Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Toyota saat ini tengah mempelajari rute-rute baru untuk mengapalkan produk mereka sampai ke Timur Tengah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Perang di Timur Tengah terus berkecamuk sampai hari ini, Senin (09/03). Amerika, Israel dan Iran tidak mengendurkan serangan mereka.
Situasi tersebut sudah mulai memberikan dampak bagi sejumlah sektor. Seperti proses ekspor mobil Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Perang yang tidak mereda membuat jalur logistik laut terganggu. Sehingga pengiriman kendaraan menjadi tidak lancar.
“Sampai saat ini komitmen kami dengan importir tidak ada perubahan, hanya masalahnya adalah logistik terganggu,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, Toyota memang mengekspor sejumlah produk andalan mereka ke beberapa negara di Timur Tengah.
Ambil contoh Irak, Lebanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar sampai Kuwait yang lokasinya notabene dekat dengan wilayah konflik.
“Saat ini kita tetap produksi normal sesuai dengan order, tetapi shipping atau pengapalan melihat situasi,” Nandi melanjutkan.
Lebih jauh disebutkan, Toyota terus mempelajari serta melihat bagaimana perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel maupun Iran.
Selain itu Toyota juga mempelajari berbagai alternatif, untuk bisa mengirimkan mobil-mobil mereka sampai ke negara tujuan.
“Karena kapal sekarang tidak ada yang jalan ke sana, jadi kami saat ini sedang studi rute-rute baru,” tegas Nandi.
Kendati demikian, pengiriman komponen atau suku cadang kendaraan roda empat Toyota tidak mengalami hambatan.
Semua tetap berjalan normal seperti sebelum perang berkecamuk. Sebab mereka memanfaatkan jalur transportasi udara.
Memang tidak bisa dipungkiri, situasi geopolitik di kawasan tersebut berpotensi membawa dampak lanjutan jika tidak kunjung mereda.
Seperti memicu kenaikan harga minyak dunia. Jika sampai terjadi, maka dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara importir.
Kemudian menekan daya beli masyarakat terhadap kendaraan. Apalagi kondisi ekonomi global belum juga stabil.
"Kita enggak mengharapkan itu (perang berlanjut), tapi kalau itu terjadi, enggak cuma ekspor, tapi domestik juga terpengaruh,” dia melanjutkan.
Sebagai informasi, di tengah kondisi global yang belum stabil TMMIN tetap memasang target ekspor sampai 300 ribu kendaraan sepanjang 2026.
Sejumlah produk unggulan masih menjadi andalan mereka. Ambil contoh Toyota Innova Zenix Hybrid, Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota Avanza, Toyota Veloz sampai Toyota Fortuner.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia