Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Chery menilai stimulus dari pemerintah pada 2026 bisa membantu industri otomotif kembali bangkit lagi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif otomotif dinilai bisa membawa banyak dampak. Ambil contoh mampui menggairahkan pasar yang sedang lesu seperti sekarang.
Usulan bantuan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mendapat banyak respons positif berbagai pihak di dalam negeri.
Seperti dilontarkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI). Mereka berharap pemerintah mau kembali mengucurkan stimulus pada 2026.
“Kami dari industri otomotif, kita pasti berharap ada (di tahun depan),” ungkap Zeng Shuo, President Director Chey Group Indonesia di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Menurut dia, Chery masih menunggu keputusan akhir dari usulan insentif untuk menggairahkan pasar mobil baru di 2026.
Bos Chery Group ini berharap, pemerintah mau memberikan yang terbaik bagi para pelaku industri otomotif di Tanah Air.
“Jadi kita berharap yang policy kemarin sudah cukup membantu. Kita juga ingin ke depan bisa lihat industri otomotif lebih berkembang,” lanjut Zeng Shuo.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami kelesuan sepanjang 2025. Bahkan perolehannya masih jauh dari harapan Gaikindo.
Gaikindo sendiri memprediksi kalau pasar mengalami penurunan sebanyak 10 persen dari tahun lalu. Sehingga mereka merevisi target yang sudah ditentukan.
Dari awalnya 850 ribu unit sampai 900 ribu unit, kini Gaikindo menetapkan di kisaran level 780 ribu unit.
Berangkat dari fakta di atas, industri otomotif dianggap masih sangat membutuhkan stimulus untuk bangkit pada 2026.
“Sektor ini merupakan yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ucap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) dalam kesempatan terpisah.
Agus mengungkapkan, keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat berpengaruh. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan bahwa, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.
Lebih jauh Agus menerangkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (demand). Kemudian menyasar persediaan atau supply.
“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegas Agus.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir. Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
Terkini
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025