Toyota Innova Zenix Dapat Tambahan Fitur Konektivitas
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota saat ini tengah mempelajari rute-rute baru untuk mengapalkan produk mereka sampai ke Timur Tengah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Perang di Timur Tengah terus berkecamuk sampai hari ini, Senin (09/03). Amerika, Israel dan Iran tidak mengendurkan serangan mereka.
Situasi tersebut sudah mulai memberikan dampak bagi sejumlah sektor. Seperti proses ekspor mobil Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Perang yang tidak mereda membuat jalur logistik laut terganggu. Sehingga pengiriman kendaraan menjadi tidak lancar.
“Sampai saat ini komitmen kami dengan importir tidak ada perubahan, hanya masalahnya adalah logistik terganggu,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, Toyota memang mengekspor sejumlah produk andalan mereka ke beberapa negara di Timur Tengah.
Ambil contoh Irak, Lebanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar sampai Kuwait yang lokasinya notabene dekat dengan wilayah konflik.
“Saat ini kita tetap produksi normal sesuai dengan order, tetapi shipping atau pengapalan melihat situasi,” Nandi melanjutkan.
Lebih jauh disebutkan, Toyota terus mempelajari serta melihat bagaimana perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel maupun Iran.
Selain itu Toyota juga mempelajari berbagai alternatif, untuk bisa mengirimkan mobil-mobil mereka sampai ke negara tujuan.
“Karena kapal sekarang tidak ada yang jalan ke sana, jadi kami saat ini sedang studi rute-rute baru,” tegas Nandi.
Kendati demikian, pengiriman komponen atau suku cadang kendaraan roda empat Toyota tidak mengalami hambatan.
Semua tetap berjalan normal seperti sebelum perang berkecamuk. Sebab mereka memanfaatkan jalur transportasi udara.
Memang tidak bisa dipungkiri, situasi geopolitik di kawasan tersebut berpotensi membawa dampak lanjutan jika tidak kunjung mereda.
Seperti memicu kenaikan harga minyak dunia. Jika sampai terjadi, maka dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara importir.
Kemudian menekan daya beli masyarakat terhadap kendaraan. Apalagi kondisi ekonomi global belum juga stabil.
"Kita enggak mengharapkan itu (perang berlanjut), tapi kalau itu terjadi, enggak cuma ekspor, tapi domestik juga terpengaruh,” dia melanjutkan.
Sebagai informasi, di tengah kondisi global yang belum stabil TMMIN tetap memasang target ekspor sampai 300 ribu kendaraan sepanjang 2026.
Sejumlah produk unggulan masih menjadi andalan mereka. Ambil contoh Toyota Innova Zenix Hybrid, Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota Avanza, Toyota Veloz sampai Toyota Fortuner.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027