Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Ada banyak peluang pengolahan limbah baterai mobil listrik, perlu diperhatikan oleh pemerintah dan produsen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di tengah era elektrifikasi, limbah baterai mobil listrik dinilai perlu jadi satu perhatian semua pihak termasuk produsen EV (Electric Vehicle).
Baterai mobil listrik yang tak lagi dipakai dapat diolah kembali dan digunakan untuk berbagai kebutuhan lain.
“Secara umum kita juga sudah minta teman-teman yang membuat (mobil listrik) itu bikin battery recycling,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta belum lama ini.
Dia menjelaskan, pertama baterai bisa digunakan sebagai energy storage system atau penyimpanan daya layaknya sebuah power bank berukuran besar.
Energy storage system atau ESS kemudian bisa menyimpan daya listrik dengan skala besar dari sumber daya energi terbarukan. Misalnya matahari dan air.
Potensi besar di sektor pengolahan limbah baterai menurut Rachmat jadi satu keunggulan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
“Kalau oil (atau mobil bermesin bensin) tidak bisa CO2-nya kita tangkap lalu kembali dijadikan BBM (bahan bakar minyak),” kata dia.
Infrastruktur pengolahan limbah baterai di Indonesia saat ini disebut belum ada. Hal itu perlu menjadi perhatian berbagai pihak mengingat populasi mobil listrik di dalam negeri perlahan bertumbuh.
“Kita sadar, dalam tiga sampai empat tahun mungkin akan banyak baterai bekas dari EV. Kita ingin daur ulang baterai,” kata Ary Sudjianto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH di JAMA Oil Lube Seminar beberapa waktu lalu.
Apalagi pemerintah memiliki target tinggi jumlah kendaraan listrik per 2030. Pemerintah dinilai perlu segera memikirkan pengolahan limbah baterai mobil listrik.
“Kita akan diskusikan kebijakannya, bicara bagaimana kita menangani baterai EV. Ini lebih besar dari waste baterai konvensional,” tegas dia.
Menurut Ary, pengolahan limbah penampung daya ini baru tersedia untuk baterai konvensional saja. Fasilitasnya melibatkan sejumlah industri.
Tetapi infrastruktur khusus buat mendaur ulang baterai mobil listrik yang memiliki ukuran dan kapasitas besar, belum tersedia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia