Pertumbuhan Mobil Hybrid di Indonesia, PHEV Naik Pesat
19 Januari 2026, 07:00 WIB
Chery menilai stimulus dari pemerintah pada 2026 bisa membantu industri otomotif kembali bangkit lagi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif otomotif dinilai bisa membawa banyak dampak. Ambil contoh mampui menggairahkan pasar yang sedang lesu seperti sekarang.
Usulan bantuan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mendapat banyak respons positif berbagai pihak di dalam negeri.
Seperti dilontarkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI). Mereka berharap pemerintah mau kembali mengucurkan stimulus pada 2026.
“Kami dari industri otomotif, kita pasti berharap ada (di tahun depan),” ungkap Zeng Shuo, President Director Chey Group Indonesia di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Menurut dia, Chery masih menunggu keputusan akhir dari usulan insentif untuk menggairahkan pasar mobil baru di 2026.
Bos Chery Group ini berharap, pemerintah mau memberikan yang terbaik bagi para pelaku industri otomotif di Tanah Air.
“Jadi kita berharap yang policy kemarin sudah cukup membantu. Kita juga ingin ke depan bisa lihat industri otomotif lebih berkembang,” lanjut Zeng Shuo.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami kelesuan sepanjang 2025. Bahkan perolehannya masih jauh dari harapan Gaikindo.
Gaikindo sendiri memprediksi kalau pasar mengalami penurunan sebanyak 10 persen dari tahun lalu. Sehingga mereka merevisi target yang sudah ditentukan.
Dari awalnya 850 ribu unit sampai 900 ribu unit, kini Gaikindo menetapkan di kisaran level 780 ribu unit.
Berangkat dari fakta di atas, industri otomotif dianggap masih sangat membutuhkan stimulus untuk bangkit pada 2026.
“Sektor ini merupakan yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ucap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) dalam kesempatan terpisah.
Agus mengungkapkan, keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat berpengaruh. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan bahwa, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.
Lebih jauh Agus menerangkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (demand). Kemudian menyasar persediaan atau supply.
“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegas Agus.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir. Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 07:00 WIB
17 Januari 2026, 17:00 WIB
15 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
13 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
22 Januari 2026, 15:00 WIB
Astra Daihatsu Motor baru saja menggelar Fun Badminton bersama Forwot untuk terus menjalankan gaya hidup sehat
22 Januari 2026, 14:10 WIB
Gagang pintu atau door handle elektrik modern pada EV dapat mempersulit evakuasi penumpang saat kecelakaan
22 Januari 2026, 13:00 WIB
Mobil bekas yang berkualitas bisa didapatkan oleh konsumen dengan menerapkan cara yang terukur dan jelas
22 Januari 2026, 12:00 WIB
Hino menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas produk yang mereka produksi sesuai standar internasional
22 Januari 2026, 11:00 WIB
Hino mengakui truk Cina yang diimpor dengan beragam kemudahan membuat persaingan menjadi semakin sulit
22 Januari 2026, 10:00 WIB
Tes pramusim di Sirkuit Sepang bakal menjadi momen penting bagi Fabio Quartararo guna mememaksimalkan mesin V4
22 Januari 2026, 09:00 WIB
GWM Ora 07 Performance terdata di Gaikindo dengan jumlah wholesales 20 unit, berikut rangkuman spesifikasinya
22 Januari 2026, 08:00 WIB
Aletra jadi satu dari sekian merek Tiongkok yang bergabung sebagai anggota Gaikindo, berlaku tahun ini