menunggu keputusan akhir dari usulan insentif untuk menggairahkan pasar mobil baru di 2026.
Bos Chery Group ini berharap, pemerintah mau memberikan yang terbaik bagi para pelaku industri otomotif di Tanah Air.
“Jadi kita berharap yang policy kemarin sudah cukup membantu. Kita juga ingin ke depan bisa lihat industri otomotif lebih berkembang,” lanjut Zeng Shuo.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami kelesuan sepanjang 2025. Bahkan perolehannya masih jauh dari harapan Gaikindo.
Gaikindo sendiri memprediksi kalau pasar mengalami penurunan sebanyak 10 persen dari tahun lalu. Sehingga mereka merevisi target yang sudah ditentukan.
Dari awalnya 850 ribu unit sampai 900 ribu unit, kini Gaikindo menetapkan di kisaran level 780 ribu unit.
Berangkat dari fakta di atas, industri otomotif dianggap masih sangat membutuhkan stimulus untuk bangkit pada 2026.
“Sektor ini merupakan yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ucap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) dalam kesempatan terpisah.
Agus mengungkapkan, keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat berpengaruh. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan bahwa, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.
Lebih jauh Agus menerangkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (demand). Kemudian menyasar persediaan atau supply.
“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegas Agus.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir. Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Juli 2026, 22:43 WIB
21 Juli 2026, 23:36 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
15 Juli 2026, 19:05 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan