Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Peneliti ungkap masih ada produsen EV roda dua yang enggan menguji keamanan baterai dengan alasan biaya mahal
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Keamanan baterai EV (Electric Vehicle) atau kendaraan listrik, baik motor ataupun mobil jadi satu hal krusial yang patut diperhatikan produsen.
Sebab kecelakaan melibatkan baterai EV kerap berdampak fatal. Perlu diingat, api dari sumber penampung daya tersebut nyaris mustahil dipadamkan.
Sehingga seharusnya, keamanan baterai perlu jadi perhatian semua pihak baik pembuat kebijakan maupun produsen.
Sayangnya, masih ada manufaktur disebut enggan melakukan pengujian komprehensif di laboratorium khusus. Dalam hal ini kendaraan roda dua.
“Saya tidak bisa sebut (nama) produk. Tetapi terus terang APM (Agen Pemegang Merek) penjual motor mostly bilang, kan tidak wajib (uji keamanan baterai EV),” kata Prov. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan, dahulu salah satu alasannya adalah tidak ada laboratorium pengujian baterai yang dapat digunakan.
Pihaknya menyebut seiring berjalannya waktu, laboratorium dimaksud akhirnya dibangun untuk mengakomodir kebutuhan pengujian baterai khusus motor listrik.
“Tetapi ketika kita endorse, mereka untuk mengetes alasannya mahal dan lain-lain. Kalau kita bicara nyawa, tidak ada mahal,” tegas Prof. Evvy.
Dia juga menyorot pada motor listrik dengan baterai-baterai dari Cina tidak dapat menyuguhkan performa seperti seharusnya.
“Misal kapasitas seharusnya 20 Ah, tetapi ternyata hanya 11 persen. Tetapi orang tidak tahu itu,” kata Prof. Evvy.
Di masa mendatang dia berharap pemerintah bisa lebih tegas dalam menegakkan regulasi terkait keamanan baterai motor listrik.
Sehingga dapat mencegah potensi terjadinya kecelakaan fatal, mengingat mulai banyak pengguna motor listrik merupakan pengemudi ojek online dengan mobilitas tinggi.
“Safety ini juga menjadi hal yang sangat saya perjuangkan, kalau di Jerman jika bicara safety (artinya) tidak ada yang terluka. Mungkin di Indonesia belum sampai ke sana,” ungkap dia.
Pihaknya juga terbuka terhadap kerja sama dengan merek-merek motor listrik terkait apabila ingin melakukan pengujian terhadap baterai EV mereka.
“Ini adalah concern saya untuk menjaga pengguna. Dan kebanyakkan pengguna itu kan ojol,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok