Polda Metro Jaya Berniat Tambah ETLE Demi Meminimalisir Pungli

Keberadaan ETLE dinilai cukup penting bagi Polda Metro Jaya, sebab merekam ribuan pelanggar setiap hari

Polda Metro Jaya Berniat Tambah ETLE Demi Meminimalisir Pungli

KatadataOTO – Keberadaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di jalan cukup penting. Sebab bisa menangkap para pelanggar lalu lintas.

Selain itu, penggunaan ETLE dinilai bisa meminimalisir jumlah pungutan liar (pungli). Mengingat interaksi petugas dan masyarakat terbatas.

Berangkat dari fakta di atas, Polda Metro Jaya berniat untuk menguatkan lagi peran tilang elektronik di jalanan Jakarta.

“Kamera ETLE di wilayah Polda Metro Jaya saat ini tersebar di 127 titik ETLE statis dan delapan ETLE mobile,” ungkap Kombes Pol Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, di Antara, Senin (08/12).

Tilang ETLE
Photo: Istimewa

Ia pun berharap Polda Metro Jaya bisa menambah jumlah tersebut. Sehingga mampu mengurangi angka pelanggaran.

Kemudian agar anggota kepolisian di lapangan tidak perlu lagi berinteraksi, dengan masyarakat saat ditemukan pelanggaran lalu lintas.

“Sehingga anggota di jalan hanya cukup fokus memberikan teguran simpatik untuk pelanggaran-pelanggaran kasat mata,” lanjut Komarudin.

Lebih jauh disebutkan kepolisian kini mengedepankan imbauan, lalu melayani masyarakat dengan hati serta humanis.

Meski begitu, Polda Metro Jaya selalu berjaga 24 jam. Jadi rata-rata kamera ETLE dapat merekam puluhan ribu pelanggar setiap hari.

“Mudah-mudahan dengan budaya dan sosialisasi yang kita berikan terus kepada masyarakat, mereka bisa lebih patuh lagi,” tegas Dirlantas Polda Metro Jaya.

Sebagai informasi, dari ratusan ETLE dimiliki Polda Metro Jaya ada yang sudah integrasi dengan speedcam sebanyak 22 unit. Sedangkan terintegrasi Weight in Motion (WIM) mencapai empat unit.

Komarudin turut merincikan sejumlah data penindakan ETLE Polda Metro Jaya, selama periode Januari hingga November 2025.

Untuk jumlah pelanggar yang tertangkap atau terekam oleh kepolisian, ada sebanyak 1.816.447 unit.

“Kemudian yang tervalidasi ada 1.163.111 unit, terkonfirmasi ada 463.844 unit dan terbayar ada 421.322 unit,” pungkas Komarudin.

Di sisi lain, niatan Polda Metro Jaya sepertinya akan dikabulkan oleh Korlantas Polri. Sebab mereka berencana melakukan langkah serupa.

Tilang ETLE
Photo: Istimewa

Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri mengungkapkan kalau kepolisian bakal menambah jumlah ETLE dari 127 unit menjadi 500 unit.

“Jadi tidak ada persentuhan antara masyarakat dan petugas sehingga ini betul-betul transparan,” kata Agus.

Patut ditunggu bagaimana penerapan wacana di atas, terkhusus untuk wilayah DKI Jakarta.


Terkini

mobil
Mitsubishi Destinator

Mitsubishi Destinator Idaman Baru Kaum Hawa, Nyaman Dikendarai

Dimensi Mitsubishi Destinator yang kompak membuat para wanita merasa senang mengendarainya buat mobilitas

motor
Koleksi kendaraan

Koleksi Kendaraan Ananta Rispo, Gemar Modifikasi Motor

Ananta Rispo memiliki koleksi kendaraan beragam yang sudah dimodifikasi sesuai dengan selera dan kebutuhannya

mobil
Chery

Chery Siap Luncurkan 7 Model di 2026, Ada Mobil Diesel

Untuk pertama kalinya di Indonesia Chery akan meluncurkan mobil diesel yang rencananya hadir di segmen niaga

motor
Motor Baru

Kata Yamaha Soal Target Penjualan Motor Baru yang Dicanangkan AISI

Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026

mobil
Harga LCGC

Penyesuaian Harga LCGC Jelang Akhir Januari, Brio Naik Rp 4 Juta

Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta

mobil
Jaecoo J5 EV

Jaecoo Indonesia Minta Maaf Akibat Lamanya Pengiriman Kendaraan

Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal

mobil
Farizon

Farizon SV Resmi Meluncur, Siap Tantang Hiace

Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air

mobil
Jaecoo

Jaecoo Siapkan Beberapa Strategi Tuk Menghadapi Aturan Pemerintah

Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026