Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Para produsen asal China disebut tengah kekurangan kapal buat ekspor mobil listrik mereka ke benua biru
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif kini semakin menggeliat di China, namun sejumlah tantangan harus dihadapi dalam memasarkan kendaraan setrum asal negeri tirai bambu akhir-akhir ini.
Sebab menurut laporan Financial Times, para manufaktur mengalami kekurangan kapal buat ekspor mobil listrik ke daratan Eropa. Hal itu setelah melonjaknya ekspor kendaran ramah lingkungan dari Tiongkok.
Namun tidak dibarengi dengan ketersediaan armada laut guna mengangkut. Kemudian ada andil dampak dari badai pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020.
“Covid-19 menyebabkan banyak kapal yang digunakan untuk mengirim mobil dibatalkan karena permintaan kendaraan merosot ke titik terendah dalam sejarah,” ungkap Matthias Schmidt, seorang analis.
Schmidt lantas mengatakan kalau hal itu membuat perusahan pelayaran membatasi pasokan dan menaikan harga sewa setinggi mungkin. Sekitar 10 persen lebih besar dibandingkan pada 2022.
Tentu hal tersebut menyebabkan masalah besar dalam pengiriman mobil listrik dari China. Apalagi para produsen tidak memiliki fasilitas produksi di benua biru.
Kendati demikian para perusahaan pelayaraan mulai sadar akan masalah di atas. Membuat mereka menambah armada kapal guna mengatasinya.
“Namun kapal-kapal baru kemungkinan besar tidak akan beroperasi setidaknya dalam dua tahun ke depan. Selain itu permintaan mobil listrik terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan,” tegas dia.
Sebagai informasi, China disebut telah mengeskpor kendaraan roda empat setrum sebanyak 4.3 unit sepanjang 2023. Jumlah itu bahkan mengalahkan rekor tahun-tahun sebelumnya.
Lalu dikatakan kalau para perusahaan asal Tiongkok meningkatkan ekspor dikarenakan kelebihan kapasitas. Semakin diperparah karena mereka tidak memiliki alternatif lain guna mengangkut produk ke benua biru dengan kapal.
Sekadar informasi China melampaui Jepang sebagai pengekspor kendaraan terkemuka pada 2023. Hal itu seiring banyaknya konsumen beralih ke kendaraan elektrik.
Di sisi lain guna merespon masalah kekurangan kapal sejumlah pabrikan China bergerak cepat. Contohnya seperti BYD tengah menginvestasikan miliaran dolar dalam pembelian kapal pengangkut mobil baru.
Akan tetapi ini adalah solusi jangka panjang dan masih mempengaruhi kemampuan China buat memenuhi permintaan global yang semakin meningkat untuk kendaraan listrik berkualitas dari negara tersebut.
Selanjutnya para produsen otomotif juga berniat buat mendirikan pabrik di Eropa. Namun langkah satu ini baru berjalan dalam beberapa waktu ke depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah