Peneliti Nilai Mobil Listrik Baterai Nikel Perlu Diberi Insentif

Bantu hilirisasi nikel, peneliti nilai pemerintah perlu lebih mendukung produsen mobil listrik baterai nikel

Peneliti Nilai Mobil Listrik Baterai Nikel Perlu Diberi Insentif
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Hilirisasi nikel yang ingin digencarkan pemerintah saat ini bermaksud membentuk ekosistem kompetitif rantai nilai baterai lithium dan kendaraan listrik.

Namun pada kenyataannya saat ini banyak mobil listrik terkhusus asal Tiongkok justru menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate), bukan NMC (Nickel Manganese Cobalt).

Padahal peneliti menilai penting bagi pemerintah buat lebih mendukung produsen mobil listrik yang telah memakai baterai berbasis nikel.

Sehingga di masa mendatang dapat ikut memanfaatkan potensi nikel di dalam negeri. Perlu ada regulasi untuk mengatur hal tersebut.

Pabrik baterai EV LG
Photo : Yonhap

“Jadi ketika buat insentif, harus dilihat yang berbasis nikel,” kata Prov. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute ketika ditemui di acara Populix x Forwot di Jakarta, Selasa (01/07).

Menurut Prof. Evvy, perwakilan CEO dari PT HLI Green Power yang merupakan joint venture antara LG dan Hyundai mengaku bahwa mereka merasa kesulitan bersaing karena berbasis NMC.

“Pemerintah seharusnya mendukung (EV) berbasis nikel. Ya jelas, tidak bisa berkompetisi antara yang berbasis nikel dengan LFP,” lanjut Prof. Evvy.

Dari segi harga, mobil listrik dengan baterai NMC memang terbilang lebih mahal ketimbang LFP. Sebagai gambaran kasar, Hyundai Ioniq 5 dan BYD Sealion 7 berada di kelas yang sama, tetapi terpaut jarak hampir Rp 100 jutaan untuk masing-masing tipe terendah.

Perlu diketahui, Hyundai menggunakan baterai NMC berbasis nikel. Sementara BYD dibekali Blade Battery material LFP.

Harga masih menjadi salah satu faktor penentu banyak konsumen dalam melakukan pembelian kendaraan. 

“(Konsumen) cuma akan nanya harga. (Contoh) Hyundai Ioniq 5 Rp 800 juta, BYD Rp 600 juta, Anda akan pilih BYD,” kata dia.

Jepang tantang Indonesia jadi penghasil nikel dunia
Photo : BYD

Apabila nikel di dalam negeri bisa dimanfaatkan dan membuat harga mobil listrik berbaterai NMC bersaing, proses hilirisasi nikel Indonesia dinilai bisa semakin optimal.

Dia mengingatkan fakta bahwa Indonesia merupakan negara produsen nikel terbesar di dunia. Jadi penting bagi pemerintah untuk mendorong penggunaan NMC, khususnya kendaraan bermotor roda empat.

“Jadi mau tidak mau, itu (mobil listrik baterai nikel) yang harus dikasih insentif dan dibatasi kendaraan berbasis LFP. Begitu saja,” tegas Prof. Evvy.


Terkini

otosport
Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Alex Marquez Solid Terdepan

Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona 

komunitas
JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung

mobil
BYD Atto 1

Spesifikasi BYD Atto 1 Terbaru, Harga Rp 199 Jutaan

BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta

mobil
BYD Atto 1

Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat

BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif

otosport
MotoGP Catalunya 2026

Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2026: Martin Siap Dominasi

Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia