Tiga Kelebihan Chery Q, Mobil Listrik Praktis Tanpa Range Anxiety
31 Mei 2026, 19:57 WIB
Chery menilai stimulus dari pemerintah pada 2026 bisa membantu industri otomotif kembali bangkit lagi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif otomotif dinilai bisa membawa banyak dampak. Ambil contoh mampui menggairahkan pasar yang sedang lesu seperti sekarang.
Usulan bantuan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mendapat banyak respons positif berbagai pihak di dalam negeri.
Seperti dilontarkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI). Mereka berharap pemerintah mau kembali mengucurkan stimulus pada 2026.
“Kami dari industri otomotif, kita pasti berharap ada (di tahun depan),” ungkap Zeng Shuo, President Director Chey Group Indonesia di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Menurut dia, Chery masih menunggu keputusan akhir dari usulan insentif untuk menggairahkan pasar mobil baru di 2026.
Bos Chery Group ini berharap, pemerintah mau memberikan yang terbaik bagi para pelaku industri otomotif di Tanah Air.
“Jadi kita berharap yang policy kemarin sudah cukup membantu. Kita juga ingin ke depan bisa lihat industri otomotif lebih berkembang,” lanjut Zeng Shuo.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami kelesuan sepanjang 2025. Bahkan perolehannya masih jauh dari harapan Gaikindo.
Gaikindo sendiri memprediksi kalau pasar mengalami penurunan sebanyak 10 persen dari tahun lalu. Sehingga mereka merevisi target yang sudah ditentukan.
Dari awalnya 850 ribu unit sampai 900 ribu unit, kini Gaikindo menetapkan di kisaran level 780 ribu unit.
Berangkat dari fakta di atas, industri otomotif dianggap masih sangat membutuhkan stimulus untuk bangkit pada 2026.
“Sektor ini merupakan yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ucap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) dalam kesempatan terpisah.
Agus mengungkapkan, keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat berpengaruh. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan bahwa, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.
Lebih jauh Agus menerangkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (demand). Kemudian menyasar persediaan atau supply.
“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegas Agus.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir. Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 19:57 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
24 Mei 2026, 18:03 WIB
19 Mei 2026, 15:42 WIB
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Terkini
08 Juni 2026, 06:00 WIB
Pada hari ini, SIM keliling Bandung dapat ditemui di dua tempat berbeda dan sudah beroperasi sejak pagi
08 Juni 2026, 06:00 WIB
Mobil dengan pelat nomor berakhiran genap hari ini wajib waspada saat melintas karena ada Ganjil Genap Jakarta
07 Juni 2026, 20:47 WIB
Motul menawarkan pelumas terbaru untuk motor 2Tak yang mengalami pembaruan mengikuti standar produk global
07 Juni 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez menunjukan kebangkitannya dengan meraih kemenangan di MotoGP Hungaria 2026 pada akhir pekan ini
07 Juni 2026, 18:48 WIB
Omoda 9 PHEV diyakini segera masuk Indonesia dalam waktu dekat, berikut adalah bocoran spesifikasinya
07 Juni 2026, 12:15 WIB
Wuling Eksion PHEV diajak melintasi berbagai macam medan jalan tanpa mengalami kesulitan dan ramah di kantong
06 Juni 2026, 20:34 WIB
Marc Marquez finish dengan memukau di Sprint Race MotoGP Hungaria 2026, naik podium bersama Pedro Acosta
06 Juni 2026, 19:00 WIB
Ranggy menjelaskan bahwa Jetour T2 i-DM akan dipasarkan kepada konsumen di Tanah Air pada semester kedua 2026