10 Mobil Terlaris Juni 2026, Avanza Kembali ke Tiga Besar
20 Juli 2026, 20:33 WIB
Toyota saat ini tengah mempelajari rute-rute baru untuk mengapalkan produk mereka sampai ke Timur Tengah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Perang di Timur Tengah terus berkecamuk sampai hari ini, Senin (09/03). Amerika, Israel dan Iran tidak mengendurkan serangan mereka.
Situasi tersebut sudah mulai memberikan dampak bagi sejumlah sektor. Seperti proses ekspor mobil Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Perang yang tidak mereda membuat jalur logistik laut terganggu. Sehingga pengiriman kendaraan menjadi tidak lancar.
“Sampai saat ini komitmen kami dengan importir tidak ada perubahan, hanya masalahnya adalah logistik terganggu,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, Toyota memang mengekspor sejumlah produk andalan mereka ke beberapa negara di Timur Tengah.
Ambil contoh Irak, Lebanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar sampai Kuwait yang lokasinya notabene dekat dengan wilayah konflik.
“Saat ini kita tetap produksi normal sesuai dengan order, tetapi shipping atau pengapalan melihat situasi,” Nandi melanjutkan.
Lebih jauh disebutkan, Toyota terus mempelajari serta melihat bagaimana perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel maupun Iran.
Selain itu Toyota juga mempelajari berbagai alternatif, untuk bisa mengirimkan mobil-mobil mereka sampai ke negara tujuan.
“Karena kapal sekarang tidak ada yang jalan ke sana, jadi kami saat ini sedang studi rute-rute baru,” tegas Nandi.
Kendati demikian, pengiriman komponen atau suku cadang kendaraan roda empat Toyota tidak mengalami hambatan.
Semua tetap berjalan normal seperti sebelum perang berkecamuk. Sebab mereka memanfaatkan jalur transportasi udara.
Memang tidak bisa dipungkiri, situasi geopolitik di kawasan tersebut berpotensi membawa dampak lanjutan jika tidak kunjung mereda.
Seperti memicu kenaikan harga minyak dunia. Jika sampai terjadi, maka dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara importir.
Kemudian menekan daya beli masyarakat terhadap kendaraan. Apalagi kondisi ekonomi global belum juga stabil.
"Kita enggak mengharapkan itu (perang berlanjut), tapi kalau itu terjadi, enggak cuma ekspor, tapi domestik juga terpengaruh,” dia melanjutkan.
Sebagai informasi, di tengah kondisi global yang belum stabil TMMIN tetap memasang target ekspor sampai 300 ribu kendaraan sepanjang 2026.
Sejumlah produk unggulan masih menjadi andalan mereka. Ambil contoh Toyota Innova Zenix Hybrid, Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota Avanza, Toyota Veloz sampai Toyota Fortuner.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Juli 2026, 20:33 WIB
20 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 20:00 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Terkini
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia
23 Juli 2026, 07:00 WIB
TAF dan ACC telah menyiapkan banyak program spesial demi mendapatkan banyak konsumen selama GIIAS 2026
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Skema ganjil genap Jakarta masih berlaku esok hari mulai dari pukul 06.00 WIB, mobil pelat genap dibatasi
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, disarankan menyiapkan dana untuk mengurus dokumen berkendara
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, ini persyaratan lengkapnya
22 Juli 2026, 22:04 WIB
Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray
22 Juli 2026, 19:13 WIB
DFSK E5 Plus resmi dijual dengan harga Rp 500 juta-550 jutaan, terpesan ribuan unit sejak dibuka kerannya
22 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo resmi bergabung ke tim pabrikan Honda mulai MotoGP 2027 dengan kontrak selama dua tahun