Mobil Baru Aletra Siap Meluncur Kuartal Kedua 2026
21 Januari 2026, 15:00 WIB
Para produsen asal China disebut tengah kekurangan kapal buat ekspor mobil listrik mereka ke benua biru
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif kini semakin menggeliat di China, namun sejumlah tantangan harus dihadapi dalam memasarkan kendaraan setrum asal negeri tirai bambu akhir-akhir ini.
Sebab menurut laporan Financial Times, para manufaktur mengalami kekurangan kapal buat ekspor mobil listrik ke daratan Eropa. Hal itu setelah melonjaknya ekspor kendaran ramah lingkungan dari Tiongkok.
Namun tidak dibarengi dengan ketersediaan armada laut guna mengangkut. Kemudian ada andil dampak dari badai pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020.
“Covid-19 menyebabkan banyak kapal yang digunakan untuk mengirim mobil dibatalkan karena permintaan kendaraan merosot ke titik terendah dalam sejarah,” ungkap Matthias Schmidt, seorang analis.
Schmidt lantas mengatakan kalau hal itu membuat perusahan pelayaran membatasi pasokan dan menaikan harga sewa setinggi mungkin. Sekitar 10 persen lebih besar dibandingkan pada 2022.
Tentu hal tersebut menyebabkan masalah besar dalam pengiriman mobil listrik dari China. Apalagi para produsen tidak memiliki fasilitas produksi di benua biru.
Kendati demikian para perusahaan pelayaraan mulai sadar akan masalah di atas. Membuat mereka menambah armada kapal guna mengatasinya.
“Namun kapal-kapal baru kemungkinan besar tidak akan beroperasi setidaknya dalam dua tahun ke depan. Selain itu permintaan mobil listrik terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan,” tegas dia.
Sebagai informasi, China disebut telah mengeskpor kendaraan roda empat setrum sebanyak 4.3 unit sepanjang 2023. Jumlah itu bahkan mengalahkan rekor tahun-tahun sebelumnya.
Lalu dikatakan kalau para perusahaan asal Tiongkok meningkatkan ekspor dikarenakan kelebihan kapasitas. Semakin diperparah karena mereka tidak memiliki alternatif lain guna mengangkut produk ke benua biru dengan kapal.
Sekadar informasi China melampaui Jepang sebagai pengekspor kendaraan terkemuka pada 2023. Hal itu seiring banyaknya konsumen beralih ke kendaraan elektrik.
Di sisi lain guna merespon masalah kekurangan kapal sejumlah pabrikan China bergerak cepat. Contohnya seperti BYD tengah menginvestasikan miliaran dolar dalam pembelian kapal pengangkut mobil baru.
Akan tetapi ini adalah solusi jangka panjang dan masih mempengaruhi kemampuan China buat memenuhi permintaan global yang semakin meningkat untuk kendaraan listrik berkualitas dari negara tersebut.
Selanjutnya para produsen otomotif juga berniat buat mendirikan pabrik di Eropa. Namun langkah satu ini baru berjalan dalam beberapa waktu ke depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Januari 2026, 15:00 WIB
21 Januari 2026, 14:09 WIB
21 Januari 2026, 10:23 WIB
21 Januari 2026, 07:00 WIB
20 Januari 2026, 21:00 WIB
Terkini
21 Januari 2026, 15:00 WIB
Hampir dua tahun sejak peluncuran L8, Aletra akhirnya siap menghadirkan produk baru buat konsumen tahun ini
21 Januari 2026, 14:09 WIB
Mobil listrik terbaru Mitsubishi memiliki ukuran kompak dan bahasa desain baru pakai basis Foxtron Bria
21 Januari 2026, 13:34 WIB
Yamaha Tmax DX model 2026 hadir untuk menggoda para pencinta touring berkantong tebal yang ada di Indonesia
21 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas bakal fokus untuk meluncurkan SUV serta sedan di Indonesia dengan desain premium yang keunggulan tersendiri
21 Januari 2026, 11:00 WIB
Polytron menegaskan bakal meluncurkan mobil listrik baru di 2026 untuk memperkuat pasarnya di Tanah Air
21 Januari 2026, 10:23 WIB
Menurut Geely, jika mereka bisa membuat mobil listrik dengan nilai TKDN tinggi maka bisa membawa banyak dampak
21 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut Ducati, Desmo450 MX Factory terbuka digunakan untuk keperluan balap motocross di dalam negeri
21 Januari 2026, 08:00 WIB
Bengkel modifikasi Portals Sticker melihat peluang menghadirkan inovasi baru untuk para pengguna mobil Cina