BMW Alih Strategi Setelah DIgempur Mobil Listrik Cina
20 April 2026, 07:00 WIB
Xiaomi berminat mengekspor mobil listrik ke pasar global, tetapi masih ada satu penghambat yang dihadapi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perusahaan teknologi yang dikenal dengan produk gawainya, Xiaomi menjadi salah satu manufaktur mobil listrik terpopuler di Cina saat ini.
Beberapa model baru diperkenalkan tetapi berhasil meraup ribuan pemesanan bahkan tak lama setelah diluncurkan.
Misalnya, SUV (Sport Utility Vehicle) terbaru mereka yakni Xiaomi YU7, diklaim mengantongi 315.900 pemesanan hanya 72 jam sejak peluncurannya di Cina. Angka itu belum termasuk pemesanan secara daring.
Melihat minat yang sangat tinggi, tidak dapat dipungkiri konsumen global juga menanti kehadiran mobil listrik Xiaomi.
Pihak Xiaomi ungkap mereka berminat untuk menjual mobil listrik mereka ke pasar global, tetapi hanya setelah 2027.
Salah satu alasannya adalah pemesanan membludak, sehingga Xiaomi harus membereskan produksi buat kebutuhan konsumen Cina terlebih dulu.
Beberapa pembeli disebut terancam harus menunggu waktu inden sangat lama yakni 38 minggu sampai 60 minggu.
“Kami berkomitmen untuk menambah kapasitas (produksi),” kata Lei Jun, CEO Xiaomi seperti dikutip dari The Independent Singapore, Jumat (04/07).
Sayangnya dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal peluang ekspor mobil listrik Xiaomi di masa mendatang, ataupun negara mana saja yang menjadi tujuan.
Jika hadir di Indonesia, mobil listrik Xiaomi bisa jadi pilihan menarik buat para konsumen penyuka kendaraan ramah lingkungan premium performa tinggi.
Sekadar informasi, model terbaru Xiaomi YU7 dijual dengan harga kompetitif mulai 35.000 USD. Dalam kurs rupiah, angka ini setara Rp 566,9 jutaan.
Di Indonesia, mobil listrik performa tinggi rata-rata dijual seharga OTR (On The Road) Jakarta di atas Rp 1 miliar.
Misalnya Hyundai Ioniq 5 N, versi performa dari SUV Ioniq 5 yang menjadi salah satu andalan PT HMID (Hyundai Motors Indonesia).
Lalu dari Cina ada MG Cyberster. Nantinya bakal ada pendatang baru dari sub merek premium BYD, yaitu Denza Z9 GT.
Meskipun kehadiran model tersebut belum dikonfirmasi, tenaga penjual sudah mulai menawarkan unit dengan prediksi harga Rp 1,3 miliar.
Konsumen bisa melakukan pemesanan Denza Z9 GT dengan menyiapkan booking fee paling tidak sebesar Rp 50 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 April 2026, 07:00 WIB
19 April 2026, 21:01 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
Terkini
20 April 2026, 09:00 WIB
MPM Green Action 2026, fokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah
20 April 2026, 07:00 WIB
Mobil Cina segmen premium yang masuk pasar Indonesia menjadi perhatian BMW di tengah era elektrifikasi
20 April 2026, 06:00 WIB
Masyarakat Ibu Kota terkhusus para pengguna kendaraan roda empat harus memilih rute karena ada ganjil genap Jakarta
20 April 2026, 06:00 WIB
Mengawali pekan ini SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat, berikut adalah jadwal dan lokasinya
20 April 2026, 06:00 WIB
Di awal pekan kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
19 April 2026, 21:01 WIB
Sebanyak sembilan unit iCar V23 Pro Plus Collector Series sudah diserahkan kepada konsumen di Indonesia
19 April 2026, 13:00 WIB
BYD kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, berpotensi ganti nama Denza khusus pasar Indonesia
19 April 2026, 11:05 WIB
Pertamina dan BP AKR menaikan harga BBM mereka pada Sabtu (18/04) hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter