BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Peneliti ungkap masih ada produsen EV roda dua yang enggan menguji keamanan baterai dengan alasan biaya mahal
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Keamanan baterai EV (Electric Vehicle) atau kendaraan listrik, baik motor ataupun mobil jadi satu hal krusial yang patut diperhatikan produsen.
Sebab kecelakaan melibatkan baterai EV kerap berdampak fatal. Perlu diingat, api dari sumber penampung daya tersebut nyaris mustahil dipadamkan.
Sehingga seharusnya, keamanan baterai perlu jadi perhatian semua pihak baik pembuat kebijakan maupun produsen.
Sayangnya, masih ada manufaktur disebut enggan melakukan pengujian komprehensif di laboratorium khusus. Dalam hal ini kendaraan roda dua.
“Saya tidak bisa sebut (nama) produk. Tetapi terus terang APM (Agen Pemegang Merek) penjual motor mostly bilang, kan tidak wajib (uji keamanan baterai EV),” kata Prov. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan, dahulu salah satu alasannya adalah tidak ada laboratorium pengujian baterai yang dapat digunakan.
Pihaknya menyebut seiring berjalannya waktu, laboratorium dimaksud akhirnya dibangun untuk mengakomodir kebutuhan pengujian baterai khusus motor listrik.
“Tetapi ketika kita endorse, mereka untuk mengetes alasannya mahal dan lain-lain. Kalau kita bicara nyawa, tidak ada mahal,” tegas Prof. Evvy.
Dia juga menyorot pada motor listrik dengan baterai-baterai dari Cina tidak dapat menyuguhkan performa seperti seharusnya.
“Misal kapasitas seharusnya 20 Ah, tetapi ternyata hanya 11 persen. Tetapi orang tidak tahu itu,” kata Prof. Evvy.
Di masa mendatang dia berharap pemerintah bisa lebih tegas dalam menegakkan regulasi terkait keamanan baterai motor listrik.
Sehingga dapat mencegah potensi terjadinya kecelakaan fatal, mengingat mulai banyak pengguna motor listrik merupakan pengemudi ojek online dengan mobilitas tinggi.
“Safety ini juga menjadi hal yang sangat saya perjuangkan, kalau di Jerman jika bicara safety (artinya) tidak ada yang terluka. Mungkin di Indonesia belum sampai ke sana,” ungkap dia.
Pihaknya juga terbuka terhadap kerja sama dengan merek-merek motor listrik terkait apabila ingin melakukan pengujian terhadap baterai EV mereka.
“Ini adalah concern saya untuk menjaga pengguna. Dan kebanyakkan pengguna itu kan ojol,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan