Diminati, BAIC T1 Akan Diproduksi di Purwakarta Akhir Tahun
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Para produsen asal China disebut tengah kekurangan kapal buat ekspor mobil listrik mereka ke benua biru
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif kini semakin menggeliat di China, namun sejumlah tantangan harus dihadapi dalam memasarkan kendaraan setrum asal negeri tirai bambu akhir-akhir ini.
Sebab menurut laporan Financial Times, para manufaktur mengalami kekurangan kapal buat ekspor mobil listrik ke daratan Eropa. Hal itu setelah melonjaknya ekspor kendaran ramah lingkungan dari Tiongkok.
Namun tidak dibarengi dengan ketersediaan armada laut guna mengangkut. Kemudian ada andil dampak dari badai pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020.
“Covid-19 menyebabkan banyak kapal yang digunakan untuk mengirim mobil dibatalkan karena permintaan kendaraan merosot ke titik terendah dalam sejarah,” ungkap Matthias Schmidt, seorang analis.
Schmidt lantas mengatakan kalau hal itu membuat perusahan pelayaran membatasi pasokan dan menaikan harga sewa setinggi mungkin. Sekitar 10 persen lebih besar dibandingkan pada 2022.
Tentu hal tersebut menyebabkan masalah besar dalam pengiriman mobil listrik dari China. Apalagi para produsen tidak memiliki fasilitas produksi di benua biru.
Kendati demikian para perusahaan pelayaraan mulai sadar akan masalah di atas. Membuat mereka menambah armada kapal guna mengatasinya.
“Namun kapal-kapal baru kemungkinan besar tidak akan beroperasi setidaknya dalam dua tahun ke depan. Selain itu permintaan mobil listrik terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan,” tegas dia.
Sebagai informasi, China disebut telah mengeskpor kendaraan roda empat setrum sebanyak 4.3 unit sepanjang 2023. Jumlah itu bahkan mengalahkan rekor tahun-tahun sebelumnya.
Lalu dikatakan kalau para perusahaan asal Tiongkok meningkatkan ekspor dikarenakan kelebihan kapasitas. Semakin diperparah karena mereka tidak memiliki alternatif lain guna mengangkut produk ke benua biru dengan kapal.
Sekadar informasi China melampaui Jepang sebagai pengekspor kendaraan terkemuka pada 2023. Hal itu seiring banyaknya konsumen beralih ke kendaraan elektrik.
Di sisi lain guna merespon masalah kekurangan kapal sejumlah pabrikan China bergerak cepat. Contohnya seperti BYD tengah menginvestasikan miliaran dolar dalam pembelian kapal pengangkut mobil baru.
Akan tetapi ini adalah solusi jangka panjang dan masih mempengaruhi kemampuan China buat memenuhi permintaan global yang semakin meningkat untuk kendaraan listrik berkualitas dari negara tersebut.
Selanjutnya para produsen otomotif juga berniat buat mendirikan pabrik di Eropa. Namun langkah satu ini baru berjalan dalam beberapa waktu ke depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Saat ini insentif motor listrik belum dicairkan kepada masyarakat karena masih menunggu penerbitan PMK
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Menurut rencana mobil listrik BAIC T1 akan diproduksi di Purwakarta dengan memanfaatkan fasilitas Handal
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Seperti biasa, fasilitas SIM keliling Jakarta tersedia di lima lokasi berbeda hari ini 19 Agustus 2026
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurai kemacetan jalan Ibu Kota
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara
18 Agustus 2026, 22:30 WIB
Federal Oil sebagai produsen pelumas kendaraan bermotor kembali dipercaya untuk kategori 2-Wheel Engine Lubricants
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
BMW Astra Art of Joy berkolaborasi dengan Teh Villa Gallery pamerkan karya lukis di diler Cilandak dan Serpong
18 Agustus 2026, 18:06 WIB
Amplifier Crescendo Revolution 7A4 cocok untuk berbagai jenis speaker, menyuguhkan audio premium di kabin