First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Ada banyak peluang pengolahan limbah baterai mobil listrik, perlu diperhatikan oleh pemerintah dan produsen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di tengah era elektrifikasi, limbah baterai mobil listrik dinilai perlu jadi satu perhatian semua pihak termasuk produsen EV (Electric Vehicle).
Baterai mobil listrik yang tak lagi dipakai dapat diolah kembali dan digunakan untuk berbagai kebutuhan lain.
“Secara umum kita juga sudah minta teman-teman yang membuat (mobil listrik) itu bikin battery recycling,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta belum lama ini.
Dia menjelaskan, pertama baterai bisa digunakan sebagai energy storage system atau penyimpanan daya layaknya sebuah power bank berukuran besar.
Energy storage system atau ESS kemudian bisa menyimpan daya listrik dengan skala besar dari sumber daya energi terbarukan. Misalnya matahari dan air.
Potensi besar di sektor pengolahan limbah baterai menurut Rachmat jadi satu keunggulan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
“Kalau oil (atau mobil bermesin bensin) tidak bisa CO2-nya kita tangkap lalu kembali dijadikan BBM (bahan bakar minyak),” kata dia.
Infrastruktur pengolahan limbah baterai di Indonesia saat ini disebut belum ada. Hal itu perlu menjadi perhatian berbagai pihak mengingat populasi mobil listrik di dalam negeri perlahan bertumbuh.
“Kita sadar, dalam tiga sampai empat tahun mungkin akan banyak baterai bekas dari EV. Kita ingin daur ulang baterai,” kata Ary Sudjianto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH di JAMA Oil Lube Seminar beberapa waktu lalu.
Apalagi pemerintah memiliki target tinggi jumlah kendaraan listrik per 2030. Pemerintah dinilai perlu segera memikirkan pengolahan limbah baterai mobil listrik.
“Kita akan diskusikan kebijakannya, bicara bagaimana kita menangani baterai EV. Ini lebih besar dari waste baterai konvensional,” tegas dia.
Menurut Ary, pengolahan limbah penampung daya ini baru tersedia untuk baterai konvensional saja. Fasilitasnya melibatkan sejumlah industri.
Tetapi infrastruktur khusus buat mendaur ulang baterai mobil listrik yang memiliki ukuran dan kapasitas besar, belum tersedia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini