TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Penelitian yang dilakukan Mircosoft menggunakan AI berhasil menemukan zat baru buat baterai mobil listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – AI (Artificial Intelligence) sekali lagi menunjukan kapasitasnya sebagai teknologi masa depan. Kali ini dimanfaatkan oleh Microsoft bersama PNNL (Pacific Northwest National Laboratory).
Mereka baru saja menemukan zat baru buat baterai mobil listrik. Bahkan diklaim dapat mengurangi penggunaan lithium sampai 70 persen.
Hal ini merupakan suatu kemajuan, sebab kebutuhan baterai lithium-ion terus meningkat sebanyak 10 kali lipat sampai 2030.
Hal itu membuat para produsen membangun banyak pabrik baterai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sementara penambangan lithium juga tetap berjalan serta menimbulkan berbagai dampak negatif.
Kemudian lithium adalah material yang langka, mahal dan memiliki efek buruk terhadap lingkungan ketika dilakukan penambangan.
Selanjutya lithium pada baterai mobil listrik memiliki sejumlah kelemahan. Seperti tingginya risiko terjadi kebakaran.
Sehingga Dr Nuria Tapia-Ruiz yang memimpin penelitian baterai di Imperial College London bergerak cepat. Mereka berusaha mencari alternatif lain memakai AI.
“AI berperan penting bagi para peneliti baterai di tahun-tahun mendatang guna membantu memprediksi material baru yang memiliki performa tinggi,” ungkap dia di BBC, Kamis (11/1).
Microsoft bersama PNNPL pun menggunakan AQE (Azure Quantum Elements), sebuah platform yang menggabungkan high-performance computing (HPC) dengan teknologi AI.
PNNL mengandalkan Azure guna mengevaluasi elemen-elemen dapat digunakan sebagai pengganti lithium. Sementara algoritma menghasilkan 32 juta material anorganik potensial.
Kemudian disaring berdasarkan stabilitas, reaktivitas dan kemampuan konduktivitas energi. Berkat kecerdasan buatan, prosesnya berjalan lebih singkat, yakni dalam 80 jam tidak sampai berminggu-minggu.
Lalu dari 32 juta hanya sekitar 800 material yang memiliki potensi. Satu di antaranya dianggap sangat menjanjikan buat meminimalisir penggunaan lithium.
Kendati demikian Dr Edward Brightman, dosen teknik kimia di Universitas Strathclyde menilai kalau AI harus digunakan secara hati-hati. Hal itu agar tidak membawa pengaruh buruk kepada hasil penelitian.
“Bisa saja memberikan hasil palsu atau terlihat bagus di awal. Kemudian berubah menjadi bahan yang tidak dapat disintesis di laboratorium,” kata Edward.
Kendati demikian penemuan zat baru tersebut merupakan sebuah langkah maju. Terlebih para ilmuwan telah mengubah material bernama N2116 menjadi prototipe baterai buat diuji coba.
Dengan begitu baterai mobil listrik jenis baru ini bisa menjadi solusi penyimpanan daya berkelanjutan. Selain itu lebih aman dibandingkan jenis lithium konvensional.
Sebagai informasi material anyar yang disintesis oleh PNNL menggabungkan lithium dan natrium. Jadi pemakaian lithium dapat berkurang serta diharapkan memberikan manfaat lingkungan, keamanan maupun ekonomi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan