Ganjil Genap Jakarta 7 April 2026, Siapkan Jalur Alternatif
07 April 2026, 06:00 WIB
Dishub DKI menyiapkan teknologi senilai Rp 120 miliar untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang ada di Ibu Kota
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kemacetan lalu lintas di Ibu Kota disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah pengaturan di simpang jalan yang masih statis dan belum adaptif
Situasi ini dinilai menyebabkan atrean kendaraan menjadi lebih panjang dan tidak sesuai kebutuhan.
"Jika di satu persimpangan pengaturannya statis, bisa terjadi ada satu jalan dengan volume lalu kendaraan tinggi tapi lampu hijaunya hanya sebentar," ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dilansir Antara (04/07).
Sebaliknya, di jalan tersebut justru mendapat lampu merah yang lama sehingga kenyebabkan antrean panjang.
Oleh sebab itu Dishub DKI Jakarta pun merancang agar sembuat sejumlah persimpangan dipasangi teknologi Intelligent Traffic Control System (ITSC) atau Sistem Kontrol Lalu Lintas Pintar. Dengan ini maka lampu lalu lintas menjadi adaptif terhadap pergerakan lalu lintas di setiap simpang.
"Sehingga hambatan-hambatan di persimpangan bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan," kata Syafrin.
Teknologi ITCS memungkinkan pengaturan lalu lintas berbasis data seketika (real-time). Menariknya sistem sudah terintegrasi pada tilang elektronik (ETLE) sehingga penanganan kemacetan di Jakarta lebih efektif dan berdampak lebih luas.
Penerapannya bakal dilakukan dalam tiga tahap yaitu jangka pendek (0-2 bulan) mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pemanfaatan data ITCS dan pengoperasian awal lima simpang ITCS.
Kemudian jangka menengah (6-12 bulan) yang mencakup dimulainya penegakan hukum secara elektronik terhadap pelanggaran lalu lintas, pajak hingga uji emisi.
Selanjutnya adalah jangka panjang (lebih dari 12 bulan) dimana ada fase ini dinas perhubungan bakal memasang ITCS di 321 persimpangan. Semua sudah terintegrasi dengan Kawasan Rendah Emisi (KRE) dan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE).
Dengan pengaturan waktu lampu lalu lintas yang adaptif dan real-time maka arus kendaraan jadi lebih dinamis lalu kemacetan menurun secara signifikan.
Teknologi ini pun tidak bisa dikatakan murah karena Dinas Perhubungan harus menggelontorkan sedikitnya Rp 120 miliar. Jumlah tersebut hanya cukup untuk membangun ITSC di 25 persimpangan hingga akhir tahun.
"Tahun ini kami tidak menambah anggaran. Jadi akan menggunakan anggaran yang sudah ada dalam APBD murni,"
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
02 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi