Perang Iran Buat Ekspor Mobil Cina Melonjak, EV Jadi Pilihan
13 April 2026, 11:00 WIB
Toyota saat ini tengah mempelajari rute-rute baru untuk mengapalkan produk mereka sampai ke Timur Tengah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Perang di Timur Tengah terus berkecamuk sampai hari ini, Senin (09/03). Amerika, Israel dan Iran tidak mengendurkan serangan mereka.
Situasi tersebut sudah mulai memberikan dampak bagi sejumlah sektor. Seperti proses ekspor mobil Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Perang yang tidak mereda membuat jalur logistik laut terganggu. Sehingga pengiriman kendaraan menjadi tidak lancar.
“Sampai saat ini komitmen kami dengan importir tidak ada perubahan, hanya masalahnya adalah logistik terganggu,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, Toyota memang mengekspor sejumlah produk andalan mereka ke beberapa negara di Timur Tengah.
Ambil contoh Irak, Lebanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar sampai Kuwait yang lokasinya notabene dekat dengan wilayah konflik.
“Saat ini kita tetap produksi normal sesuai dengan order, tetapi shipping atau pengapalan melihat situasi,” Nandi melanjutkan.
Lebih jauh disebutkan, Toyota terus mempelajari serta melihat bagaimana perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel maupun Iran.
Selain itu Toyota juga mempelajari berbagai alternatif, untuk bisa mengirimkan mobil-mobil mereka sampai ke negara tujuan.
“Karena kapal sekarang tidak ada yang jalan ke sana, jadi kami saat ini sedang studi rute-rute baru,” tegas Nandi.
Kendati demikian, pengiriman komponen atau suku cadang kendaraan roda empat Toyota tidak mengalami hambatan.
Semua tetap berjalan normal seperti sebelum perang berkecamuk. Sebab mereka memanfaatkan jalur transportasi udara.
Memang tidak bisa dipungkiri, situasi geopolitik di kawasan tersebut berpotensi membawa dampak lanjutan jika tidak kunjung mereda.
Seperti memicu kenaikan harga minyak dunia. Jika sampai terjadi, maka dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara importir.
Kemudian menekan daya beli masyarakat terhadap kendaraan. Apalagi kondisi ekonomi global belum juga stabil.
"Kita enggak mengharapkan itu (perang berlanjut), tapi kalau itu terjadi, enggak cuma ekspor, tapi domestik juga terpengaruh,” dia melanjutkan.
Sebagai informasi, di tengah kondisi global yang belum stabil TMMIN tetap memasang target ekspor sampai 300 ribu kendaraan sepanjang 2026.
Sejumlah produk unggulan masih menjadi andalan mereka. Ambil contoh Toyota Innova Zenix Hybrid, Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota Avanza, Toyota Veloz sampai Toyota Fortuner.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 April 2026, 11:00 WIB
12 April 2026, 11:00 WIB
09 April 2026, 09:00 WIB
08 April 2026, 15:23 WIB
08 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri