Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Bantu hilirisasi nikel, peneliti nilai pemerintah perlu lebih mendukung produsen mobil listrik baterai nikel
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Hilirisasi nikel yang ingin digencarkan pemerintah saat ini bermaksud membentuk ekosistem kompetitif rantai nilai baterai lithium dan kendaraan listrik.
Namun pada kenyataannya saat ini banyak mobil listrik terkhusus asal Tiongkok justru menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate), bukan NMC (Nickel Manganese Cobalt).
Padahal peneliti menilai penting bagi pemerintah buat lebih mendukung produsen mobil listrik yang telah memakai baterai berbasis nikel.
Sehingga di masa mendatang dapat ikut memanfaatkan potensi nikel di dalam negeri. Perlu ada regulasi untuk mengatur hal tersebut.
“Jadi ketika buat insentif, harus dilihat yang berbasis nikel,” kata Prov. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute ketika ditemui di acara Populix x Forwot di Jakarta, Selasa (01/07).
Menurut Prof. Evvy, perwakilan CEO dari PT HLI Green Power yang merupakan joint venture antara LG dan Hyundai mengaku bahwa mereka merasa kesulitan bersaing karena berbasis NMC.
“Pemerintah seharusnya mendukung (EV) berbasis nikel. Ya jelas, tidak bisa berkompetisi antara yang berbasis nikel dengan LFP,” lanjut Prof. Evvy.
Dari segi harga, mobil listrik dengan baterai NMC memang terbilang lebih mahal ketimbang LFP. Sebagai gambaran kasar, Hyundai Ioniq 5 dan BYD Sealion 7 berada di kelas yang sama, tetapi terpaut jarak hampir Rp 100 jutaan untuk masing-masing tipe terendah.
Perlu diketahui, Hyundai menggunakan baterai NMC berbasis nikel. Sementara BYD dibekali Blade Battery material LFP.
Harga masih menjadi salah satu faktor penentu banyak konsumen dalam melakukan pembelian kendaraan.
“(Konsumen) cuma akan nanya harga. (Contoh) Hyundai Ioniq 5 Rp 800 juta, BYD Rp 600 juta, Anda akan pilih BYD,” kata dia.
Apabila nikel di dalam negeri bisa dimanfaatkan dan membuat harga mobil listrik berbaterai NMC bersaing, proses hilirisasi nikel Indonesia dinilai bisa semakin optimal.
Dia mengingatkan fakta bahwa Indonesia merupakan negara produsen nikel terbesar di dunia. Jadi penting bagi pemerintah untuk mendorong penggunaan NMC, khususnya kendaraan bermotor roda empat.
“Jadi mau tidak mau, itu (mobil listrik baterai nikel) yang harus dikasih insentif dan dibatasi kendaraan berbasis LFP. Begitu saja,” tegas Prof. Evvy.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah
11 September 2026, 16:01 WIB
Mulai pulih signifikan, penjualan mobil periode Agustus 2026 tembus 83 ribu unit atau tertinggi tahun ini
11 September 2026, 12:25 WIB
AHM terus berusaha menggairahkan pasar motor baru, salah satu dengan memberi penyegaran pada Honda CT125
11 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak menggendurkan layanan mereka, termasuk dalam menghadir SIM Keliling Bandung hari ini