UFilm Resmi Jadi Kaca Film OEM Mobil Listrik Jaecoo J5
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Ada banyak peluang pengolahan limbah baterai mobil listrik, perlu diperhatikan oleh pemerintah dan produsen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di tengah era elektrifikasi, limbah baterai mobil listrik dinilai perlu jadi satu perhatian semua pihak termasuk produsen EV (Electric Vehicle).
Baterai mobil listrik yang tak lagi dipakai dapat diolah kembali dan digunakan untuk berbagai kebutuhan lain.
“Secara umum kita juga sudah minta teman-teman yang membuat (mobil listrik) itu bikin battery recycling,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta belum lama ini.
Dia menjelaskan, pertama baterai bisa digunakan sebagai energy storage system atau penyimpanan daya layaknya sebuah power bank berukuran besar.
Energy storage system atau ESS kemudian bisa menyimpan daya listrik dengan skala besar dari sumber daya energi terbarukan. Misalnya matahari dan air.
Potensi besar di sektor pengolahan limbah baterai menurut Rachmat jadi satu keunggulan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
“Kalau oil (atau mobil bermesin bensin) tidak bisa CO2-nya kita tangkap lalu kembali dijadikan BBM (bahan bakar minyak),” kata dia.
Infrastruktur pengolahan limbah baterai di Indonesia saat ini disebut belum ada. Hal itu perlu menjadi perhatian berbagai pihak mengingat populasi mobil listrik di dalam negeri perlahan bertumbuh.
“Kita sadar, dalam tiga sampai empat tahun mungkin akan banyak baterai bekas dari EV. Kita ingin daur ulang baterai,” kata Ary Sudjianto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH di JAMA Oil Lube Seminar beberapa waktu lalu.
Apalagi pemerintah memiliki target tinggi jumlah kendaraan listrik per 2030. Pemerintah dinilai perlu segera memikirkan pengolahan limbah baterai mobil listrik.
“Kita akan diskusikan kebijakannya, bicara bagaimana kita menangani baterai EV. Ini lebih besar dari waste baterai konvensional,” tegas dia.
Menurut Ary, pengolahan limbah penampung daya ini baru tersedia untuk baterai konvensional saja. Fasilitasnya melibatkan sejumlah industri.
Tetapi infrastruktur khusus buat mendaur ulang baterai mobil listrik yang memiliki ukuran dan kapasitas besar, belum tersedia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan